BANTAENG – Komitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal sebagai fondasi pertumbuhan industri terus diperkuat PT PLN (Persero).

Melalui audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Bantaeng, PLN menegaskan kesiapan infrastruktur kelistrikan untuk mendukung masuknya investor baru di Kawasan Industri Bantaeng (KIBA), sekaligus memperkuat sinergi dalam mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah.

 

Pertemuan strategis yang berlangsung pada Selasa (14/7) tersebut menjadi langkah penting dalam menyelaraskan program pemerintah daerah dengan kesiapan sistem kelistrikan nasional.

Di tengah meningkatnya minat investasi di sektor industri pengolahan, keandalan pasokan energi dinilai menjadi salah satu faktor utama yang menentukan daya saing suatu kawasan industri.

 

Audiensi diterima langsung oleh Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, didampingi jajaran Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Dari pihak PLN hadir Manager Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Jeneponto, Akhbal Akhsyahadat, yang mewakili manajemen PLN UPT Makassar.

Turut hadir Manager PLN UP3 Bulukumba Ridjal Abdul Rasyid beserta jajaran manajemen, menunjukkan komitmen PLN dalam menghadirkan pelayanan kelistrikan yang terintegrasi mulai dari sistem transmisi hingga distribusi kepada pelanggan.

 

Dalam pertemuan tersebut, PLN memaparkan kesiapan jaringan kelistrikan untuk melayani kebutuhan calon Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) yang akan beroperasi di Kawasan Industri Bantaeng.

Kesiapan tersebut mencakup infrastruktur transmisi, gardu induk, hingga sistem distribusi yang dirancang agar mampu menopang kebutuhan listrik industri berskala besar secara berkelanjutan.

 

Langkah ini merupakan bagian dari dukungan PLN terhadap agenda hilirisasi industri yang tengah menjadi fokus pembangunan nasional.

Dengan tersedianya pasokan listrik yang andal, pelaku industri diharapkan dapat menjalankan aktivitas produksi secara optimal, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat daya saing produk nasional di pasar global.

 

Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin menyambut positif inisiatif PLN yang secara proaktif memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan sebelum investasi mulai berjalan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan PLN menjadi modal penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, memberikan kepastian bagi investor, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Kehadiran industri baru di Kawasan Industri Bantaeng diyakini tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperluas peluang usaha bagi masyarakat, serta menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi berbagai sektor pendukung, mulai dari perdagangan, jasa, hingga usaha mikro dan kecil.

 

PLN juga menegaskan bahwa penyediaan listrik bukan sekadar menghadirkan energi, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem investasi yang berkelanjutan.

Infrastruktur kelistrikan yang andal akan memberikan kepastian kepada investor sehingga proses produksi dapat berlangsung tanpa hambatan dan mendukung pertumbuhan industri jangka panjang.

 

Melalui audiensi tersebut, PLN dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng sepakat untuk terus memperkuat komunikasi, koordinasi, serta kolaborasi teknis di lapangan guna mengantisipasi berbagai kebutuhan pengembangan kawasan industri ke depan.

Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat realisasi investasi sekaligus menjadikan Bantaeng sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri strategis di Sulawesi Selatan.

 

Dengan kolaborasi yang semakin erat antara PLN dan pemerintah daerah, kesiapan infrastruktur kelistrikan di Bantaeng diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pengembangan industri, mendorong hilirisasi sumber daya, meningkatkan daya saing daerah, serta menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.