BULUKUMBA – Upaya mencegah meningkatnya kasus pra-diabetes pada remaja kini memasuki babak baru.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkenalkan GlucoMove, sebuah aplikasi berbasis web yang memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu remaja mengenali pola makan, aktivitas fisik, hingga memantau risiko gangguan gula darah sejak dini.

 

Inovasi tersebut diperkenalkan melalui program pengabdian masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Karang Taruna melalui Pemanfaatan Aplikasi Web Analisis Foto Makanan dan Aktivitas Fisik untuk Pencegahan Pra-Diabetes pada Remaja” yang berlangsung di Aula Desa Garuntungan, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sabtu (11/7/2026).

 

Program ini melibatkan anggota Karang Taruna Tunas Bakti sebagai agen perubahan kesehatan di lingkungan desa.

Pendekatan tersebut dipilih karena generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam mengedukasi masyarakat sekaligus menjadi contoh penerapan gaya hidup sehat berbasis teknologi.

 

Ketua Tim Pengabdian Unhas, Dr. Nuurhidayat Jafar, S.Kep., Ns., M.Kep., menjelaskan bahwa peningkatan risiko pra-diabetes pada remaja tidak lagi bisa dipandang sebelah mata.

Pola konsumsi makanan tinggi gula dan kalori, ditambah kebiasaan kurang bergerak akibat penggunaan gawai yang semakin intensif, menjadi faktor utama meningkatnya gangguan metabolik pada usia muda.

 

Menurutnya, teknologi yang selama ini lebih banyak dimanfaatkan untuk hiburan justru dapat diubah menjadi sarana edukasi kesehatan yang efektif.

 

“Remaja sangat dekat dengan teknologi, namun pemanfaatannya untuk promosi dan pencegahan penyakit masih minim. Karena itu kami mengembangkan pendekatan digital health intervention agar Karang Taruna mampu menjadi pelopor pencegahan pra-diabetes secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

Kegiatan yang diikuti sekitar 20 anggota Karang Taruna dan remaja desa tersebut dibuka oleh Sekretaris Desa Garuntungan, Rika Amelia.

Pemerintah desa mengapresiasi kehadiran Fakultas Keperawatan Unhas yang membawa inovasi kesehatan digital hingga ke wilayah yang berjarak sekitar 170 kilometer dari Kampus Unhas Makassar.

 

Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dapat memperkuat literasi kesehatan masyarakat, khususnya dalam menghadapi ancaman penyakit tidak menular yang terus meningkat di kalangan usia produktif.

 

Selama kegiatan berlangsung, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mengenai penyakit tidak menular.

Setelah itu, mereka memperoleh edukasi kesehatan, pelatihan penggunaan aplikasi, hingga simulasi langsung pemanfaatan teknologi digital sebagai alat pemantau kesehatan sehari-hari.

 

Salah satu daya tarik utama kegiatan ini adalah peluncuran GlucoMove, aplikasi berbasis web yang dirancang untuk membantu masyarakat menerapkan gaya hidup sehat secara praktis.

 

Melalui fitur Analisis Foto Makanan berbasis AI, pengguna cukup memotret makanan yang akan dikonsumsi. Sistem kemudian memperkirakan kandungan kalori, karbohidrat, protein, lemak, hingga serat secara otomatis.

 

Selain itu, aplikasi juga dilengkapi pelacak aktivitas fisik yang mampu menghitung jenis olahraga, durasi, intensitas, serta estimasi kalori yang terbakar secara real time.

Tak hanya itu, tersedia pula fitur monitor glukosa mandiri yang memungkinkan pengguna mencatat kadar gula darah secara berkala sehingga perubahan kondisi tubuh dapat dipantau sejak dini.

 

Materi edukasi mengenai pentingnya mengurangi perilaku sedentari disampaikan langsung oleh Dr. Nuurhidayat Jafar.

Selanjutnya, Umrah Hjs., S.Kep., Ns. memberikan penguatan mengenai peran strategis Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan dalam membangun masyarakat sehat.

 

Pada sesi praktik, Akbar, S.Kep., Ns., membimbing peserta menggunakan aplikasi GlucoMove melalui pelatihan langsung sehingga seluruh peserta dapat memahami cara memanfaatkan teknologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sebagai bentuk evaluasi, peserta kembali mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan setelah pelatihan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (Plan of Action/POA) bersama Ketua Karang Taruna Tunas Bakti, Andi Azis, sebagai komitmen menjaga keberlanjutan program hingga November 2026.

 

Tidak berhenti pada kegiatan pengabdian, tim Unhas juga menargetkan pengembangan lebih lanjut melalui publikasi pada Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (JPKM) terakreditasi Sinta 3 serta pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk sistem aplikasi GlucoMove. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas pemanfaatan inovasi kesehatan digital bagi masyarakat Indonesia.

 

Program ini juga menjadi kontribusi nyata Universitas Hasanuddin dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan tentang kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, inovasi dan infrastruktur, serta kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.