JAKARTA — City Vision resmi meluncurkan Iconic Thamrin, platform media luar ruang digital (Digital Out-of-Home/DOOH) berformat besar yang mengusung teknologi 3D anamorphic dengan resolusi hingga 8K.

Berlokasi di koridor Jalan Thamrin, salah satu kawasan paling strategis di Indonesia, kehadiran layar digital tersebut diharapkan menjadi ikon visual baru sekaligus menghadirkan standar baru bagi industri media luar ruang nasional.

Peluncuran yang digelar pada Senin (29/6/2026) itu menjadi bagian dari komitmen City Vision dalam menghadirkan inovasi media yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga memperkaya pengalaman masyarakat di ruang publik.

Co-Founder sekaligus Co-CEO City Vision, Meyrick Sumantri, mengatakan media luar ruang kini berkembang menjadi bagian dari pengalaman masyarakat perkotaan sehingga tidak lagi sekadar menjadi media penyampai pesan iklan.

“Kami percaya media luar ruang saat ini memiliki peran yang lebih besar daripada sekadar menjadi medium komunikasi. Melalui Iconic Thamrin, kami ingin menghadirkan sebuah platform yang menyatu dengan ritme kota dan menjadi bagian dari pengalaman masyarakat sehari-hari,” kata Meyrick.

Menurutnya, perpaduan lokasi premium di kawasan Thamrin dengan teknologi visual mutakhir diharapkan menghadirkan energi baru bagi lanskap ibu kota sekaligus membuka peluang lebih luas bagi berbagai merek untuk menjangkau audiens secara lebih efektif.

Iconic Thamrin mengandalkan teknologi 3D anamorphic yang mampu menciptakan efek visual tiga dimensi tanpa memerlukan perangkat tambahan.

Teknologi tersebut dipadukan dengan kualitas gambar beresolusi hingga 8K, menghasilkan tampilan ultra tajam yang diklaim setara dengan standar media luar ruang di berbagai kota besar dunia.

Co-Founder sekaligus Co-CEO City Vision, Juliana Kumala, menjelaskan bahwa inovasi tersebut merupakan evolusi baru dalam industri media luar ruang Indonesia.

“Teknologi 3D anamorphic memungkinkan brand menghadirkan konten yang terasa lebih hidup, dinamis, dan mampu menciptakan ilusi visual yang menarik perhatian audiens secara alami. Ketika dipadukan dengan resolusi hingga 8K, pengalaman yang tercipta menjadi lebih berkesan dan mudah diingat,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi tersebut menjadi bukti bahwa media luar ruang terus bertransformasi menjadi media komunikasi yang menggabungkan kreativitas, teknologi, dan pengalaman audiens dalam satu platform.

Selain mengedepankan teknologi, City Vision juga memperhatikan aspek estetika. Penempatan layar digital dirancang agar selaras dengan karakter arsitektur kawasan Thamrin sehingga tidak hanya menjadi media promosi, tetapi juga menyatu dengan wajah kota yang terus berkembang.

Kawasan Thamrin sendiri dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi, bisnis, dan gaya hidup di Jakarta. Setiap hari, koridor tersebut dilintasi ratusan ribu hingga jutaan orang, mulai dari pekerja, pelaku usaha, wisatawan, hingga masyarakat umum. Kondisi tersebut menjadikan lokasi tersebut sebagai salah satu titik dengan tingkat eksposur tertinggi di Indonesia.

City Vision menilai keberadaan Iconic Thamrin tidak hanya memberikan manfaat bagi industri periklanan, tetapi juga berpotensi menciptakan efek berganda terhadap perekonomian kawasan melalui peningkatan daya tarik investasi, aktivitas bisnis, hingga penguatan identitas Jakarta sebagai kota global.

Peluncuran Iconic Thamrin turut mendapat dukungan dari berbagai pelaku industri yang menilai kehadiran media di lokasi ikonik masih memiliki peran penting dalam strategi komunikasi merek.

Chief Commercial Officer Pluang, Stella Lukman, mengatakan ruang publik tetap menjadi salah satu titik penting untuk membangun kedekatan dengan masyarakat di tengah pesatnya perkembangan platform digital.

“Lokasi yang strategis dan ikonik memungkinkan brand hadir secara kontekstual dan membangun koneksi yang lebih kuat dengan audiens. Bagi kami, media luar ruang tetap memainkan peran penting dalam memperluas jangkauan sekaligus memperkuat brand presence,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Executive Vice President CIMB, Amir Widjaya, yang menilai kawasan Thamrin merupakan ruang pertemuan berbagai segmen masyarakat sehingga memiliki nilai strategis dalam membangun kedekatan dengan nasabah maupun publik.

Sementara itu, General Manager Lifestyle LUXASIA Indonesia, Hendra Purjaka, menilai lokasi premium memiliki peran penting dalam membentuk persepsi sebuah merek, khususnya di industri produk mewah.

Menurutnya, kehadiran di kawasan ikonik tidak hanya meningkatkan visibilitas, tetapi juga memperkuat citra dan posisi merek di mata konsumen.

Melalui peluncuran Iconic Thamrin, City Vision berharap dapat mendorong transformasi industri media luar ruang di Indonesia menuju era yang lebih modern dan berbasis teknologi.

Di saat yang sama, perusahaan ingin menghadirkan ruang visual yang tidak hanya menjadi media komunikasi bagi berbagai merek, tetapi juga menjadi bagian dari identitas baru Jakarta sebagai kota metropolitan yang semakin maju, dinamis, dan terhubung dengan perkembangan global.