Kepulauan Selayar – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar terus memperkuat komitmennya dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat melalui pelaksanaan Pengawasan Terpadu Obat dan Makanan di Kabupaten Kepulauan Selayar. Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kepala Badan POM RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D agar Badan POM senantiasa hadir lebuh dekat untuk memberikan perlindungan nyata kepada masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi melalui kemudahan layanan perizinan bagi pelaku usaha, sabtu(04/07/2026).
“BPOM tidak hanya hadir sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dan pelaku usaha. Kami ingin memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dari Obat dan Makanan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, mutu, serta khasiat atau kemanfaatan, sekaligus mendorong UMKM agar mampu naik kelas dan semakin berdaya saing,” ujar Yosef.
Mantappol Sulsel menghadirkan Pengawasan Terintegrasi Dari Hulu Hingga Hilir
Pengawasan Terpadu di Kabupaten Kepulauan Selayar dilaksanakan melalui pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi dalam satu rangkaian kegiatan Mantappol Sulsel (Pengawasan dan Pelayanan Obat dan Makanan Menjangkau Kota hingga Pelosok Sulawesi Selatan) Selain melakukan inspeksi terhadap sarana produksi pangan, sarana pelayanan kefarmasian seperti rumah sakit, apotek, dan klinik, BBPOM di Makassar juga melakukan pengawasan pada sarana distribusi pangan olahan, obat bahan alam, suplemen kesehatan, dan kosmetik.
Pendekatan tersebut dipadukan dengan pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, edukasi kepada konsumen, serta pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Melalui model pelayanan terpadu ini, masyarakat tidak hanya memperoleh perlindungan melalui pengawasan, tetapi juga mendapatkan akses langsung terhadap layanan BPOM.
Perkuat Sinergi Dengan Pemerintah Daerah
Pada saat audiensi Kepala BBPOM di Makassar bersama Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Drs. H. Muhtar, M.M., Yosef menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar terhadap berbagai program strategis BPOM.
Menurut Yosef, Kepala Daerah memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun sistem pengawasan Obat dan Makanan yang efektif karena isu keamanan Obat dan Makanan berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat, ketahanan nasional, kualitas sumber daya manusia, serta peningkatan daya saing daerah.
“Kolaborasi antara BPOM dan pemerintah daerah merupakan kunci untuk membangun ekosistem pengawasan yang kuat. Melalui sinergi yang baik, kita dapat mewujudkan masyarakat yang sehat sekaligus menghasilkan SDM yang unggul, produktif, berkualitas, dan berdaya saing,” jelasnya.
Wakil Bupati Kepulauan Selayar menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Pengawasan Terpadu yang dinilai menjadi bukti nyata sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dengan BPOM dalam melindungi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM.
“Kami menyambut baik kehadiran BBPOM di Makassar di Kabupaten Kepulauan Selayar. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan perlindungan masyarakat dari pangan yang tidak aman, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat serta membuka peluang bagi UMKM untuk berkembang melalui pendampingan dan fasilitasi perizinan,” ujar Wakil Bupati.
Bapak Wakil Bupati menyampaikan, Kepulauan Selayar memiliki potensi besar pada sektor perikanan dan perkebunan, khususnya komoditas kenari dan kelapa. “Kami memiliki program strategis daerah GEMERLAP (Gerakan Menanam Lima Juta Kelapa), yang menjadi fondasi pengembangan hilirisasi berbasis kelapa yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat” ungkap Wakil Bupati
Merepon hal tersebut, Yosef menyatakan BPOM siap menyukseskan Program GEMERLAP. “Kelapa dapat diolah menajdi produk bernilai tambah secara ekonomi, seperti: minyak kelapa, santan instan, Virgin Coconut Oil (VCO), nata de coco, tepung kelapa, gula kelapa, dan produk turunan lainnya” ungkap Yosef
“Kami akan dampingi untuk memastikan pemenuhan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) serta proses izin edar BPOMnya untuk meningkatkan daya saing produk” lanjut Yosef
Semarakkan Hari Keamanan Pangan Sedunia 2026
Pengawasan Terpadu ini juga dirangkaikan dengan peringatan World Food Safety Day (Hari Keamanan Pangan Sedunia) 2026 yang mengangkat tema “Dari Beban Menjadi Solusi – Pangan Aman Dimanapun Berada.” Tema tersebut menegaskan pentingnya mengubah berbagai tantangan keamanan pangan menjadi solusi nyata melalui penguatan sistem keamanan pangan di seluruh rantai pasok, mulai dari produksi hingga konsumsi. Keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat.
Dalam rangka memperingati Hari Keamanan Pangan Sedunia, BBPOM di Makassar berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar menyelenggarakan berbagai kegiatan pada momentum Car Free Night (CFN) dan Car Free Day (CFD).
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh layanan pengujian cepat (rapid test) terhadap pangan olahan yang diduga mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, Rhodamin B, dan Metanil Yellow. Pengujian cepat juga dilakukan terhadap kosmetik untuk mendeteksi kandungan merkuri, hidrokuinon, asam retinoat, dan Rhodamin B.
Selain itu, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai keamanan obat dan makanan, penggunaan obat yang benar, penerapan prinsip Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) dan BPOM Mobile, serta dapat melihat secara langsung contoh-contoh produk ilegal dan mengandung bahan berbahaya yang berhasil diamankan BPOM.
