MAKASSAR – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar terus memperkuat kapasitas laboratorium dalam mendukung pengawasan Obat dan Makanan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis Laboratorium Kimia Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan (OBA-SK), dan Kosmetik Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 22–26 Juni 2026 tersebut diikuti oleh para penguji laboratorium BBPOM di Makassar serta BPOM di Palopo, minggu(28/06/2026).

Dalam sambutannya, Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi sumber daya manusia merupakan kunci dalam menjaga mutu dan keandalan hasil pengujian laboratorium. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat menuntut laboratorium pengawasan Obat dan Makanan untuk terus meningkatkan kompetensi, akurasi, dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi analisis terkini.

“Sebagai laboratorium yang telah menerapkan standar ISO/IEC 17025:2017, kita tidak cukup hanya mempertahankan kompetensi yang ada. Kita harus terus memperkuat kapasitas personel, meningkatkan penguasaan metode analisis, serta mengikuti perkembangan teknologi instrumen agar hasil pengujian yang dihasilkan tetap valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

“Kesiapan sumber daya manusia yang kompeten menjadi faktor penting agar laboratorium dapat memberikan dukungan pengawasan yang optimal terhadap produk obat bahan alam dan kosmetik yang beredar di masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yosef menekankan bahwa peredaran produk obat bahan alam dan kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan masih menjadi tantangan dalam pengawasan. Oleh karena itu, kemampuan laboratorium dalam mendeteksi dan mengidentifikasi kandungan berbahaya menjadi garda terdepan dalam melindungi kesehatan masyarakat.

“Laboratorium bukan sekadar tempat melakukan pengujian, namun merupakan pusat pembuktian ilmiah yang menjadi dasar pengambilan keputusan. Ketika laboratorium menghasilkan data yang akurat dan terpercaya, maka keputusan pengawasan yang diambil juga akan semakin kuat dan kredibel,” tegasnya.

Kepala BBPOM di Makassar juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran dan berbagi pengalaman, tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi teknis tetapi juga membangun budaya mutu dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan laboratorium.

Mengakhiri sambutannya, Yosef menegaskan bahwa investasi terbaik sebuah laboratorium tidak hanya terletak pada kecanggihan instrumen yang dimiliki, tetapi terutama pada kompetensi sumber daya manusianya.

“Instrumen modern hanya akan menghasilkan data berkualitas apabila dioperasikan oleh penguji yang kompeten, teliti, dan memiliki integritas tinggi. Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas hasil pengujian, serta mendukung terwujudnya laboratorium BPOM yang unggul, terpercaya, dan berstandar internasional dalam melindungi masyarakat,” pungkasnya