MAKASSAR — Upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal di Sulawesi Selatan terus mendapat ruang melalui sektor pendidikan.

Inisiatif muatan lokal (mulok) pangan lokal yang digagas Land4Lives menjadi salah satu contoh dalam penyusunan panduan pendidikan pangan dan gizi berbasis sumber daya lokal oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

 

Program tersebut mendorong agar pengetahuan mengenai pangan lokal tidak berhenti pada konsumsi, tetapi diperkenalkan secara sistematis kepada generasi muda melalui lingkungan pendidikan.

 

Salah satu penguatan dilakukan melalui WikiPangan.id, sebuah platform pengelolaan pengetahuan mengenai pangan lokal yang dikembangkan bersama komunitas di Sulawesi Selatan sejak 2024.

 

Sejak dikembangkan, WikiPangan.id telah melibatkan 56 kontributor sukarela yang menghasilkan lebih dari 140 artikel mengenai berbagai bahan pangan lokal serta olahan pangan khas Sulawesi Selatan.

 

Pengetahuan yang dihimpun melalui platform tersebut kini tidak hanya menjadi sumber informasi bagi masyarakat, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bahan ajar bagi guru muatan lokal.

 

Langkah ini membuka ruang bagi pengenalan pangan lokal secara lebih dekat kepada siswa, sekaligus memperkuat dokumentasi pengetahuan pangan yang berkembang di tengah masyarakat.

 

Pangan lokal Sulawesi Selatan yang selama ini diwariskan melalui praktik keluarga dan komunitas dapat dikemas menjadi pengetahuan yang lebih mudah diakses dan digunakan dalam proses pembelajaran.

 

Di tingkat kebijakan daerah, Land4Lives juga turut mengawal pengarusutamaan isu ketahanan iklim, ketahanan pangan, dan keadilan gender ke dalam dokumen perencanaan pembangunan Sulawesi Selatan.

 

Pengarusutamaan tersebut diarahkan masuk dalam RPJPD Sulawesi Selatan 2025–2045 dan RPJMD Sulawesi Selatan 2025–2029.

 

Kedua dokumen perencanaan tersebut antara lain memuat arah diversifikasi sistem pangan lokal yang tangguh terhadap perubahan iklim.

 

Diversifikasi pangan menjadi penting karena ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga kemampuan daerah mengembangkan sumber pangan yang beragam, sesuai potensi lokal dan mampu menghadapi tantangan perubahan iklim.

 

Melalui pendekatan tersebut, penguatan pangan lokal ditempatkan tidak hanya sebagai agenda sektor pangan, tetapi juga berkaitan dengan pendidikan, lingkungan, pembangunan daerah, serta pemberdayaan masyarakat.

 

Rangkaian kegiatan penutupan program Land4Lives di Sulawesi Selatan selanjutnya akan dilanjutkan melalui Dialog Multipihak yang digelar di Makassar pada 8 Oktober 2026.

 

Forum tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan guna membahas pembelajaran, capaian, serta keberlanjutan inisiatif yang telah dikembangkan selama pelaksanaan program di Sulawesi Selatan.

 

Pengalaman pengembangan muatan lokal pangan, WikiPangan.id, hingga penguatan isu pangan dan ketahanan iklim dalam perencanaan pembangunan menjadi bagian dari praktik yang dapat terus dikembangkan setelah program Land4Lives berakhir.

 

Dengan demikian, warisan program tidak hanya berupa kegiatan yang telah dilaksanakan, tetapi juga pengetahuan, jejaring komunitas, serta pendekatan kebijakan yang dapat terus dimanfaatkan untuk memperkuat sistem pangan lokal Sulawesi Selatan.