JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa reformasi pasar modal Indonesia merupakan komitmen jangka panjang untuk memperkuat transparansi, integritas, kredibilitas, dan daya saing pasar modal nasional, bukan semata-mata untuk memenuhi ekspektasi penyedia indeks global.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari agenda penguatan tata kelola sektor jasa keuangan yang terus didorong OJK di tengah meningkatnya kompleksitas risiko, termasuk potensi kecurangan (fraud), tantangan keamanan siber, perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta ketidakpastian makroekonomi.
Ketua Dewan Komisioner OJK merangkap Ketua Dewan Audit, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan hal tersebut dalam Forum Sinergi Penguatan Ekosistem Tata Kelola (SPEKTA) bertema “Berkolaborasi Membangun Ekosistem Tata Kelola yang Kredibel dan Berintegritas” di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Friderica menekankan pentingnya tata kelola yang kredibel dan berintegritas sebagai fondasi untuk menjaga kepercayaan terhadap industri jasa keuangan, termasuk pasar modal.
Menurutnya, berbagai risiko yang dihadapi sektor jasa keuangan semakin kompleks dan saling berkaitan.
Kondisi tersebut membutuhkan penguatan sistem pengendalian internal, manajemen risiko, serta kolaborasi efektif antara regulator dan seluruh pemangku kepentingan.
“Tantangan tata kelola tidak bisa lagi kita pandang secara parsial. Kita harus bersama-sama mengidentifikasi dan memitigasi berbagai risiko, bahkan menjadikannya sebagai peluang untuk memperkuat sektor jasa keuangan ke depan,” ujar Friderica.
Integritas Pelaporan Keuangan Jadi Perhatian
Sebagai bagian dari penguatan integritas sektor jasa keuangan, OJK telah menerbitkan berbagai ketentuan untuk meningkatkan kualitas dan kredibilitas pelaporan keuangan.
OJK juga terus mendorong peningkatan kompetensi para profesional serta penegakan ketentuan terhadap berbagai pelanggaran.
Upaya tersebut penting untuk memastikan informasi keuangan memiliki kualitas dan kredibilitas yang memadai sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan oleh investor dan pemangku kepentingan lainnya.
Transparansi dan kualitas pelaporan keuangan juga menjadi unsur penting dalam membangun pasar modal yang sehat.
Dengan tata kelola yang lebih kuat, kepercayaan investor diharapkan dapat terjaga dan daya saing pasar modal Indonesia semakin meningkat.
Friderica menegaskan bahwa reformasi pasar modal tidak boleh dipandang sebagai upaya jangka pendek untuk merespons penilaian pihak eksternal.
Sebaliknya, reformasi tersebut merupakan agenda berkelanjutan untuk memperbaiki kualitas tata kelola dan memperkuat fondasi pasar modal nasional.
Tata Kelola Digital dan Etika Penggunaan AI
Di tengah transformasi digital, OJK juga memperkuat pengaturan tata kelola dan manajemen risiko teknologi informasi di sektor jasa keuangan.
Langkah ini diperlukan untuk mengantisipasi berbagai risiko yang dapat muncul seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital, termasuk ancaman keamanan siber dan potensi penyalahgunaan sistem.
Selain itu, OJK mendorong penerapan prinsip etika dalam pemanfaatan kecerdasan buatan.
Penggunaan AI di sektor jasa keuangan perlu diimbangi dengan tata kelola yang memadai agar inovasi teknologi tidak mengabaikan aspek integritas, akuntabilitas, dan pengendalian risiko.
OJK juga menyoroti risiko makroekonomi dan perubahan iklim sebagai faktor yang perlu diperhitungkan dalam pengelolaan sektor jasa keuangan.
Kedua faktor tersebut menambah kompleksitas tantangan yang harus diantisipasi oleh lembaga keuangan maupun regulator.
Kolaborasi untuk Menjaga Kepercayaan Pasar
Untuk memperkuat penerapan tata kelola, OJK membangun kolaborasi dengan 27 asosiasi profesi bidang tata kelola.
Sinergi ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memperkuat penerapan praktik tata kelola yang baik, dan mendorong pencegahan pelanggaran.
Melalui Forum SPEKTA, OJK menekankan bahwa penguatan tata kelola membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Regulator, pelaku industri, dan profesional harus memiliki komitmen yang sama dalam membangun ekosistem jasa keuangan yang kredibel dan berintegritas.
Penguatan integritas pelaporan keuangan, reformasi pasar modal, serta pengelolaan risiko teknologi menjadi bagian dari langkah untuk menjaga kepercayaan publik dan investor.
Dengan pendekatan tersebut, OJK mendorong pasar modal Indonesia berkembang dengan fondasi tata kelola yang lebih kuat, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saingnya dalam menghadapi dinamika pasar keuangan global.

Tinggalkan Balasan