MAKASSAR – Empat mahasiswa Program Studi Business English Communication (BEC), Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar (UNM), melakukan observasi akademik di kantor Kalla Toyota Alauddin Makassar, Kamis (22/10/2026).

Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari secara langsung penerapan komunikasi profesional di lingkungan kerja.

 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas lapangan mata kuliah Listening and Speaking for Professional Purposes yang diampu oleh Miss Lely Novia.

Melalui observasi ini, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik komunikasi dalam dunia profesional.

 

Kedatangan empat mahasiswa BEC UNM disambut oleh Branch Manager Kalla Toyota Alauddin Makassar.

Kegiatan kemudian dilanjutkan bersama perwakilan Human Resources Department (HRD) yang mendampingi mahasiswa mengenal lingkungan kerja perusahaan.

 

Dalam sesi tersebut, mahasiswa berkesempatan berkeliling ke sejumlah bagian kantor.

Perwakilan HRD menjelaskan fungsi masing-masing bagian, termasuk peran setiap unit dalam mendukung aktivitas operasional perusahaan.

 

Pengalaman ini memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai pola koordinasi dan interaksi antarkaryawan dalam menjalankan tugas sehari-hari.

 

Pelajari Empat Pola Komunikasi di Dunia Kerja

 

Tidak hanya melakukan pengamatan, mahasiswa juga mendapat kesempatan untuk mewawancarai sejumlah pegawai Kalla Toyota Alauddin Makassar.

Wawancara tersebut menjadi bagian penting untuk menggali informasi mengenai praktik komunikasi yang berlangsung di lingkungan perusahaan.

 

Melalui rangkaian observasi dan wawancara, mahasiswa mempelajari empat pola komunikasi dalam organisasi, yakni komunikasi ke atas (upward communication), komunikasi ke bawah (downward communication), komunikasi horizontal (horizontal communication), serta komunikasi antarbudaya (intercultural communication).

 

Komunikasi ke atas berkaitan dengan penyampaian informasi, masukan, atau laporan dari karyawan kepada atasan. Sementara itu, komunikasi ke bawah mencakup penyampaian arahan, instruksi, dan informasi dari pimpinan kepada bawahan.

 

Adapun komunikasi horizontal berlangsung di antara individu atau unit kerja yang memiliki posisi relatif setara dalam organisasi.

Sementara komunikasi antarbudaya menekankan pentingnya pemahaman terhadap perbedaan latar belakang budaya dalam membangun interaksi yang efektif.

 

Pemahaman terhadap pola komunikasi tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa BEC, khususnya dalam mempersiapkan diri menghadapi lingkungan kerja yang menuntut kemampuan berbahasa Inggris, keterampilan interpersonal, serta pemahaman etika profesional.

 

Hubungkan Teori dengan Praktik Profesional

 

Kunjungan akademik ini memberikan pengalaman belajar di luar kelas bagi mahasiswa Universitas Negeri Makassar.

Mereka tidak hanya mempelajari konsep listening dan speaking secara teoretis, tetapi juga mengamati bagaimana keterampilan tersebut digunakan dalam interaksi profesional sehari-hari.

 

Melalui kesempatan berinteraksi langsung dengan pihak manajemen, HRD, dan karyawan, mahasiswa dapat mengenali pentingnya pemilihan bahasa, penyampaian pesan yang jelas, sikap profesional, serta kemampuan mendengarkan dalam membangun komunikasi yang efektif.

 

Pengalaman tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam berkomunikasi, baik ketika berinteraksi dengan rekan kerja maupun saat berhadapan dengan pimpinan dan pihak lain yang memiliki latar belakang berbeda.

 

Kunjungan observasi ke Kalla Toyota Alauddin Makassar ini diharapkan memperluas wawasan praktis mahasiswa BEC UNM sekaligus membantu mereka mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan komunikasi di dunia kerja.

 

Dengan menggabungkan pembelajaran akademik dan pengalaman lapangan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan komunikasi profesional yang relevan dengan tuntutan dunia industri dan dunia usaha.