Jeneponto, matasulsel.id – Literasi bukan lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan menjadi kunci utama dalam mengakses, mengolah, dan memanfaatkan informasi untuk kemajuan bersama.
Berangkat dari pemahaman tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Literasi Informasi yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, tanggal 5 hingga 7 Mei 2026.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pelopor yang menggerakkan kebangkitan budaya literasi di daerah, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, daya saing daerah, serta kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto ini diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari berbagai unsur penting dalam pengembangan literasi daerah, yaitu 50 orang guru, 50 orang pustakawan, dan 50 orang pegiat literasi. Komposisi peserta yang beragam ini menjadi kekuatan tersendiri, karena melibatkan para pelaku yang setiap harinya berperan dalam menyebarkan ilmu dan informasi kepada masyarakat luas.
Dalam sambutan pembukaan kegiatan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto, Taufik, S.Sos., M.M, menyampaikan apresiasi dan harapan yang besar atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman di mana informasi berkembang dengan sangat cepat.
“Kami menggerakkan kegiatan ini dengan tujuan agar literasi yang kita bangun tidak hanya sekadar pengetahuan, tetapi mampu menghasilkan informasi yang relevan, tepat sasaran, dan bermanfaat bagi kehidupan. Literasi yang baik akan melahirkan pemikiran yang cerdas, keputusan yang tepat, dan tindakan yang membawa kemajuan,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa kebangkitan literasi yang digagas ini merupakan investasi jangka panjang.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menjadikan Jeneponto sebagai daerah yang maju dalam pengelolaan informasi, sehingga mampu bersaing dengan daerah lain dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warganya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Koleksi, Abd. Gafur, dalam laporan kegiatan dan sambutannya menyampaikan bahwa inti dari literasi informasi adalah kemampuan untuk mengolah data dan informasi menjadi sesuatu yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Literasi yang benar akan melahirkan informasi yang tepat, dan informasi yang akurat menjadi dasar bagi setiap kebijakan, inovasi, dan langkah pembangunan yang kita laksanakan. Inilah yang akan menjadi pondasi bagi kemajuan daerah kita,” jelasnya.
Untuk memastikan materi yang disampaikan berkualitas dan sesuai dengan perkembangan terkini, panitia menghadirkan dua narasumber yang kompeten dan telah diakui di tingkat nasional, yaitu Bachtiar Adnan Kusuma dan Darmawan Dg. Nassa. Keduanya membawakan materi yang disusun secara sistematis, mulai dari pemahaman dasar literasi informasi, cara mengidentifikasi dan memilah informasi yang benar, hingga pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan dan penyebaran informasi.
Bachtiar Adnan Kusuma yang dikenal sebagai tokoh literasi nasional, menjelaskan bahwa di era digital seperti sekarang, kemampuan memahami dan mengelola informasi adalah kebutuhan pokok.
“Bagi para guru, kemampuan ini akan membuat proses pembelajaran menjadi lebih dinamis dan bermakna. Bagi pustakawan, akan meningkatkan kualitas layanan informasi. Bagi para pegiat literasi, akan menjadi bekal untuk menggerakkan masyarakat agar tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu memilah dan memanfaatkannya dengan baik. Ketika semua elemen ini bergerak bersama, maka kualitas sumber daya manusia akan meningkat secara signifikan,” ujarnya.
Sementara itu, Darmawan Dg. Nassa memaparkan bagaimana literasi informasi dapat diubah menjadi nilai tambah yang berimbas pada kesejahteraan masyarakat.
“Informasi yang dikelola dengan baik dapat membuka peluang-peluang baru, baik di bidang pendidikan, ekonomi, maupun sosial. Orang yang melek informasi akan lebih mudah beradaptasi, menciptakan inovasi, dan memanfaatkan kesempatan yang ada untuk meningkatkan taraf hidupnya. Inilah makna dari semboyan ‘Literasi untuk Kesejahteraan’ yang menjadi semangat kita bersama,” tambahnya.
Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung yang memungkinkan para peserta untuk mempelajari dan menerapkan ilmu yang didapatkan secara langsung.
Para peserta pun terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, menyampaikan berbagai pandangan dan pengalaman yang mereka miliki dalam mengembangkan literasi di lingkungan masing-masing.
Kegiatan Bimbingan Teknis Literasi Informasi ini merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam membangun kualitas sumber daya manusia sebagai aset utama pembangunan. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan tercipta generasi dan pelaku pembangunan yang cerdas, kritis, serta mampu mengubah informasi menjadi kemajuan yang nyata.
Langkah ini juga menjadi dasar yang kuat dalam meningkatkan daya saing daerah, karena kemampuan mengelola informasi dan pengetahuan menjadi faktor penentu dalam menghadapi persaingan dan tantangan di masa depan. Pada akhirnya, kebangkitan literasi yang digerakkan saat ini akan membawa dampak yang luas, mulai dari kemajuan pendidikan, pertumbuhan ekonomi, hingga terwujudnya kesejahteraan yang menyeluruh bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jeneponto. (*)

Tinggalkan Balasan