GOWA – Suasana haru menyelimuti lapangan SMPN 3 Bontonompo saat siswa-siswi kelas IX menampilkan pentas persembahan terakhir mereka dalam rangkaian upacara bendera terakhir sebelum menuntaskan pendidikan di bangku sekolah menengah pertama.
Upacara yang berlangsung khidmat itu menjadi momen penuh emosional bagi para siswa, guru, dan seluruh warga sekolah.
Persembahan tarian tradisional Lipa Sa’be serta pembacaan puisi menjadi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut, menggambarkan kebersamaan, rasa syukur, dan kenangan selama tiga tahun menempuh pendidikan bersama.
Dengan balutan busana adat dan gerakan yang anggun, penampilan tarian Lipa Sa’be sukses memukau peserta upacara.
Sementara puisi yang dibawakan siswa kelas IX menghadirkan suasana haru, mengisahkan perjalanan persahabatan, perjuangan belajar, hingga ungkapan terima kasih kepada para guru.
Kepala SMPN 3 Bontonompo, Nurhayati S.Pd mengatakan bahwa persembahan tersebut bukan sekadar penampilan seni, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan kekeluargaan yang telah terbangun selama para siswa menjalani pendidikan di sekolah.
“Ini menjadi wujud rasa kebersamaan siswa selama tiga tahun bersama di SMPN 3 Bontonompo. Kami merasa bangga karena anak-anak mampu menunjukkan kreativitas, kekompakan, dan penghormatan kepada sekolah melalui persembahan yang begitu menyentuh,” ujarnya.
Ia berharap seluruh siswa kelas IX dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan terus menjaga nilai-nilai disiplin, persaudaraan, serta semangat belajar yang telah ditanamkan selama berada di sekolah.
Momen persembahan terakhir itu pun ditutup dengan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta upacara.
Di balik senyum para siswa, tersimpan rasa haru karena kebersamaan yang selama ini terjalin kini akan memasuki babak baru.
Sebuah pagi di halaman sekolah yang berubah menjadi panggung kenangan, tempat langkah perpisahan berjalan berdampingan dengan harapan masa depan.

Tinggalkan Balasan