MAKASSAR — Generasi Z (Gen Z) kini tak sekadar menjadi konsumen konten digital. Kreativitas mereka mulai diarahkan menjadi kekuatan baru untuk memperkenalkan inovasi di sektor pertanian.

Langkah inilah yang dilakukan PT Super Tani Indonesia melalui ajang Digital Content Challenge Pupuk Super Tani Indonesia 2026.

 

Perusahaan lokal asal Sulawesi Selatan yang memproduksi pupuk organik dengan merek Super Tani Indonesia tersebut menggandeng para kreator muda untuk mengemas informasi seputar pertanian dalam bentuk konten digital yang kreatif, menarik, sekaligus edukatif.

 

Event tersebut digelar di Hotel Vasaka, Kota Makassar, Sabtu malam, 29 Agustus 2026. Para peserta ditantang membuat video pendek yang mengangkat keunggulan pupuk Super Tani Indonesia, termasuk menunjukkan pembuktian peningkatan hasil pertanian di lapangan.

 

Konsep tersebut menjadi cara baru bagi perusahaan untuk menjangkau masyarakat, khususnya generasi muda dan petani, melalui media yang memang dekat dengan keseharian Gen Z.

 

Setelah melalui proses penilaian, dewan juri yang berasal dari kalangan media cetak, elektronik, serta praktisi videografi menetapkan tiga pemenang. Dian keluar sebagai juara pertama, disusul Fina Febrianti sebagai juara kedua dan Al Syafran sebagai juara ketiga.

 

Para pemenang mendapatkan hadiah berupa sepeda listrik untuk juara pertama, skuter listrik bagi juara kedua, serta sepeda lipat untuk juara ketiga, ditambah uang pembinaan.

 

Direktur Utama PT Super Tani Indonesia, Andi Undru Mario, S.Sos., M.Si., mengaku bangga melihat kreativitas yang ditampilkan para peserta.

 

Menurutnya, pelibatan Gen Z dalam promosi Super Tani Indonesia bukan sekadar strategi pemasaran, tetapi juga membuka ruang bagi anak muda untuk mengambil peran dalam mendukung kemajuan sektor pertanian.

 

“Anak-anak muda kita, para Gen Z ini, sudah tepat jika menjadi bagian dari sosialisasi Super Tani, karena selain bisa dapat cuan, juga dalam rangka menebar manfaat kepada kalangan petani,” tuturnya.

 

Andi Undru mengatakan, generasi muda memiliki kekuatan berupa kreativitas dan penguasaan teknologi digital. Sementara petani memiliki pengalaman serta keahlian dalam mengelola sektor pertanian. Jika kedua kekuatan tersebut dipadukan, menurutnya, akan menjadi modal penting untuk mendorong pertanian Indonesia semakin maju.

 

Ia pun mengajak Gen Z dan para petani untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi membangun kolaborasi demi menciptakan pertanian yang produktif, modern, berkelanjutan dan memiliki nilai ekonomi.

 

“Jangan hanya menjadi penonton. Mari menjadi bagian dari perubahan. Gen Z dan petani Indonesia harus berjalan bersama untuk membangun pertanian yang lebih maju, modern, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Andi Undru Mario.

 

Sementara itu, Direktur PT Super Tani Indonesia sekaligus Ketua Panitia Digital Content Challenge Pupuk Super Tani Indonesia 2026, Andi Anugerah Undru, SH., menegaskan bahwa pelibatan Gen Z merupakan bagian dari visi perusahaan untuk ikut mendorong kesejahteraan petani Indonesia.

 

“Kita sedang berbicara tentang masa depan petani Indonesia. Untuk itu mengapa kami melibatkan teman-teman konten kreator dari Gen Z, karena kami percaya bahwa kemajuan negeri ini ada di tangan kita semua sebagai generasi muda,” jelasnya.

 

Ia menilai kalangan kreator memiliki kemampuan untuk menyampaikan informasi dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat. Karena itu, konten yang dibuat tidak hanya diharapkan menarik secara visual, tetapi juga mampu memberikan edukasi mengenai pertanian dan penggunaan pupuk.

 

“Terutama mereka yang berkecimpung di dunia entertainment, yang rela meluangkan waktunya membuat konten kreatif dan menarik serta mengedukasi,” tambahnya.

 

Andi Anugerah berharap ajang tersebut dapat menjadi jembatan informasi antara perusahaan, petani dan masyarakat luas. Edukasi mengenai keunggulan Super Tani Indonesia diharapkan semakin dikenal sehingga dapat menjadi salah satu pilihan bagi petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

 

“Kami memberi kemudahan. Kami ingin sejahterakan petani. Siapa pun yang ingin bergabung dan berkontribusi dalam usaha kami, dengan semangat sederhana demi kemajuan petani dan mendukung program pemerintah, sekaligus membuka ruang bagi teman-teman untuk menjadi agent of change,” katanya.

 

Menurut alumnus Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar tersebut, generasi muda memiliki peran strategis dalam membawa perubahan. Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu pintu masuk untuk menggerakkan lebih banyak orang agar peduli terhadap masa depan pertanian.

 

“Karena sekali lagi, kami percaya di tangan pemuda pergerakan bisa lebih terarah. Hidup konten kreator! Hidup media! Hidup petani Indonesia!” tegasnya.

 

Rangkaian acara berlangsung semakin meriah dengan kehadiran grup musik Para Pria Penikmat Koplo (P3K) dan Adhe MPJ. Acara yang dipandu jurnalis senior Makassar, Pace Idris Baba Ong, tersebut juga diwarnai berbagai games interaktif.

 

Andi Undru Mario bahkan turut membagikan uang kepada sejumlah peserta yang berhasil mengikuti games, menambah semarak suasana malam penghargaan tersebut.

 

Melalui Digital Content Challenge 2026, Super Tani Indonesia menunjukkan bahwa sektor pertanian tidak harus selalu dikomunikasikan dengan cara konvensional. Di tangan Gen Z, cerita tentang pupuk, produktivitas dan masa depan petani bisa dikemas menjadi konten yang lebih segar, dekat dan mudah menjangkau publik digital.