SINGAPURA – ZTE Corporation resmi meluncurkan ZXEDC M8000 Intelligent Computing Micro-Module, solusi infrastruktur pusat data terintegrasi yang dirancang untuk mendukung kebutuhan komputasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) berdensitas tinggi.
Produk terbaru ini diperkenalkan dalam ajang Data Center World Asia, salah satu pameran pusat data terkemuka di kawasan Asia.
Peluncuran M8000 menjadi langkah ZTE dalam menjawab tantangan industri pusat data yang semakin kompleks, mulai dari meningkatnya kebutuhan komputasi AI, lonjakan konsumsi daya server, hingga peralihan teknologi pendinginan dari sistem berbasis udara (air cooling) menuju pendingin cair (liquid cooling).
Melalui solusi ini, ZTE menghadirkan infrastruktur komputasi yang mengintegrasikan sistem daya, pendinginan, rak server, pemantauan, dan perlindungan keamanan dalam satu modul terpadu.
Arsitektur tersebut dirancang untuk mendukung pengembangan pusat data AI yang lebih efisien, andal, fleksibel, serta mampu mengikuti pertumbuhan kebutuhan komputasi dalam jangka panjang.
Salah satu keunggulan utama M8000 adalah kemampuannya mendukung kapasitas daya rak mulai dari 20 hingga 60 kilowatt (kW), dengan kapasitas maksimum mencapai 250 kW per rak.
Kemampuan tersebut memungkinkan pusat data mengakomodasi server AI berdaya tinggi tanpa harus selalu melakukan perubahan besar terhadap infrastruktur yang telah tersedia.
Integrasikan Pendinginan dan Distribusi Daya dalam Satu Sistem
ZXEDC M8000 mengintegrasikan berbagai komponen penting pusat data, meliputi sistem lorong dingin tertutup (enclosed cold aisle), rak berpendingin cair, rak jaringan, unit distribusi cairan pendingin (Cooling Distribution Unit/CDU), perpipaan sekunder, serta sistem distribusi daya arus searah tegangan tinggi (High-Voltage Direct Current/HVDC).
Sistem tersebut juga dilengkapi busbar pintar, dinding pemisah aliran udara berbahan pelat tipis (thin-sheet air wall), sistem pemantauan, pencahayaan, perkabelan, dan integrasi proteksi kebakaran.
Integrasi ini memungkinkan pengelola pusat data menerapkan server AI berdensitas tinggi, mengatur distribusi daya secara fleksibel, serta melakukan transisi dari pendinginan udara menuju pendinginan cair sesuai kebutuhan operasional.
M8000 juga mendukung kombinasi infrastruktur komputasi umum dan komputasi AI dalam satu lingkungan pusat data. Dengan demikian, pelanggan dapat menyesuaikan kapasitas secara bertahap seiring meningkatnya kebutuhan pemrosesan data.
Desain rak yang terpisah dari kerangka utama memberikan keleluasaan bagi pelanggan untuk menggunakan rak berukuran standar maupun dimensi khusus.
Ketika kebutuhan komputasi meningkat, peningkatan sistem pendinginan dari udara ke cairan juga dapat dilakukan langsung di lokasi.
Penggunaan komponen yang telah distandardisasi dan diprafabrikasi di pabrik turut membantu mempercepat proses perakitan serta mempersingkat waktu pengiriman dan pemasangan.
Efisiensi Energi, PUE Diklaim Bisa Mencapai 1,15
Selain kapasitas komputasi, efisiensi energi menjadi salah satu fokus pengembangan M8000. ZTE menggabungkan arsitektur pendinginan udara dan cairan agar pengelola pusat data dapat menyesuaikan penggunaan kedua sistem tersebut secara dinamis berdasarkan kebutuhan beban kerja.
Melalui kombinasi CDU dan dinding pemisah aliran udara dengan dua sumber pendinginan, sistem ini dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan free cooling, yakni penggunaan kondisi lingkungan sekitar untuk membantu proses pendinginan dengan kebutuhan energi yang lebih rendah.
Menurut spesifikasi yang disampaikan ZTE, pendekatan tersebut memungkinkan nilai Power Usage Effectiveness (PUE) mencapai 1,15 di berbagai wilayah pengoperasian.
PUE merupakan indikator efisiensi energi pusat data. Semakin mendekati angka 1, semakin kecil energi tambahan yang digunakan untuk mendukung fasilitas di luar kebutuhan langsung perangkat komputasi.
Pada sisi distribusi daya, M8000 memadukan teknologi HVDC 800 volt dengan busbar pintar. Arsitektur ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas pasokan listrik pada setiap baris rak, dengan tingkat efisiensi daya yang diklaim mencapai 98%.
ZTE juga mengintegrasikan algoritma AI untuk mengendalikan sistem pendinginan udara dan cairan, sekaligus mengelola daya serta suhu secara otomatis. Optimalisasi tersebut diklaim mampu mengurangi konsumsi energi untuk pendinginan lebih dari 10%.
