MAKASSAR – Yayasan Rumah Mama Sulawesi Selatan menggelar pelatihan pemeliharaan ikan bagi kelompok perempuan di Kelurahan Tallo dan Kelurahan Buloa, Kota Makassar.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan perempuan dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga melalui budidaya ikan yang ramah lingkungan.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari kerja sama Yayasan Rumah Mama Sulawesi Selatan dengan Climate Catalytic Fund (CCF), yang dikelola oleh IOM Indonesia dengan dukungan Uni Eropa. Kegiatan ini melibatkan dua kelompok perempuan, masing-masing berasal dari Kelurahan Tallo dan Buloa.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dari dua narasumber. M. Ghufran H. Kordi K. membawakan materi mengenai teknik pemeliharaan ikan, sedangkan Junardi Jufri menyampaikan materi tentang pemanfaatan budidaya ikan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan mendukung pemberdayaan ekonomi.
Direktur Yayasan Rumah Mama Sulawesi Selatan, Lusia Palulungan, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam memelihara ikan serta memanfaatkan hasilnya bagi kebutuhan keluarga.
Menurutnya, keterampilan budidaya ikan diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga sekaligus membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, perempuan diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung untuk mendukung kebutuhan pangan dan ekonomi keluarga,” demikian tujuan program yang disampaikan pihak Yayasan Rumah Mama Sulawesi Selatan.
Kolam Ikan Dikelola Bersama oleh Kelompok Perempuan
Koordinator Program, Alita Karena, menjelaskan bahwa kolam ikan yang telah disediakan akan dikelola secara bersama oleh masing-masing kelompok perempuan di Kelurahan Tallo dan Buloa.
Pengelolaan kolam tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan ikan yang dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kegiatan kelompok dan mendorong kemandirian perempuan.
Alita mengatakan, hasil pengelolaan kolam ikan nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan kelompok sesuai dengan kesepakatan bersama.
Pemanfaatan tersebut antara lain untuk memperkuat distribusi air bersih, pemeliharaan alat pendingin, serta berbagai kegiatan lain yang disepakati oleh anggota kelompok.
Dengan pola pengelolaan bersama, kegiatan budidaya ikan diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Selain membantu memenuhi kebutuhan keluarga, hasilnya juga berpotensi mendukung keberlanjutan program pemberdayaan yang dijalankan oleh kelompok perempuan di kedua kelurahan tersebut.
Perkuat Pengetahuan dan Pembagian Peran Anggota
Pelatihan ini mendapat respons positif dari para peserta. Seniwati, salah seorang penanggung jawab kolam ikan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut membantu memperkuat pengetahuan dan kapasitasnya dalam pemeliharaan ikan.
Pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam pengelolaan kolam, mulai dari pemahaman teknik pemeliharaan hingga upaya menghasilkan ikan yang berkualitas dan dapat dimanfaatkan oleh kelompok.
Selain penyampaian materi, pertemuan tersebut juga menjadi ruang bagi anggota kelompok untuk menyepakati pembagian peran dan tanggung jawab dalam pemeliharaan ikan.
Pembagian tugas ini menjadi bagian penting agar pengelolaan kolam berjalan teratur, setiap anggota memiliki tanggung jawab yang jelas, serta proses pemeliharaan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Melalui kesepakatan tersebut, kelompok perempuan di Kelurahan Tallo dan Buloa diharapkan mampu mengembangkan pengelolaan kolam ikan secara mandiri dan bersama-sama memastikan hasilnya dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan kelompok.
Budidaya Ikan sebagai Upaya Pemberdayaan Perempuan
Program pelatihan pemeliharaan ikan ini menjadi salah satu upaya Yayasan Rumah Mama Sulawesi Selatan untuk memperkuat kapasitas perempuan dalam mengelola sumber daya yang tersedia di lingkungan mereka.
Keterampilan budidaya ikan dapat menjadi alternatif dalam mendukung ketersediaan pangan keluarga.
Di sisi lain, pengelolaan secara berkelompok membuka ruang bagi perempuan untuk membangun kerja sama, meningkatkan keterampilan, serta mengembangkan kegiatan ekonomi berbasis komunitas.
Dukungan Climate Catalytic Fund yang dikelola IOM Indonesia dengan dukungan Uni Eropa turut menjadi bagian dari pelaksanaan program tersebut.
Ke depan, keberlanjutan kegiatan ini akan bergantung pada penerapan pengetahuan yang diperoleh, konsistensi pemeliharaan kolam, serta keterlibatan aktif seluruh anggota kelompok.
Dengan pembagian peran yang telah disepakati, kelompok perempuan di Tallo dan Buloa diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan kolam ikan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kemandirian, dan mendukung ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan