Timor Tengah Selatan – Dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali, Muh. Ichwan Kadir, S.Hut., M.Hut., menjadi narasumber sekaligus fasilitator Praktik Budidaya Jamur Tiram di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Bu’at, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, pada 24–25 Oktober 2026. Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Balai P2SDM) Wilayah VII Kementerian Kehutanan menyelenggarakan kegiatan ini, minggu(25/10/2026).

Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 20 prajurit kompi pertanian Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 929/Meo Matane Mutis (MMM) dan 10 orang dari KPH TTS bersama Kelompok Tani Hutan (KTH). Kegiatan ini merupakan bagian dari Bimbingan Teknis (Bimtek) lanjutan, setelah Bimtek Budidaya Jamur Tiram pada 26–27 Juli 2026. Rangkaian Bimtek lanjutan juga mencakup sesi Pengolahan Jamur Tiram di Kantor Balai P2SDM Wilayah VII, Kota Kupang.

Balai P2SDM Wilayah VII menggelar kegiatan ini untuk mendukung program pemanfaatan hutan bagi ketahanan pangan. Kepala Balai P2SDM Wilayah VII, Dr. M. Arif Muhammadiyah, S.Hut., M.Si., menyampaikan bahwa budidaya jamur tiram merupakan peluang usaha yang dapat dikembangkan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

“Kami berharap peserta tidak hanya memahami teorinya, tetapi juga mampu mempraktikkan dan mengembangkan budidaya jamur tiram secara mandiri sebagai sumber pangan dan pendapatan,” ujarnya.

Panitia menerapkan metode pembelajaran yang memadukan teori dan praktik. Peserta mempelajari tahapan budidaya, mulai dari penyiapan media tanam (baglog), sterilisasi, inokulasi bibit, hingga perawatan dan pemanenan jamur langsung di lokasi praktik.

“Jamur tiram dapat dibudidayakan dengan memanfaatkan limbah serbuk kayu dan bahan yang tersedia di sekitar hutan. Dengan pengelolaan yang tepat, usaha ini dapat menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat,” jelas Muh. Ichwan Kadir.

Dekan Fakultas Pertanian UIM Al-Gazali, Dr. Ir. Herman Nursaman, M.P., menyambut baik kepercayaan Balai P2SDM Wilayah VII kepada dosen UIM. Ia menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kami bangga dosen Fakultas Pertanian dapat berkontribusi langsung dalam penguatan kapasitas masyarakat dan ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur. Kolaborasi seperti ini akan terus kami dukung,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan keterampilan budidaya jamur tiram di wilayah masing-masing dan mendorong tumbuhnya usaha produktif berbasis hasil hutan.