Jeneponto, matasulsel.id — Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jeneponto, Hj. Salmawati Paris, SE, memberikan motivasi kepada 64 peserta Pelatihan Vokasi Nasional Batch 6 yang diselenggarakan Dinas Transmigrasi dan Perindustrian Kabupaten Jeneponto. Ia mengajak peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan sebagai bekal membangun kemandirian ekonomi dan menciptakan peluang usaha baru.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Jeneponto, Adriana M, melaporkan bahwa pelatihan diikuti 64 peserta yang terbagi dalam lima kejuruan, yakni tata rias, mekanik sepeda motor, menjahit, serta pembuatan kue dan roti.
Pelatihan berlangsung selama 30 hari dengan tujuan membekali peserta dengan keterampilan teknis yang dapat dikembangkan untuk memasuki dunia kerja maupun merintis usaha secara mandiri.
Di hadapan para peserta, Salmawati mengingatkan bahwa kesempatan memperoleh pelatihan keterampilan merupakan peluang berharga yang harus dimanfaatkan secara sungguh-sungguh. Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan merupakan modal awal untuk membangun masa depan yang lebih baik.
“Jangan sia-siakan kesempatan ini. Apa yang kalian pelajari hari ini adalah soft skill dan pengetahuan dasar yang bisa menjadi pondasi untuk membuka usaha baru. Jangan berpikir bahwa pelatihan ini hanya untuk mendapatkan sertifikat, tetapi jadikan sebagai bekal untuk berkarya dan mandiri,” pesannya.
Ia juga berbagi pengalaman mengenai pentingnya keberanian memulai usaha, konsistensi, kreativitas, serta kemauan untuk terus belajar. Menurutnya, keberhasilan tidak selalu berawal dari modal besar, melainkan dari kemauan, keterampilan, kerja keras, dan keberanian menangkap peluang.
Salmawati mendorong peserta agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja setelah menyelesaikan pelatihan, tetapi juga memiliki keberanian untuk menciptakan lapangan kerja melalui keterampilan yang dimiliki.
“Kalau sudah memiliki keterampilan, jangan takut untuk memulai. Mulailah dari hal kecil, manfaatkan apa yang ada, terus berinovasi dan jangan mudah menyerah. Siapa tahu dari keterampilan yang kalian pelajari di BLK ini, kelak lahir pengusaha-pengusaha baru dari Jeneponto,” ungkapnya.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Jeneponto, ia turut menekankan pentingnya kreativitas, inovasi, dan kualitas produk lokal agar mampu memiliki daya saing di pasar. Secara khusus, peserta kejuruan menjahit serta pembuatan kue dan roti diharapkan dapat mengembangkan keterampilannya menjadi produk bernilai tambah dan memiliki peluang pasar.
Menurutnya, pelatihan vokasi merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru di Kabupaten Jeneponto.
“Jangan hanya menjadi peserta pelatihan, tetapi jadilah orang yang mampu memanfaatkan ilmu menjadi peluang, keterampilan menjadi penghasilan, dan usaha kecil menjadi sumber kesejahteraan keluarga,” pesannya.
Melalui Pelatihan Vokasi Nasional Batch 6 ini, diharapkan 64 peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, kreatif, dan memiliki keberanian untuk mengambil peluang.
Lebih dari sekadar memperoleh sertifikat pelatihan, keterampilan yang mereka dapatkan diharapkan menjadi bekal nyata untuk meningkatkan pendapatan, membuka lapangan kerja, serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga dan masyarakat di Kabupaten Jeneponto. (*)

Tinggalkan Balasan