BULUKUMBA – Kemampuan mengolah data kini menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda, termasuk di sektor perikanan.
Menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggandeng SMKN 3 Bulukumba untuk memperkuat pembelajaran analisis data perikanan berbasis potensi lokal melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPMU PK-M).
Kegiatan sosialisasi dan koordinasi teknis yang digelar pada Selasa (14/7/2026) menjadi langkah awal dalam menyiapkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan.
Program tersebut diterima langsung oleh Kepala SMKN 3 Bulukumba, Muhammad Asrul, S.Pd., M.Pd., bersama Ketua Jurusan Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut (APAPL), Mulyadi, S.Pi., beserta jajaran guru.
Melalui program ini, FIKP Unhas mendorong penguatan muatan lokal dalam kurikulum dengan menghadirkan materi analisis data perikanan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah Kabupaten Bulukumba.
Para siswa nantinya akan dibekali kemampuan mengumpulkan, mencatat, mengolah, menganalisis, hingga menyajikan data perikanan secara sederhana, sistematis, dan aplikatif.
Ketua tim pelaksana, Prof. Nadiarti Nurdin Kadir, menegaskan bahwa penguasaan data merupakan kompetensi yang semakin dibutuhkan dalam dunia perikanan modern.
Menurutnya, lulusan pendidikan vokasi harus mampu memahami informasi berbasis data agar dapat mendukung pengelolaan usaha perikanan yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan, keterampilan tersebut akan menjadi bekal penting bagi siswa ketika memasuki dunia kerja maupun saat mengembangkan usaha perikanan secara mandiri.
Dengan kemampuan membaca dan menganalisis data, keputusan yang diambil akan lebih tepat sasaran serta mampu meningkatkan produktivitas sektor perikanan di daerah.
Selain sosialisasi program, tim FIKP Unhas bersama pihak sekolah juga membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan, mulai dari penentuan peserta, penyusunan jadwal pelatihan, lokasi praktik, hingga mekanisme pendampingan bagi siswa. Hasil koordinasi ini akan menjadi dasar pelaksanaan pelatihan pada tahap berikutnya sehingga proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah vokasi ini diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya terampil di bidang teknis perikanan, tetapi juga memiliki literasi data yang baik.
Dengan demikian, lulusan SMKN 3 Bulukumba diharapkan semakin siap menghadapi tantangan industri perikanan modern sekaligus berkontribusi dalam pengembangan potensi perikanan lokal yang berdaya saing.

Tinggalkan Balasan