JENEPONTO, matasulsel.id — Keceriaan anak-anak memenuhi Gedung Kalabbirang Rumah Jabatan Bupati Jeneponto, Selasa (14/7/2026).

Mengenakan pakaian wisuda, puluhan anak dengan wajah penuh bahagia mengikuti *Graduation Ceremony* atau Penamatan PAUD Anak Masa Depan Jeneponto Angkatan VIII Tahun Pelajaran 2025–2026.

PAUD Anak Masa Depan Jeneponto berada di bawah naungan Yayasan Masa Depan Jeneponto dan merupakan binaan PT Energi Bayu Jeneponto–PLTB Tolo 72 MW, bagian dari Vena Energy.

Kegiatan tersebut dihadiri Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto Aspa Muji yang mewakili Bupati Jeneponto, Ketua Yayasan Masa Depan Jeneponto Prof. Hamid Awaludin, Asset Manager PT Energi Bayu Jeneponto Wahyudin, Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto Agus Rizal, jajaran yayasan, kepala sekolah dan dewan guru, orang tua peserta didik, serta sejumlah undangan.

Penamatan berlangsung semarak dengan berbagai persembahan anak-anak. Permainan angklung, gerak dan lagu hingga penampilan bersama menjadi gambaran proses pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memperlihatkan keberanian dan kepercayaan diri para peserta didik.

Di hadapan para orang tua, Ketua Yayasan Masa Depan Jeneponto Prof. Hamid Awaludin menyampaikan refleksi mendalam mengenai tujuan pendidikan anak usia dini yang dikembangkan PAUD Anak Masa Depan Jeneponto.

Menurutnya, PAUD tidak semata-mata menjadi tempat anak mengenal pembelajaran akademik. Lebih jauh, pendidikan sejak usia dini harus menjadi ruang menanamkan karakter dan membangun kecakapan dasar yang akan menentukan masa depan anak.

Prof. Hamid menyebut sedikitnya terdapat lima karakter utama yang terus dibangun melalui proses pendidikan di PAUD Anak Masa Depan Jeneponto.

Pertama adalah kejujuran. Anak-anak sejak dini dibiasakan memahami bahwa mereka tidak boleh mengambil sesuatu yang bukan miliknya dan tidak menempatkan sesuatu yang bukan pada tempatnya.

Menurut Prof. Hamid, prinsip sederhana tersebut merupakan fondasi awal integritas.

“Kalau sejak kecil anak dibiasakan berperilaku jujur, ke depan dia akan memiliki integritas. Dia tidak akan mengambil yang bukan miliknya dan tidak menempatkan sesuatu yang bukan pada tempatnya. Itu prinsip dasar kejujuran,” ujarnya.

Karakter kedua adalah keberanian bertanya dan berpikir kritis. Prof. Hamid bahkan secara khusus meminta para orang tua untuk tidak khawatir ketika anak-anak menjadi lebih aktif bertanya setelah mengikuti pendidikan PAUD.

Menurutnya, anak yang gemar bertanya menunjukkan adanya keinginan untuk mengetahui sesuatu. Rasa ingin tahu itulah yang akan menggerakkan pikiran anak untuk terus berkembang, menemukan jawaban dan melahirkan inovasi.

“Kalau anak-anak ibu di rumah cerewet, berarti kita sukses mendidik, bukan gagal mendidik. Kita memang membuka pikiran dan hati anak untuk bertanya tentang apa pun yang dia lihat dan saksikan,” katanya disambut antusias para orang tua.

Ia menegaskan bahwa ruang pendidikan harus mampu membuat anak merasa aman untuk bertanya. Sebaliknya, ketika anak kehilangan keberanian menyampaikan rasa ingin tahunya, orang dewasa perlu melihat kembali apakah lingkungan di sekitarnya telah memberikan ruang yang cukup bagi anak untuk berekspresi.

Ketiga adalah kemampuan bekerja sama. PAUD Anak Masa Depan Jeneponto, kata Prof. Hamid, mendidik anak agar tidak tumbuh menjadi pribadi yang egois dan individualistis.

Anak dibiasakan bertemu, bermain, berkomunikasi dan menyelesaikan berbagai aktivitas bersama teman-temannya.

