MATA SULSEL.ID – Save the Children Indonesia mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem perlindungan anak pada momentum Hari Anak Nasional 2026.
Ajakan tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Pahlawan Anak 2026 yang akan berlangsung pada 13-16 Agustus 2026 di Gandaria City, Jakarta.
Hari Anak Nasional 2026 mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.”
Save the Children Indonesia menilai pemenuhan hak anak menjadi tanggung jawab bersama, terutama di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi anak-anak di Indonesia.
Berdasarkan Profil Anak Indonesia 2025 yang diterbitkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), sebanyak 29,8 juta anak masih mengalami ketertinggalan pembelajaran.
Selain itu, prevalensi stunting masih berada di angka 19,8 persen.
Sepanjang 2025 juga tercatat 4.727 bencana yang meningkatkan kerentanan anak terhadap berbagai risiko.
Sementara itu, data SIMFONI-PPA mencatat lebih dari 15.300 kasus kekerasan seksual terhadap anak dan 12.160 kasus kekerasan fisik.
Sebanyak 60,1 persen kasus tersebut terjadi di lingkungan rumah.
CEO sekaligus Chairperson Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, mengatakan Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa pemenuhan hak anak harus diwujudkan setiap hari.
“Hari Anak Nasional bukan satu-satunya waktu untuk berbicara tentang anak. Momentum ini mengingatkan kita bahwa pemenuhan hak anak adalah tanggung jawab yang harus diwujudkan setiap hari,” ujarnya.
Menurut Dessy, pengalaman Save the Children Indonesia selama 50 tahun menunjukkan perubahan bagi anak hanya dapat terwujud melalui kolaborasi berbagai pihak.
Karena itu, kepedulian terhadap anak harus diwujudkan melalui aksi nyata dan kerja sama lintas sektor yang berkelanjutan.
Salah satunya melalui penyelenggaraan Festival Pahlawan Anak 2026.
Festival tersebut akan menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif bagi keluarga, khususnya orang tua dan anak.
Kegiatan meliputi Pameran Imersif, Educational Fun Games, hingga Bincang Inspiratif yang membahas isu kesehatan, pengasuhan, pendidikan, dan perlindungan anak.
Festival juga akan menghadirkan Najwa Shihab, Maudy Ayunda, dan Putri Ariani sebagai tokoh pendukung Save the Children Indonesia.
Save the Children Indonesia telah berkiprah selama lima dekade dalam memperjuangkan pemenuhan hak dan perlindungan anak di Indonesia.
Sejak 1976, organisasi tersebut menjalankan berbagai program di bidang kesehatan dan gizi, pendidikan, perlindungan anak, peningkatan resiliensi, serta kesiapsiagaan dan respons bencana.
Pada periode 2018-2025, Save the Children Indonesia menjangkau lebih dari 4,5 juta penerima manfaat, terdiri atas 2,9 juta anak dan 1,7 juta orang dewasa.
Selain menjalankan berbagai program, Save the Children Indonesia juga mendorong penguatan kebijakan melalui pengasuhan berbasis keluarga, penguatan partisipasi anak melalui Children and Youth Advisory Network (CYAN), serta penguatan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) sebagai bagian dari Lembaga Ketahanan Desa (LKD).
Melalui momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia mengajak masyarakat menerjemahkan kepedulian terhadap anak ke dalam aksi nyata melalui Festival Pahlawan Anak.
Menurut organisasi tersebut, peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga kesempatan memperkuat komitmen bersama dalam melindungi dan memenuhi hak setiap anak di Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan