Jeneponto, matasulsel.id — Suasana berbeda terlihat di Stadion Mini Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sabtu malam (31/10/2026).

Ratusan warga, didominasi keluarga bersama anak-anak, memadati kawasan stadion untuk menikmati suasana malam, bercengkerama, bermain, dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Pemandangan ini menjadi potret baru kehidupan ruang publik di Jeneponto. Area stadion yang sebelumnya lebih dikenal sebagai fasilitas olahraga, kini berkembang menjadi ruang sosial dan rekreasi keluarga yang semakin diminati masyarakat.

Di berbagai sudut stadion, anak-anak tampak berlarian dan bermain bola. Sebagian lainnya menikmati permainan gelembung sabun atau bubble gun.

Sementara itu, para orang tua terlihat duduk santai bersama keluarga, menikmati makanan dan minuman, baik yang dibawa dari rumah maupun dibeli dari pelaku UMKM di sekitar kawasan stadion.

Suasana semakin hidup dengan hadirnya berbagai aktivitas ekonomi kreatif. Sejumlah pedagang menawarkan aneka jajanan, makanan, dan minuman. Ada pula wahana permainan bergerak serta aktivitas menggambar yang menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak.

Ramainya pengunjung juga terlihat dari kawasan parkir kendaraan. Sepeda motor dan mobil memenuhi area parkir hingga ruas jalan protokol yang telah mendapatkan pengerasan cukup baik, bahkan memanjang hingga kawasan depan Masjid Agung Jeneponto.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa Stadion Mini Turatea tidak sekadar menjadi tempat berolahraga, tetapi telah tumbuh menjadi salah satu destinasi ruang publik yang memiliki daya tarik sosial dan ekonomi bagi masyarakat perkotaan Jeneponto.

Sejak revitalisasi yang dimulai pada akhir 2025, stadion ini telah beberapa kali menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan berskala besar, mulai dari turnamen sepak bola hingga UMKM Expo.

Pada pagi hari, kawasan stadion dimanfaatkan masyarakat untuk jogging dan berolahraga. Sementara pada malam hari, suasananya berubah menjadi ruang berkumpul keluarga dengan dukungan pencahayaan yang semakin memadai.

Salah seorang pengunjung yang datang bersama istri dan anak-anaknya mengaku bersyukur atas perubahan wajah Stadion Mini Turatea. Pengunjung yang tidak ingin disebutkan namanya itu menyampaikan apresiasi kepada Bupati Jeneponto, Paris Yasir, atas upaya menghadirkan kembali stadion sebagai ruang publik yang lebih nyaman dan ramah keluarga.

Menurutnya, kawasan stadion kini menjadi salah satu pilihan favorit untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan Jeneponto. Suasananya yang terbuka, teduh, serta didukung fasilitas penerangan yang baik membuat anak-anak dapat bermain sementara orang tua menikmati waktu santai.

Dampak positifnya juga dirasakan para pelaku usaha di sekitar kawasan stadion. Kehadiran pengunjung turut menghidupkan aktivitas UMKM, kafe, rumah makan, dan pertokoan. Dengan demikian, revitalisasi ruang publik tidak hanya memberikan manfaat dari sisi sosial dan rekreasi, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Bupati Jeneponto Paris Yasir, keberadaan Stadion Mini Turatea menjadi salah satu gambaran penting bagaimana fasilitas publik dapat dikembangkan menjadi ruang yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Sebuah kawasan yang tidak hanya digunakan ketika ada pertandingan atau kegiatan tertentu, tetapi dapat dinikmati setiap hari oleh berbagai lapisan warga.

Meski demikian, meningkatnya aktivitas dan jumlah pengunjung perlu diikuti dengan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan kawasan. Pengunjung diharapkan membuang sampah pada tempatnya, menjaga fasilitas umum, serta memberikan ruang yang aman bagi anak-anak untuk bermain.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah ruang publik bukan hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan keindahan fasilitasnya, tetapi juga oleh bagaimana masyarakat merawat dan memanfaatkannya secara bersama-sama.

Stadion Mini Turatea kini menghadirkan cerita baru bagi Jeneponto. Dari lapangan olahraga menjadi ruang kebersamaan, dari fasilitas publik menjadi tempat keluarga menemukan kebahagiaan sederhana. Sebuah ruang yang mempertemukan masyarakat, menghidupkan UMKM, dan menghadirkan wajah kota yang semakin ramah bagi warganya. (*)