MAKASSAR,- Persatuan Serikat Buruh Makassar (PSBM) Melansungkan Konferensi IV di Kota Makassar, (04 Oktober 2026) Dengan mengangkat tema “Perkuat Soliditas Internal & Persatuan Menuju Kemenangan Kelas Pekerja” Persatuan Serikat Buruh Makassar (PSBM) resmi melakukan Konferensi ke IV dengan kepengurusan yang baru, rabu(07/10/2026).
Ketua Umum PSBM terpilih, Delandi Safri Pratama menyampaikan pidato politiknya setelah terpilih.
“Kita semua dalam PSBM ini adalah sama pimpinan, ketua tanpa pengurus & anggota bukanlah apa-apa. Saya berterima kasih kepada semua kawan-kawan PSBM yang telah memberikan amanah kepada saya di Konferensi ke IV ini. Tugas kita kedepan hanya satu, memperluas basis PSBM ke pabrik-pabrik multisektor di Kima & kota Makassar khususnya, 4 tahun bertubi-tubi kita dilanda oleh PHK Massal yang sangat merugikan kelas Pekerja & internal,” Ucap bung Delan sapaan akrabnya didepan peserta Konferensi.
Ia menambahkan & mempertegas kesiapannya untuk memimpin & dipimpin.
“Setiap lembaga butuh penyegaran, kepengurusan baru ini bukan menghapus yang lama tapi untuk melanjutkan & menyempurnakan program kepengurusan sebelumnya. Posisi saya tegas Siap Memimpin & Siap diPimpin demi terwujudnya We Are The Working Class,” tambahnya dihadapan Konferensi.
Jeny, selaku Koordinator Departemen Perempuan PSBM menyampaikan pentingnya perjuangan perempuan dalam serikat pekerja.
“Konferensi IV PSBM menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa perjuangan buruh perempuan tetap menjadi bagian utama dalam agenda organisasi. Kami berharap kepemimpinan baru semakin membuka ruang bagi perempuan untuk terlibat secara aktif, baik dalam pengambilan keputusan, pengorganisasian maupun perjuangan di tingkat basis,” Ungkap Jeny yang juga Koordinator Posko Pembelaan & Perlindungan Buruh Perempuan PSBM-FSBPI Makassar.
Jeny menambahkan, buruh perempuan bukan hanya sebatas objek perjuangan semata.
“Perempuan buruh bukan hanya objek perjuangan, tetapi merupakan kekuatan penting dalam membangun organisasi yang kuat, demokratis dan setara. Harapannya juga semoga PSBM bisa menjadi salah satu serikat leadersip dan berintegritas terhadap gerakan buruh khususnya di kota makassar ini,” tambah dia.
Rahman, ketua umum PSBM sebelumnya mengatakan pentingnya konferensi demi keberlangsungan serikat.
“Konferensi IV Persatuan Serikat Buruh Makassar (PSBM) merupakan momentum penting bagi perjalanan organisasi. Saya mengapresiasi seluruh proses konferensi yang telah dilaksanakan dan keterlibatan seluruh anggota serta pengurus dalam menjaga keberlangsungan organisasi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, kepemimpinan PSBM kedepan semakin bisa lebih baik lagi.
“Pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi. Saya juga mengucapkan selamat kepada Ketua Umum PSBM yang terpilih dalam Konferensi IV. Semoga amanah dalam menjalankan mandat organisasi dan mampu membawa PSBM menjadi organisasi yang semakin kuat, militan, serta dekat dengan persoalan-persoalan yang dihadapi kaum buruh,” tambahnya.
Sementara itu Ketua KPBI Sulsel, Sartono Laodemutu, S.H, saat ditemui rekan media mengatakan optimis dengan konferensi PSBM.
“Ditengah situasi regulasi negara terkait sektor Ketenagakerjaan yang mengakibatkan PHK Massal & perubahan undang-undang ketenagakerjaan yang kian membingungkan publik, maka Konferensi atau Kongres Serikat buruh adalah jawaban Perlawanan yang sulit terbendung,” ungkap bung Tono sapaan akrabnya.
Ia menambahkan, Konferensi atau Kongres dalam tradisi perserikatan buruh ada perjuangan nyata.
“Regenerasi yang terus tumbuh dalam perserikatan buruh adalah proses perubahan yang positif & sehat, sehingga perjuangan anak bangsa secara khusus dalam dunia ketenagakerjaan akan terus sambung menyambung hingga negara ini benar-benar berpihak terhadap kelas pekerja Indonesia,”. tambah dia dengan nada suara yang bersemangat.
Persatuan Serikat Buruh Makassar (PSBM) adalah Serikat Pekerja Mandiri di Makassar Sulawesi Selatan yang terafiliasi dengan Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI) & juga Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI).

Tinggalkan Balasan