Seluruh infrastruktur dapat dipantau melalui platform manajemen iDCIM. Platform ini memungkinkan pengguna memantau sistem distribusi daya dan pendinginan secara terintegrasi, sehingga membantu menyederhanakan operasional dan pemeliharaan pusat data.
Dibekali Proteksi Kebocoran Pendingin Cair Bersertifikasi UL
Penggunaan pendingin cair pada pusat data AI membutuhkan sistem perlindungan yang mampu menjaga keandalan perangkat dan kestabilan operasional.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, ZTE menyematkan sistem perlindungan kebocoran yang mencakup berbagai komponen, mulai dari CDU, rak, server, hingga switch jaringan yang menggunakan pendingin cair.
ZTE menyatakan M8000 menjadi solusi pertama di industri yang memperoleh sertifikasi perlindungan kebocoran pendingin cair pada tingkat sistem dari UL.
Sistem tersebut dilengkapi sensor pendeteksi kebocoran dan fitur pengisian cairan otomatis untuk membantu mengurangi risiko gangguan fungsi akibat kebocoran.
Perlindungan yang terintegrasi pada tingkat sistem ini ditujukan untuk mendukung operasional pusat data yang menangani beban komputasi tinggi, terutama klaster AI yang membutuhkan kapasitas daya dan pendinginan besar.
Dengan menggabungkan sistem proteksi, pemantauan, serta pengelolaan suhu secara otomatis, M8000 dirancang untuk menjaga keandalan infrastruktur sekaligus mengurangi potensi gangguan operasional.
Lindungi Investasi dan Tekan Biaya Operasional
ZTE menempatkan fleksibilitas pengembangan sebagai salah satu nilai tambah M8000 bagi pelanggan pusat data.
Arsitektur produk ini dirancang untuk mendukung peningkatan perangkat keras teknologi informasi hingga tiga generasi.
Pendekatan tersebut memungkinkan pelanggan meningkatkan kemampuan komputasi tanpa harus melakukan renovasi besar-besaran terhadap seluruh infrastruktur setiap kali terjadi peningkatan kebutuhan perangkat.
Dari sisi operasional, optimalisasi pendinginan dan distribusi daya ditujukan untuk menekan biaya operasional atau operational expenditure (OPEX), terutama dari konsumsi listrik dan kebutuhan pendinginan.
Kemampuan menyesuaikan penggunaan pendinginan udara dan cairan juga memberi ruang bagi pengelola pusat data untuk mengembangkan kapasitas secara bertahap sesuai kebutuhan bisnis.
Kombinasi efisiensi energi, desain modular, dan sistem manajemen cerdas tersebut menjadi bagian dari pendekatan ZTE dalam mendukung pengembangan pusat data yang lebih hemat sumber daya dan berkelanjutan.
M8000 Telah Diterapkan pada Proyek Pusat Komputasi di China
Penerapan M8000 telah dimulai melalui proyek pusat komputasi milik sebuah perusahaan internet terkemuka di China, yang berlokasi di kawasan Delta Sungai Yangtze.
Pada 2025, ZTE menyatakan berhasil memenangkan tender pengadaan 666 modul IT untuk proyek tersebut. Hingga informasi peluncuran ini disampaikan, sebanyak 345 unit M8000 IT POD dilaporkan telah beroperasi.
Dalam proyek tersebut, ZTE menerapkan arsitektur rak satu baris yang dipadukan dengan dinding pemisah aliran udara satu baris.
Sistem ini menggunakan metode prefabrikasi di pabrik dan pengiriman berbasis skid-mounted, yakni modul yang telah disiapkan untuk memudahkan pengangkutan, pengangkatan, dan pemasangan di lokasi.
ZTE menyebut proses pengadaan hingga kedatangan unit di lokasi hanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan sejak surat pesanan atau purchase order (PO) diterbitkan.
Pendekatan modular tersebut ditujukan untuk mempercepat pembangunan klaster komputasi cerdas berskala besar sekaligus menyederhanakan proses instalasi infrastruktur.
Perkuat Infrastruktur Pusat Data AI di Asia Pasifik
Melalui peluncuran ZXEDC M8000 Intelligent Computing Micro-Module, ZTE memperkuat portofolio solusi infrastruktur pusat data yang dirancang untuk menghadapi pertumbuhan komputasi AI.
Kombinasi kapasitas daya tinggi, pendinginan hibrida, distribusi listrik yang fleksibel, perlindungan kebocoran, dan pengelolaan berbasis AI menjadi pendekatan yang ditawarkan untuk mendukung kebutuhan pusat data generasi berikutnya.
ZTE menargetkan solusi ini dapat membantu pelanggan di kawasan Asia Pasifik dan pasar global membangun infrastruktur pusat data AI yang mampu berkembang mengikuti kebutuhan komputasi, dengan tetap memperhatikan keandalan operasional dan efisiensi energi.
Di tengah meningkatnya kebutuhan pemrosesan AI, fleksibilitas infrastruktur dan pengendalian konsumsi energi menjadi faktor penting bagi pengelola pusat data dalam merencanakan ekspansi kapasitas sekaligus menjaga keberlanjutan operasional jangka panjang.

Tinggalkan Balasan