JENEPONTO, matasulsel.id – Suasana pagi yang cerah di area Car Free Day (CFD) Simpang Lima, Taman Turatea, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Ahad (28/6/2026), tampak berbeda dan lebih semarak dari biasanya.

Di tengah hilir mudik warga yang berolahraga, ada satu daya tarik luar biasa yang paling dinanti oleh pengunjung dari berbagai kalangan usia, sensasi menunggangi kuda langsung di dalam area taman.

Aktivitas berkuda yang menjadi primadona CFD ini dihadirkan secara khusus oleh komunitas Turatea Horseback Archery (Turatea HBA). Di bawah komando Ustadz Ricard Kholid bersama rekan-rekan komunitasnya, Turatea HBA konsisten menghadirkan pengalaman unik ini sekaligus mempertegas kembali identitas dan entitas Jeneponto sebagai daerah dengan ikon kuda yang melegenda.

Saat ini, Turatea HBA telah memiliki sedikitnya tiga ekor koleksi kuda yang berada dalam kondisi prima, bugar, dan sehat.

Tidak hanya bersiap melayani pengunjung di area CFD, kuda-kuda ini juga kerap melatih ketahanan lewat aktivitas endurance di berbagai sudut wilayah Kota Jeneponto.

Inisiatif positif ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Bupati Jeneponto, Paris Yasin. Kehadiran aktivitas berkuda di arena CFD dinilai memberikan kontribusi nyata dalam menghadirkan kegiatan yang edukatif, sehat, dan mendidik bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda dan anak-anak. Selain menjadi sarana olahraga dan rekreasi keluarga, kegiatan ini sukses menyulap CFD menjadi salah satu destinasi wisata lokal yang dirindukan setiap pekannya.

Selaras dengan semangat tersebut, belakangan ini diperkenalkan sebuah jargon atau tagline pemikat baru, “Sengka Ki ri Jeneponto “(Singgahlah di Jeneponto). Tagline ini bukan sekadar kata-kata ajakan, melainkan sebuah penanda bahwa aktivitas berkuda kini telah menjadi magnet utama yang menawarkan pengalaman autentik bagi siapapun yang berkunjung atau sekadar mampir di Bumi Turatea.

Dalam rekam jejaknya, Turatea HBA tidak hanya mengenalkan olahraga berkuda, tetapi juga memadukannya dengan seni memanah (archery), baik memanah statis maupun memanah sambil berkuda, serta kegiatan jelajah endurance.

Melalui kolaborasi aksi komunitas dan dukungan penuh pemerintah daerah, Jeneponto kini semakin memantapkan posisinya sebagai pilar utama sekaligus gerbang wisata petualangan berkuda yang sesungguhnya di Sulawesi Selatan.

Jadi, jika Anda sedang berada atau melintas di Jeneponto, pastikan untuk singgah dan merasakan sendiri keseruannya.
Sengka Ki Ri Jeneponto. (*)