Kemampuan bekerja dalam tim dinilai menjadi salah satu kompetensi penting bagi generasi masa depan. Prof. Hamid mencontohkan berbagai perusahaan dan produk teknologi dunia yang berkembang melalui kolaborasi lintas keahlian bahkan lintas negara.

“Tidak ada kesuksesan di masa depan tanpa kerja tim. Karena itu, sejak awal kita mendidik anak-anak supaya mampu bekerja sama, bukan hanya bekerja secara individu,” jelasnya.

Keempat adalah kemandirian. Prinsip tersebut diterapkan melalui berbagai kebiasaan sederhana dalam aktivitas keseharian anak di sekolah.

Anak-anak dibiasakan mencuci tangan sendiri, berbaris, mengatur perlengkapan dan menyelesaikan aktivitas yang mampu mereka lakukan secara mandiri tanpa selalu bergantung kepada guru maupun orang tua.

Menurut Prof. Hamid, kemandirian tidak dapat dibangun secara instan ketika seseorang telah dewasa. Karakter tersebut harus dilatih melalui kebiasaan kecil sejak usia dini.

Kelima adalah kepercayaan diri. Yayasan, lanjutnya, ingin memastikan setiap anak tumbuh dengan keyakinan terhadap kemampuan dirinya tanpa merasa rendah diri karena latar belakang apa pun.

Anak-anak harus percaya bahwa mereka memiliki kemampuan, potensi dan kesempatan untuk menjadi yang terbaik pada bidangnya masing-masing.

“Jangan ada minder. Kita latih dari kecil agar mereka percaya terhadap kemampuannya dan percaya kepada dirinya sendiri bahwa mereka bisa dan mereka mampu,” tegas Prof. Hamid.

Kepercayaan diri tersebut, menurutnya, menjadi salah satu fondasi penting dalam melahirkan calon-calon pemimpin di masa depan.

Karena itu, kurikulum dan proses pendidikan di PAUD Anak Masa Depan Jeneponto dirancang tidak sekadar mengejar kemampuan akademik, tetapi mendorong setiap anak menemukan dan mengembangkan potensi terbaiknya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Hamid juga menegaskan bahwa keberadaan PAUD Anak Masa Depan Jeneponto merupakan bagian dari komitmen sosial Yayasan Masa Depan Jeneponto dan PT Energi Bayu Jeneponto kepada masyarakat.

“Kami sadar kami mencari rezeki di wilayah Jeneponto. Karena itu, kami harus memberikan sesuatu kepada Masyarakat Jeneponto. Salah satunya dalam bentuk pendidikan gratis,” ungkapnya.

Hingga saat ini, PAUD Anak Masa Depan Jeneponto telah melahirkan 228 alumni. Yayasan berharap anak-anak tersebut kelak tumbuh menjadi generasi berintegritas, kritis, mampu bekerja sama, mandiri dan memiliki kepercayaan diri.

Prof. Hamid juga menyampaikan keinginan yayasan untuk terus mengembangkan layanan pendidikan PAUD agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak anak di Kabupaten Jeneponto.

Ia berharap kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Jeneponto terus diperkuat sehingga ke depan PAUD Anak Masa Depan dapat dikembangkan di wilayah lainnya dan tidak hanya berfokus pada satu lokasi.

Selain pendidikan, Prof. Hamid turut menyinggung masa depan energi terbarukan dunia dan posisi strategis Kabupaten Jeneponto dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga bayu.

Menurutnya, dunia saat ini bergerak menuju penggunaan energi yang semakin ramah lingkungan. Energi angin, matahari dan air menjadi bagian penting dalam transformasi energi global.

Dalam konteks tersebut, Jeneponto memiliki potensi angin yang sangat besar dan menjadi salah satu wilayah strategis pengembangan energi bayu di Indonesia.

“Kalau orang mau melihat kincir angin, tidak usah ke Belanda. Ke Jeneponto saja,” ujarnya yang disambut tepuk tangan undangan.

Ia juga menyampaikan adanya peluang pengembangan lanjutan pembangkit listrik tenaga angin dengan teknologi dan kapasitas yang lebih besar.

Potensi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan energi, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Jeneponto.

Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto Aspa Muji, mewakili Bupati Jeneponto, menyampaikan apresiasi atas komitmen Yayasan Masa Depan Jeneponto dan PT Energi Bayu Jeneponto dalam mendukung pembangunan sumber
daya manusia di Kabupaten Jeneponto.

