MAKASSAR – Gerakan Pemuda Nahdliyyin (GPN) atau Gerakan Pengawal Anregurutta Nasaruddin Umar menyatakan kesiapan untuk mengawal dan mendukung Nasaruddin Umar untuk memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026, jum’at(26/06/2026).

Direktur Pengembangan GPN, Muhajirin, menegaskan bahwa Anregurutta Nasaruddin Umar merupakan figur yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan rekam jejak kepemimpinan yang sangat lengkap untuk memimpin organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.

“Anregurutta Nasaruddin Umar memiliki pengalaman yang sangat lengkap. Beliau adalah birokrat, akademisi, sekaligus ulama yang memiliki kedalaman keilmuan dan pengaruh yang luas. Selain dikenal di tingkat nasional, beliau juga memiliki jejaring internasional yang kuat. Modal kepemimpinan seperti inilah yang dibutuhkan PBNU untuk menghadapi berbagai tantangan zaman sekaligus memperkuat peran NU di tingkat global,” ujar Muhajirin.

Menurut Muhajirin, PBNU membutuhkan pemimpin yang mampu menjembatani tradisi keilmuan pesantren dengan tuntutan perkembangan dunia modern tanpa kehilangan identitas ke-NU-an.

“Anregurutta tidak hanya memiliki kapasitas intelektual dan pengalaman pemerintahan, tetapi juga memiliki komitmen yang kuat terhadap penguatan pesantren dan pendidikan Islam. Beliau adalah sosok yang mampu merawat tradisi sekaligus menghadirkan gagasan-gagasan kemajuan untuk masa depan NU,” katanya.

Muhajirin juga menilai bahwa Nasaruddin Umar telah memenuhi aspek penting yang selama ini menjadi bagian dari tradisi kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama, yakni memiliki kedekatan yang kuat dengan dunia pesantren.

“Beliau memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan pendidikan Islam dan pembinaan pesantren. Karena itu, secara moral, keilmuan, dan organisatoris, Anregurutta memiliki legitimasi yang kuat untuk memimpin PBNU,” tambahnya.

Sementara itu, Penasehat GPN, Taslimatau yang akrab disapa Gus Taslim, menilai sudah saatnya Nahdlatul Ulama semakin memperkuat representasi kepemimpinan dari kawasan Indonesia Timur.

“NU merupakan organisasi besar yang menaungi warga nahdliyyin di seluruh Indonesia. Kehadiran figur dari Indonesia Timur yang memiliki kapasitas nasional dan pengakuan internasional akan menjadi energi baru bagi penguatan organisasi. Anregurutta adalah salah satu representasi terbaik yang dimiliki kawasan timur saat ini,” ujar Gus Taslim.

Ia menambahkan bahwa kepemimpinan Nasaruddin Umar akan mempertegas posisi NU sebagai organisasi yang inklusif dan terbuka bagi seluruh warga nahdliyyin tanpa memandang latar belakang geografis.

“Ini bukan soal wilayah, tetapi tentang kapasitas dan pengabdian. Namun kehadiran tokoh dari Indonesia Timur tentu menjadi simbol penting bahwa NU adalah rumah besar bagi seluruh warga nahdliyyin dari Sabang sampai Merauke,” katanya.

GPN berpandangan bahwa kepemimpinan Anregurutta Nasaruddin Umar berpotensi memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas jejaring internasional Nahdlatul Ulama, serta mendorong penguatan pendidikan dan pesantren di berbagai daerah.

Sebagai gerakan yang berkomitmen menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah serta memperkuat persatuan warga nahdliyyin, GPN menyatakan akan terus membangun komunikasi dengan berbagai elemen di lingkungan Nahdlatul Ulama guna mendorong lahirnya kepemimpinan PBNU yang inklusif, visioner, dan mampu menjawab tantangan global tanpa meninggalkan tradisi keilmuan dan kepesantrenan yang menjadi jati diri NU.

Muhajirin berharap proses Muktamar NU 2026 dapat berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi semakin berkontribusi bagi umat, bangsa, dan dunia.

“Siapa pun yang terpilih nantinya harus menjadi pemimpin yang mampu menjaga marwah organisasi, memperkuat persatuan warga nahdliyyin, dan melanjutkan khidmat NU untuk kemaslahatan umat. Kami melihat Anregurutta Nasaruddin Umar memiliki kapasitas dan pengalaman yang sangat memadai untuk menjalankan amanah besar tersebut,” tutupnya.