BBPOM di Makassar juga menyiapkan tempat sampah obat yang sudah tidak digunakan untuk nantinya dimusnahkan secara lestari dan tidak mencemari lengkungan. “Melalui program Ayo Buang Sampah Obat dengan Benar, kami mengajak masyrakat untuk tidak membuang sampah sampah obat sembarangan, karena berpotesi disalahgunakan dan bisa mencemari lingkungan: ungkap Yosef
“Pengawasan akan semakin efektif apabila didukung oleh masyarakat yang cerdas dalam memilih produk. Karena itu kami terus mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip Cek KLIK sebelum membeli atau menggunakan produk Obat dan Makanan serta download BPOM Mobile untuk cek legalitas produk” kata Yosef.
STARLING Hadir Lebih Dekat Kepada Masyarakat dan UMK
Sebagai bentuk transformasi pelayanan publik, BBPOM di Makassar juga menghadirkan layanan STARLING (Sertifikasi dan Informasi Keliling) pada kegiatan CFN dan CFD.
Melalui layanan ini, pelaku UMK memperoleh konsultasi langsung mengenai persyaratan sertifikasi, registrasi izin edar, hingga pendampingan pengembangan produk. Masyarakat juga dapat berkonsultasi mengenai keamanan obat, kosmetik, dan pangan tanpa harus datang ke kantor BBPOM di Makassar.
Yosef menjelaskan bahwa BPOM terus memberikan berbagai kemudahan kepada UMKM sebagai bagian dari strategi nasional meningkatkan daya saing produk lokal.
“BPOM memberikan berbagai bentuk dukungan kepada UMKM, mulai dari pendampinga proses izin edar, tarif PNBP pendaftaran produk 0 rupiah bagi UMKM, serta dukungan pengujian gratis bagi UMKM yang telah memenuhi persyaratan. Kami ingin semakin banyak produk lokal yang mampu menembus pasar nasional bahkan go global” ujarnya.
Pelaksanaan layanan STARLING mendapat sambutan yang sangat positif, sejak stan pelayanan dibuka, masyarakat datang untuk berkonsultasi, memanfaatkan layanan uji cepat, hingga memperoleh informasi mengenai Obat dan Makanan yang aman.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Yosef menegaskan bahwa pelayanan yang hadir di ruang publik merupakan bentuk transformasi pelayanan BPOM agar semakin mudah dijangkau masyarakat. “Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap layanan dan informasi BPOM sangat tinggi. Kami akan terus menghadirkan pelayanan yang lebih dekat. mudah, interaktif, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat” jelasnya.
Apresiasi Bagi Desa yang Berkomitmen Membangun Budaya Pangan Aman
Pada pelaksanaan Car Free Day yang dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pariwisata, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, serta organisasi profesi, BBPOM di Makassar menyerahkan Sertifikat Desa Pangan Aman kepada Desa Bontosunggu sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilannya menjadi peringkat 5 terbaik Desa Pangan Aman tingkat Nasional.
Menurut Yosef, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, kader keamanan pangan, pelaku usaha, dan masyarakat. “Prestasi Desa Bontosunggu membuktikan bahwa kolaborasi mampu menghadirkan perubahan nyata. Kami berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk membangun budaya keamanan pangan berbasis pemberdayaan masyarakat sehingga perlindungan konsumen dapat dimulai dari tingkat desa, termasuk untuk mengerakan ekonomi desa” ungkapnya.
Wujud Transformasi Pelayanan BPOM
Menutup seluruh rangkaian kegiatan, Yosef menegaskan bahwa Pengawasan Terpadu merupakan implementasi transformasi pelayanan BPOM yang mengedepankan pengawasan, edukasi, pemberdayaan, dan pelayanan publik secara terpadu.
“BBPOM di Makassar berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang semakin dekat dengan masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan. Perlindungan masyarakat terhadap Obat dan Makanan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Sinergi ini diharapkan mampu mewujudkan masyarakat yang sehat, SDM yang unggul dan berdaya saing, serta pelaku usaha yang semakin mandiri dan patuh terhadap regulasi” tutup Yosef.
Cetak Agen Perubahan Obat dan Makanan Aman Melalui Pelantikan Saka POM Kepulauan Selayar
Guna membentuk agen penyambung informasi Obat dan Makanam yang aman, BBPOM di Makassar juga melaksanakan kegiatan orientasi serta pelantikan terhadap 50 orang anggota SAKA POM Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kepulauan Selayar. “Gerakan Pramuka merupakan mitra strategis BPOM, dan kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap keamanan Obat dan Makanan. Kami berharap adek-adek Pramuka mampu menjadi aktif bergerak menjadi agen perubahan di tengah masyarakat” ujar Yosef
Dalam sambutannya, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kepulauan Selayar menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Saka POM di Kepulauan Selayar. Menurutnya, keberadaan Saka POM merupakan investasi penting dalam membangun karakter generasi muda yang peduli terhadap kesehatan masyarakat.
“Anggota Saka POM memiliki tanggung jawab sebagai pelopor sekaligus penyambung informasi kepada masyarakat. Mereka diharapkan mampu menjadi teladan dan garda terdepan dalam mengedukasi keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitarnya agar semakin cerdas dalam memilih serta menggunakan Obat dan Makanan yang aman dan bermutu” ujarnya
Pelaksanaan Pengawasan Terpadu di Kabupaten Kepulauan Selayar menjadi bukti nyata bahwa kehadiran BPOM tidak hanya berfokus pada penegakan regulasi, tetapi juga mengedepankan pendekatan edukatif, pemberdayaan masyarakat, dan pelayanan publik yang inklusif. Dengan mendekatkan layanan hingga ke wilayah kepulauan, BBPOM di Makassar berharap budaya keamanan Obat dan Makanan semakin mengakar, pelaku usaha semakin kompetitif, serta ekosistem perlindungan konsumen semakin kuat dan berkelanjutan untuk Indonesia Emas 2045

Tinggalkan Balasan