Jeneponto, matasulsel.id — Kehadiran Bunda Literasi Kabupaten Jeneponto, Salmawati Paris, di tengah aktivitas Lapak Baca Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pajeka pada kegiatan Car Free Day (CFD) di Taman Turatea, Ahad, 1 November 2026, menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para pegiat literasi dan pengunjung, khususnya anak-anak.

Kehadiran Salmawati Paris dalam kegiatan Lapak Baca TBM Pajeka bukanlah yang pertama kali. Beberapa kali ia hadir secara langsung, berinteraksi dengan pengunjung, sekaligus memberikan dukungan dan motivasi bagi tumbuhnya budaya membaca di tengah masyarakat.

Dalam kunjungannya kali ini, Bunda Literasi tampak menyapa dan berinteraksi dengan anak-anak yang mengikuti berbagai aktivitas literasi.

Kehadirannya menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan nyata terhadap gerakan literasi yang tumbuh melalui ruang-ruang publik.

Dukungan tersebut juga sejalan dengan komitmen Salmawati Paris dalam mengembangkan gerakan literasi di Kabupaten Jeneponto. Beberapa waktu lalu, dalam rangkaian Festival Literasi Jeneponto yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, ia mengukuhkan dan melantik Bunda Literasi Kecamatan dari 11 kecamatan se-Kabupaten Jeneponto.

Sementara itu, Lapak Baca TBM Pajeka yang rutin hadir setiap pelaksanaan Car Free Day di Taman Turatea tidak hanya menyediakan beragam koleksi buku bacaan, khususnya buku-buku anak, tetapi juga menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dan menyenangkan.

Anak-anak dapat mengikuti kegiatan menggambar dan mewarnai, bermain ular tangga literasi, serta menikmati sejumlah permainan rakyat lainnya. Berbagai aktivitas tersebut dirancang untuk memperkenalkan literasi melalui pendekatan yang menyenangkan, interaktif, dan dekat dengan dunia anak.

Menariknya, kegiatan Lapak Baca kali ini juga menghadirkan gerakan donasi literasi. Melalui penjualan air mineral kemasan, seluruh hasil penjualan didonasikan untuk mendukung kebutuhan dan keberlangsungan kegiatan literasi TBM Pajeka.

Bentuk kepedulian tersebut mendapat sambutan positif dari Bunda Literasi. Bahkan, Salmawati Paris tampak memborong sejumlah air mineral yang kemudian dibagikan secara gratis kepada para pengunjung Lapak Baca.

Aksi sederhana tersebut menjadi pesan inspiratif bahwa gerakan literasi dapat didukung melalui berbagai cara. Tidak hanya dengan menyediakan buku dan fasilitas membaca, tetapi juga melalui kepedulian, kebersamaan, serta partisipasi langsung dalam kegiatan masyarakat.

Bagi para pegiat literasi TBM Pajeka kehadiran dan dukungan Bunda Literasi Kabupaten Jeneponto tentu menjadi energi positif untuk terus menghadirkan ruang-ruang belajar alternatif bagi masyarakat.

Lapak Baca di Car Free Day Taman Turatea diharapkan tidak sekadar menjadi tempat membaca, tetapi juga tumbuh sebagai ruang rekreasi edukatif, interaksi keluarga, dan tempat anak-anak mengenal dunia pengetahuan dengan cara yang menyenangkan.

Sebab, membangun budaya literasi bukan hanya tentang mengajak masyarakat membaca buku, melainkan juga menghadirkan lingkungan yang mencintai pengetahuan dan memberi ruang bagi setiap anak untuk tumbuh, belajar, dan berkreasi. (*)