MAKASSAR – Perjalanan menuju perubahan di tubuh Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Provinsi Sulawesi Selatan mencapai puncaknya pada Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW FK PKBM Sulsel yang digelar di Hotel Aerotel Smile Makassar, Jumat–Ahad (26–28 Juni 2026). Setelah seluruh proses berjalan secara demokratis dan calon lain menyatakan mengundurkan diri, Hj. Andi Sumarni, S.Pd., M.M. resmi ditetapkan sebagai Ketua DPW FK PKBM Provinsi Sulawesi Selatan periode mendatang.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari perjalanan panjang yang diawali dengan Deklarasi Hotel Bali Makassar pada 16 Juni 2026, bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah, yang menjadi tonggak konsolidasi kekuatan berbagai DPD FK PKBM se-Sulawesi Selatan. Deklarasi tersebut menjadi simbol lahirnya semangat perubahan yang kemudian dikenal sebagai gerakan Tim Solid Perubahan.
Hotel Bali Makassar menjadi saksi lahirnya komitmen bersama untuk menghadirkan kepemimpinan baru yang mengedepankan kolaborasi, kebersamaan, serta tata kelola organisasi yang lebih bermartabat dengan menjunjung tinggi nilai sipakatau dan sipakalebbi.
Dalam proses konsolidasi tersebut, delapan DPD FK PKBM tampil sebagai motor penggerak awal perubahan dengan menyerahkan rekomendasi dukungan secara langsung kepada bakal calon Ketua DPW FK PKBM Sulsel, yakni DPD FK PKBM Parepare, Jeneponto, Makassar, Bulukumba, Wajo, Takalar, Maros, dan Soppeng.
Gelombang dukungan kemudian terus menguat dengan bergabungnya DPD FK PKBM Selayar, Bone, Luwu Timur, Bantaeng, Sinjai, Pinrang, dan Sidrap yang turut menyerahkan rekomendasi sebagai bentuk komitmen terhadap terwujudnya organisasi yang lebih solid, inklusif, dan kolaboratif.

Semangat perjuangan tersebut akhirnya berbuah manis pada forum Muswil, ketika Hj. Andi Sumarni ditetapkan secara aklamatif setelah calon lainnya mengundurkan diri. Penetapan itu menjadi momentum penting dalam sejarah FK PKBM Sulawesi Selatan sekaligus menandai dimulainya babak baru kepemimpinan organisasi.
Para penggerak perubahan menegaskan bahwa kemenangan ini bukan sekadar kemenangan seorang ketua, melainkan kemenangan seluruh keluarga besar FK PKBM Sulawesi Selatan yang mendambakan organisasi yang lebih kuat, profesional, dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam memajukan pendidikan nonformal.
Mereka juga menegaskan bahwa perubahan hanya dapat diwujudkan melalui persatuan dan kolaborasi seluruh pengurus serta anggota di setiap kabupaten dan kota.
“Perubahan bukan tentang siapa yang memimpin, tetapi tentang siapa yang bersedia berjalan bersama. Kepemimpinan baru Ibu Hj. Andi Sumarni adalah simbol harapan, sementara gerakan yang solid dan terkonsolidasi adalah kekuatan. Bersatu dalam langkah, teguh dalam perjuangan, dan ikhlas dalam pengabdian, kita wujudkan FK PKBM Sulawesi Selatan yang lebih maju, lebih kuat, dan lebih bermartabat.”
Semangat tersebut kemudian dirangkum dalam slogan yang menjadi ruh perjuangan Tim Solid Perubahan:
“Solid dan Terkonsolidasi, Kuat dalam Kolaborasi, Bergerak untuk Perubahan, Berkarya untuk Kemajuan FK PKBM Sulawesi Selatan.”
Dengan berakhirnya Muswil, seluruh elemen FK PKBM Sulawesi Selatan diharapkan meninggalkan seluruh dinamika kontestasi dan kembali merapatkan barisan untuk membangun organisasi secara bersama-sama, menjadikan FK PKBM sebagai rumah besar pendidikan masyarakat yang semakin maju, profesional, bermartabat, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan nonformal di Sulawesi Selatan. (*)

Tinggalkan Balasan