Makasar – PT Pelindo Jasa Maritim (PJM), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero), mencatat pertumbuhan kinerja positif pada layanan kapal hingga September 2026. PJM Wilayah 2 menjadi kontributor utama pertumbuhan tersebut dengan peningkatan kunjungan kapal sebesar 16 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Realisasi kunjungan kapal mencapai 117 % dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) hingga September 2026, tertinggi di antara seluruh wilayah operasional PJM, senin(26/10/2026).

Pertumbuhan tersebut juga diikuti peningkatan kapasitas kapal yang dilayani. Total gross tonnage (GT) kapal di Wilayah 2 tumbuh 8 % YoY, dengan realisasi mencapai 103 % dari target RKAP. Sementara itu, produksi layanan pemanduan meningkat 7 % YoY dan mencapai 105 % dari target RKAP periode berjalan.

Peningkatan aktivitas kapal terutama tercatat di sejumlah unit layanan, yakni Panjang, Pontianak, Tanjung Pandan, Tanjung Priok, Cirebon, Palembang, dan Jambi. Pertumbuhan ini didorong meningkatnya kunjungan kapal di dermaga umum dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), khususnya kapal pengangkut BBM, curah kering, gas, peti kemas, kapal roll-on/roll-off (Ro-Ro), serta kapal penumpang.

Kinerja Wilayah 2 turut mendorong pertumbuhan PJM secara nasional. Hingga September 2026, total kunjungan kapal yang dilayani PJM di seluruh Indonesia meningkat 2,8% YoY, dengan realisasi mencapai 104% dari target RKAP.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, produksi layanan pemanduan secara nasional meningkat 5,6 % YoY, sedangkan layanan penundaan tumbuh 7% YoY. Realisasi kedua layanan tersebut masing-masing mencapai 103% dan 104% dari target RKAP hingga September 2026.

SVP Sekretaris Perusahaan PT Pelindo Jasa Maritim, Amy Purwa A., menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam meningkatkan kinerja operasional dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja.

“Pertumbuhan kinerja ini menunjukkan komitmen PJM dalam meningkatkan produktivitas serta memastikan layanan pemanduan dan penundaan kapal berjalan secara aman, andal, dan efisien. Peningkatan aktivitas kapal harus diimbangi dengan kesiapan operasional, kualitas pelayanan, dan penerapan standar keselamatan secara konsisten,” ujarnya.

Lebih lanjut, Amy Purwa menegaskan bahwa penguatan kinerja PJM sejalan dengan arah transformasi Danantara Indonesia yang menekankan efisiensi operasional, tata kelola perusahaan yang baik, dan penciptaan nilai tambah berkelanjutan.

“PJM terus memperkuat disiplin operasional, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja, serta tata kelola yang berintegritas. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan daya saing layanan maritim sekaligus mendukung kelancaran arus logistik dan pertumbuhan ekonomi nasional,” tutupnya.