JAKARTA – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat insiden KM Lawit yang mengalami benturan dengan dermaga saat melakukan olah gerak kapal di Pelabuhan IPPI, Ende, Nusa Tenggara Timur, pada hari kamis(29/10/2026), jum’at(30/10/2026).

Saat kejadian, KM Lawit membawa 1.146 penumpang di atas kapal _(on board)_. Dari jumlah tersebut, sebanyak 317 penumpang turun di Pelabuhan Ende. Sementara itu, perjalanan 379 penumpang yang semula dijadwalkan naik dari Pelabuhan Ende dibatalkan. Atas pembatalan tersebut, PELNI memberikan pengembalian dana tiket sebesar 100 persen.

Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda menyampaikan bahwa PELNI berupaya memastikan penumpang yang terdampak tetap mendapatkan penanganan dan alternatif transportasi.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan akibat insiden ini. Kami berupaya menyiapkan alternatif transportasi agar perjalanan penumpang lanjutan tetap dapat dilayani,” ujar Ditto.

Untuk memastikan kelanjutan perjalanan penumpang, PELNI mengajukan permohonan deviasi atau perubahan rute untuk KM Egon kepada Kementerian Perhubungan. KM Egon melakukan deviasi dengan menyinggahi Pelabuhan Ende, Lewoleba dan Kupang sebelum kembali ke Pelabuhan Waingapu.

Ditto menambahkan KM Egon dijadwalkan kembali melayani rute regulernya pada Senin, 2 November 2026 setelah menyelesaikan perbantuan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Kementerian Perhubungan RI dan KSOP setempat kepada PELNI terkait persetujuan izin KM Egon dalam rangka melayani mobilisasi penumpang Ex KM Lawit,” ujar Ditto.

PELNI terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan memantau perbaikan KM Lawit. Perusahaan juga berkomitmen menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat berdasarkan hasil verifikasi dan koordinasi di lapangan.

“Keselamatan penumpang dan kru kapal tetap menjadi prioritas utama kami. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik serta menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan bagi penumpang terdampak,” tambah Ditto.

Ditto turut mengimbau penumpang yang terdampak untuk mengikuti informasi dan arahan resmi perusahaan terkait perubahan jadwal serta pengaturan perjalanan selanjutnya.

“Kami akan terus menyampaikan perkembangan informasi secara berkala agar masyarakat memperoleh informasi tentang ketersediaan kapal alternatif dan kesiapan KM Lawit untuk melayani masyarakat kembali” tutup Ditto.

Sebagai informasi, KM Lawit merupakan salah satu kapal penumpang milik PELNI yang melayani rute Kumai–Surabaya–Benoa–Bima–Waingapu–Ende–Lewoleba–Kupang–Rote(PP).

PELNI berkomitmen untuk terus mengutamakan keselamatan penumpang dan kru kapal serta memastikan penanganan insiden dilakukan secara optimal.