BONE — Kembara 2026 atau Kemah Bela Negara yang diselenggarakan DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan sukses digelar di kawasan Hutan Pinus Bulu Tanah, Desa Mattampawalie, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, pada 25–27 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti oleh 200 anggota pelopor PKS dari Sulawesi Selatan. Kembara menjadi bagian dari proses pembinaan anggota melalui kegiatan luar ruang yang menekankan kebersamaan, kedisiplinan, kepemimpinan, ketangguhan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sulawesi Selatan sekaligus Koordinator Instruktur Kembara, Mallarangan Tutu, mengatakan pelaksanaan Kembara 2026 berjalan dengan baik sejak tahap persiapan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
“Alhamdulillah, mulai dari persiapan panitia dan instruktur hingga pelaksanaan, kegiatan berjalan dengan baik, lancar, dan aman sesuai harapan. Memang ada beberapa kekurangan teknis di lapangan, tetapi tidak terlalu signifikan terhadap keseluruhan proses Kembara,” ujar Mallarangan.
Menurutnya, pelaksanaan Kembara diharapkan memberi bekal yang lebih kuat bagi para peserta dalam menjalankan peran mereka di organisasi maupun di tengah masyarakat.
“Kita berharap para pengurus dan anggota yang mengikuti Kembara mendapatkan bekal yang lebih baik, sehingga dapat semakin bermanfaat bagi organisasi dan terutama bagi masyarakat yang harus terus dilayani,” katanya.
Ketua DPW PKS Sulawesi Selatan, Anwar Faruq, menyampaikan bahwa Kembara 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat anggota untuk terus berkontribusi di tengah masyarakat.
Ia menyebut kegiatan di Bulu Tanah, Lappariaja, tersebut diikuti oleh 200 anggota pelopor.
“Acara Kemah Bela Negara ini menambah semangat anggota PKS untuk terjun memberikan bakti dan layanan kepada masyarakat,” ujar Anwar Faruq.
Anwar juga berharap Kembara dapat memperkuat soliditas internal kader setelah kegiatan berakhir.
“Harapan pasca-Kemah Bela Negara ini, kader-kader PKS akan semakin militan dan solid menuju pemenangan pada 2029,” katanya.
Sementara itu, Ketua Bidang Kepemudaan dan Kepemimpinan Partai (BKKP) DPW PKS Sulawesi Selatan, Rahman R, mengatakan Kembara menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk memperkuat kebersamaan, menjaga nilai, melatih kepemimpinan, dan menumbuhkan semangat pengabdian.
“Bagi kami, Kembara merupakan ruang pembelajaran untuk mengokohkan kebersamaan, menjaga nilai, melatih kepemimpinan, dan menumbuhkan semangat pengabdian,” ujar Rahman.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, steering committee, instruktur, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan Kembara 2026.
Menurut Rahman, nilai yang diperoleh selama kegiatan diharapkan tidak berhenti setelah peserta meninggalkan lokasi perkemahan.
“Harapan kami, apa yang telah ditempa selama perjalanan Kembara tidak berhenti ketika kegiatan berakhir, tetapi menjadi energi baru untuk terus bertumbuh, semakin solid, siap menghadapi tantangan, dan menghadirkan pengabdian nyata di tengah masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, semangat pengabdian menjadi salah satu pesan yang ingin terus dibawa setelah Kembara berakhir.
“Kembara boleh selesai, tetapi cerita pengabdian dan langkah perjuangan tidak boleh berhenti,” ujarnya.
Pelaksanaan Kembara 2026 di Hutan Pinus Bulu Tanah menjadi bagian dari agenda pembinaan anggota PKS Sulawesi Selatan melalui pengalaman langsung di alam terbuka. Setelah tiga hari mengikuti rangkaian kegiatan, para peserta kembali ke daerah masing-masing dengan pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama perkemahan.

Tinggalkan Balasan