JAKARTA — TransNusa kembali memperkuat konektivitas Indonesia-Singapura dengan menambah frekuensi penerbangan rute Jakarta-Singapura menjadi empat kali sehari.
Penambahan frekuensi tersebut menjadi langkah terbaru TransNusa dalam merespons peningkatan permintaan penumpang sekaligus memperluas kapasitas operasional pada salah satu rute internasional utama maskapai tersebut.
Sebelumnya, TransNusa telah meningkatkan frekuensi penerbangan Jakarta-Singapura dari dua menjadi tiga kali sehari.
Kini, kurang dari enam bulan setelah penambahan tersebut, maskapai kembali menambah satu frekuensi menjadi empat penerbangan setiap hari.
Dengan tambahan frekuensi ini, penumpang bisnis maupun wisatawan memiliki lebih banyak pilihan waktu perjalanan dari Jakarta menuju Singapura.
Group Chief Executive Officer TransNusa, Datuk Bernard Francis, mengatakan peningkatan frekuensi tersebut mencerminkan semakin besarnya kepercayaan penumpang terhadap TransNusa.
“Peningkatan frekuensi penerbangan menjadi empat kali sehari di rute Jakarta-Singapura mencerminkan semakin besarnya kepercayaan terhadap brand TransNusa,” ujar Datuk Bernard.
Menurutnya, persetujuan peningkatan frekuensi secara berturut-turut dari Singapore Changi Airport juga menjadi bagian penting dari perkembangan operasional TransNusa.
Ia menyebut Changi Airport sebagai salah satu gerbang penerbangan kelas dunia dengan standar operasional yang ketat dan menjadi hub bagi berbagai maskapai terkemuka.
“Diperolehnya persetujuan peningkatan frekuensi secara berturut-turut dari salah satu gerbang penerbangan kelas dunia seperti Changi Airport menunjukkan keandalan operasional kami sekaligus keselarasan dengan standar tinggi industri penerbangan,” katanya.
Datuk Bernard menambahkan, peningkatan frekuensi tersebut juga menunjukkan kemampuan TransNusa untuk bergerak cepat mengikuti dinamika pasar.
“Setelah memperkenalkan frekuensi penerbangan ketiga pada April 2026 dan kemudian meningkatkan frekuensi menjadi empat kali sehari, hal ini menegaskan agility komersial TransNusa dalam merespons kebutuhan pasar,” jelasnya.
Menurut dia, semakin banyak pilihan jadwal penerbangan akan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi penumpang korporasi maupun wisatawan.
Di sisi lain, TransNusa tetap mempertahankan konsep layanan premium dengan harga yang kompetitif.
Pertumbuhan frekuensi penerbangan dari Jakarta menuju Singapura juga memperkuat posisi TransNusa di Singapore Changi Airport.
Dalam waktu kurang dari enam bulan, maskapai tersebut kembali memperbesar kapasitas penerbangannya dari salah satu hub penerbangan internasional utama di kawasan Asia.
Momentum tersebut semakin kuat setelah TransNusa meraih penghargaan pada Changi Airline Awards 2026.
TransNusa tercatat sebagai maskapai Indonesia pertama yang meraih penghargaan “Top Airlines by Absolute Passenger Growth (Southeast Asia)” dari Changi Airport Group.
Penghargaan tersebut diraih hanya 17 bulan setelah TransNusa memulai operasionalnya di Changi Airport.
Peningkatan frekuensi menjadi empat kali sehari sekaligus menunjukkan bagaimana pertumbuhan trafik penumpang mendorong maskapai untuk menambah kapasitas pada rute internasional yang memiliki permintaan tinggi.
Empat Pilihan Penerbangan Setiap Hari
Untuk melayani rute Jakarta-Singapura, TransNusa mengoperasikan armada Airbus A320.
Dengan empat penerbangan setiap hari, penumpang kini memiliki pilihan waktu perjalanan mulai pagi, siang hingga malam.
Seluruh penerbangan dari Jakarta berangkat melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan tiba di Singapore Changi Airport Terminal 4.
Penambahan frekuensi ini memberikan alternatif perjalanan yang lebih fleksibel bagi penumpang yang memiliki kebutuhan perjalanan bisnis, liburan maupun koneksi penerbangan lanjutan melalui Singapura.
Bagi TransNusa, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat jaringan internasional sekaligus meningkatkan kapasitas di pasar yang menunjukkan pertumbuhan permintaan.
Dengan empat penerbangan setiap hari, Jakarta-Singapura kini menjadi salah satu rute yang terus diperkuat TransNusa dalam ekspansi jaringan penerbangan internasionalnya.

Tinggalkan Balasan