PAREPARE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Andisetia Prawira, menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan limbah dapur sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah organik yang lebih berkelanjutan di masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026, pukul 13.30 hingga 15.00 WITA ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna sekaligus ramah lingkungan.
Pelatihan tersebut dilatarbelakangi hasil observasi di lokasi KKN yang menunjukkan masih banyak masyarakat membuang limbah organik, seperti sisa sayuran, kulit buah, dan sisa makanan, tanpa melalui proses pengolahan.
Padahal, limbah tersebut memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman sekaligus mengurangi volume sampah rumah tangga.
Dalam kegiatan tersebut, Andisetia Prawira memberikan materi mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik, manfaat penggunaan pupuk organik cair bagi pertumbuhan tanaman, serta dampak positifnya terhadap kelestarian lingkungan.
Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola sampah sejak dari rumah.
Setelah sesi penyampaian materi, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan pupuk organik cair menggunakan bahan sederhana yang mudah diperoleh, yakni limbah dapur, EM4, gula merah atau molase, dan air.
Warga tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari proses pencampuran bahan, teknik fermentasi, cara penyimpanan, hingga penggunaan pupuk organik cair pada tanaman.
Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh untuk mengolah limbah dapur secara mandiri.
Selain membantu mengurangi jumlah sampah organik yang berakhir di tempat pembuangan, pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik cair juga dapat mendukung budidaya tanaman yang lebih ramah lingkungan serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Program kerja yang diinisiasi Andisetia Prawira menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12, yakni Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Melalui edukasi berbasis masyarakat ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif untuk menerapkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif.

Tinggalkan Balasan