Menurut Aspa Muji, pendidikan karakter yang ditanamkan melalui PAUD Anak Masa Depan Jeneponto sejalan dengan semangat Pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam mempersiapkan generasi berkualitas sejak usia dini.

Apa yang dipersembahkan PT Energi Bayu Jeneponto melalui dukungan terhadap pendidikan anak, menurutnya, merupakan bentuk kontribusi nyata dalam menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Jeneponto.

Pemerintah Kabupaten Jeneponto, lanjutnya, menyambut baik dan membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha yang memiliki komitmen terhadap pembangunan daerah.

“Pemerintah Kabupaten Jeneponto sangat merespons dan menjadi teman diskusi dalam membangun Jeneponto. Apa yang menjadi visi dan misi Pemerintah Kabupaten Jeneponto dan tujuan PT Energi Bayu Jeneponto dapat menjadi ruang kolaborasi untuk bersama-sama membangun daerah,” ungkap Aspa Muji.

Ia juga menyampaikan selamat kepada anak-anak yang menyelesaikan pendidikan di PAUD Anak Masa Depan Jeneponto serta kepada para orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada yayasan dan para pendidik.

Aspa Muji mengapresiasi pendidikan karakter yang selama ini ditanamkan Yayasan Masa Depan Jeneponto melalui PAUD Anak Masa Depan Jeneponto.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, yayasan, satuan pendidikan dan orang tua menjadi kekuatan penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang berpihak pada tumbuh kembang anak.

Kehangatan Penamatan PAUD Anak Masa Depan Jeneponto juga terasa melalui kehadiran pimpinan daerah turut membersamai keluarga besar yayasan, tenaga pendidik, orang tua dan anak-anak.

Bupati Jeneponto Paris Yasir turut hadir dan bersilaturahmi bersama Ketua Yayasan Masa Depan Jeneponto Prof. Hamid Awaludin. Dalam suasana santai saat santap siang, keduanya tampak berbincang hangat dan penuh keakraban.

Pertemuan tersebut sekaligus menggambarkan terbangunnya komunikasi yang baik antara Pemerintah Kabupaten Jeneponto dan Yayasan Masa Depan Jeneponto, terutama dalam semangat memperluas kolaborasi yang memberi manfaat bagi pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di daerah.

Sementara itu, Wakil Bupati Jeneponto Islam Iskandar juga tampak hadir dan membersamai anak-anak serta para orang tua.

Islam Iskandar berbaur bersama anak-anak, orang tua, jajaran pengurus yayasan dan tenaga pendidik PAUD Anak Masa Depan Jeneponto. Suasana yang cair dan penuh kekeluargaan memberi warna tersendiri dalam kebahagiaan anak-anak yang hari itu menandai satu tahapan penting perjalanan pendidikan mereka.

Sebelum rangkaian acara dimulai, Bunda PAUD Kabupaten Jeneponto Salmawati Paris juga menyempatkan hadir dan membersamai anak-anak PAUD Anak Masa Depan Jeneponto.

Di tengah agenda yang harus dilanjutkannya untuk mengikuti rapat di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dalam kapasitasnya sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Salmawati Paris menyempatkan waktu berada di tengah anak-anak dan keluarga besar PAUD.

Kehadiran Bupati, Wakil Bupati dan Bunda PAUD Kabupaten Jeneponto memberi warna tersendiri dalam rangkaian penamatan tersebut.

Bukan semata kehadiran dalam sebuah kegiatan seremonial, tetapi menjadi gambaran perhatian terhadap pendidikan anak usia dini dan pentingnya membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Kebersamaan yang terbangun sepanjang kegiatan juga memperlihatkan semangat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Yayasan Masa Depan Jeneponto, PT Energi Bayu Jeneponto, tenaga pendidik dan para orang tua.

Sebuah kolaborasi yang menemukan titik temunya pada satu tujuan yang sama : mempersiapkan anak-anak Jeneponto tumbuh menjadi generasi yang jujur, kritis, mampu bekerja sama, mandiri dan percaya diri.

Prosesi penyerahan tanda kelulusan menjadi salah satu momentum penuh kebahagiaan dalam kegiatan tersebut. Anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan PAUD kini bersiap melanjutkan perjalanan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar. (*)