JENEPONTO,matasulsel.id – Nuansa sport tourism di Bumi Turatea kian bergairah. Komunitas Turatea Horseback Archery sukses menggelar event Scoring Family and Fun Riding yang berlokasi di Turatea Sport Tourism Center (TST Center), Tamarunang, Kecamatan Binamu, pada Ahad (5/7/2026).

Kegiatan yang memadukan ketangkasan memanah dan berkuda ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jeneponto, Rizki Yanuar, S.H., M.H.

Berada persis di kawasan pesisir Tamarunang, event ini menyuguhkan atmosfer yang unik dan menantang. Deru ombak pantai dan hembusan angin khas Jeneponto yang kencang menjadi saksi sekaligus tantangan tersendiri bagi para pelestari olahraga sunah ini di tengah cuaca hangat siang hari.

Edukasi olahraga memanah dan berkuda ini berhasil menarik antusiasme tinggi dari masyarakat. Tercatat tidak kurang dari 50 peserta ambil bagian, yang terbagi ke dalam beberapa kelas kompetisi :
Kategori Junior, Jarak target 10 meter (diikuti oleh anak-anak). Kategori Akhwat (Perempuan), Jarak target 18 meter. Kategori Ikhwan Dewasa (Laki-laki), Jarak target 20 meter.

Selain kompetisi memanah (archery), daya tarik utama lainnya adalah sesi riding atau berkuda. Sesi ini memberikan pengalaman langsung (experiential learning) bagi seluruh peserta maupun pengunjung untuk merasakan sensasi dan teknik dasar menunggangi kuda secara aman dan menyenangkan.

Momentum ini terasa kian istimewa berkat kehadiran keluarga besar Rizki Yanuar yang datang dari berbagai daerah, seperti Surabaya dan Kalimantan, yang tengah memanfaatkan momen liburan ke Kabupaten Jeneponto.

Seluruh anggota keluarga—termasuk kedua orang tua, saudara, istri, anak-anak, hingga keponakan—turut hadir di lapangan untuk memberikan dukungan moral. Suasana riuh penuh kegembiraan pecah saat putra-putri Rizky Yanwar Rafi dan Rara, turun bertanding di kategori junior.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua PN Jeneponto, Rizki Yanuar, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam atas konsistensi komunitas dalam menghidupkan sport tourism.

“Kami sangat bersyukur bisa berada di Jeneponto dan berkolaborasi dengan komunitas yang luar biasa ini. Turatea Horseback Archery mampu menampilkan secara utuh karakter asli dan keunikan Jeneponto melalui olahraga berkuda dan memanah,” ungkap Rizki Yanuar.

Ketua Turatea Horseback Archery, Rikardi Kholik, secara khusus menyampaikan terima kasih atas sokongan penuh dari Wakil Ketua PN Jeneponto yang telah memfasilitasi seluruh hadiah utama serta kebutuhan logistik konsumsi demi kelancaran acara.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) Jeneponto, Suardi A. Kahar, yang konsisten mengawal perkembangan olahraga tradisional di daerah tersebut.
Di sela-sela acara, Suardi memperkenalkan sebuah jargon lokal kepada Rizki Yanuar, yaitu “Sengka Ki Ri Jeneponto”, yang memiliki arti “Mari singgah, mari berkunjung ke Jeneponto”. Tagline ini mengundang siapa saja untuk datang menikmati keindahan alam, keseruan budaya, dan merasakan pengalaman terbaik di Jeneponto sebagai salah satu gerbang destinasi utama di Sulawesi Selatan.

Melalui event Scoring Family and Fun Riding ini, Turatea Horseback Archery bersama para pemangku kebijakan tidak hanya berhasil melahirkan bibit-bibit pemanah masa depan, tetapi juga membuktikan bahwa Jeneponto adalah daerah yang hangat, penuh kekeluargaan, dan siap menyambut para wisatawan dengan sejuta pesona olahraganya. (*)