Jeneponto, matasulsel.id – Semangat juara dan persaudaraan menyelimuti pelepasan Kontingen Turatea Horseback Archery (HBA) Kabupaten Jeneponto yang akan berlaga pada dua ajang bergengsi di Kota Makassar, Jumat (17/7/2026).

Pelepasan berlangsung di Taman Patung Kuda, Alun-alun Taman Passamaturukang, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, disaksikan para pembina, pelatih, atlet, dan pecinta olahraga berkuda serta panahan.

Kontingen Turatea HBA akan mengikuti dua agenda besar, yakni Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah Tahun 2026 yang mempertemukan kontingen dari seluruh DPD Kabupaten/Kota Wahdah Islamiyah se-Sulawesi Selatan, serta Rektor Unhas Cup II untuk cabang Endurance Berkuda yang diselenggarakan di Kampus Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Makassar.

Rektor Unhas Cup II merupakan kejuaraan berkuda dan memanah tingkat nasional yang akan berlangsung pada 18–19 Juli 2026 di Kota Makassar. Kejuaraan ini mempertandingkan sejumlah nomor bergengsi, di antaranya Equestrian (Show Jumping), Endurance, dan Ground Archery untuk berbagai kelompok usia dan kategori, mulai dari pelajar hingga umum. Ajang tersebut menjadi salah satu kompetisi nasional yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Indonesia sekaligus menjadi wahana pembinaan prestasi olahraga berkuda dan memanah.

Lebih dari sekadar kompetisi, penyelenggara menyiapkan **trofi, medali, gelar juara (GT), dan total hadiah pembinaan sebesar Rp200 juta bagi para pemenang. Bahkan, panitia juga memberikan apresiasi khusus berupa Golden Ticket bagi atlet berprestasi sebagai jalur prestasi menuju Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin serta hadiah umrah pada kategori tertentu. Hal ini semakin menegaskan bahwa Rektor Unhas Cup II menjadi salah satu event berkuda paling bergengsi di Indonesia yang memberikan ruang lahirnya atlet-atlet masa depan.

Pelepasan secara resmi dilakukan oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jeneponto, Riski Yanuar, didampingi Sekretaris KORMI Kabupaten Jeneponto, Suardi A. Kahar.

Hadir pula para pembina, pelatih Daeng Nai, Ricardi Khalik yang juga selaku Ketua Kontingen, serta para atlet senior dan junior, baik ikhwan maupun akhwat, yang siap membawa nama Kabupaten Jeneponto di arena kompetisi.

Dalam arahannya, Riski Yanuar menegaskan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan. Menurutnya, keberanian hadir, semangat bertanding, serta kemampuan membangun persaudaraan melalui olahraga merupakan nilai yang jauh lebih penting.

“Bukan semata-mata soal menjadi juara. Kehadiran kita adalah wujud semangat, silaturahmi, dan kebersamaan. Komunitas ini telah menunjukkan bahwa olahraga berkuda dan memanah mampu menjadi ruang pembinaan karakter, mempererat persaudaraan, serta membangun generasi yang tangguh dan berakhlak,” pesannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas konsistensi Turatea Horseback Archery dalam mengembangkan olahraga sunnah yang kini semakin diminati masyarakat, khususnya kalangan anak-anak dan generasi muda Jeneponto.

Sementara itu, Suardi A. Kahar mengajak seluruh atlet untuk menjadikan setiap kejuaraan sebagai sarana belajar, meningkatkan pengalaman bertanding, sekaligus memperkuat mental juara.

“Keikutsertaan kontingen Jeneponto adalah bukti bahwa olahraga berkuda dan memanah di daerah ini terus berkembang. Setiap event yang diikuti menjadi investasi pengalaman yang akan memperkuat kemampuan atlet. Insya Allah, dari sini akan lahir atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Jeneponto di tingkat regional, nasional, bahkan internasional,” ujarnya penuh optimisme.

Menurutnya, keikutsertaan Turatea Horseback Archery pada dua event tersebut juga menjadi kesempatan emas bagi para atlet untuk mengasah teknik, meningkatkan daya tahan fisik, memperkuat mental bertanding, serta memperluas jaringan silaturahmi dengan komunitas berkuda dan panahan dari berbagai daerah di Indonesia. Pengalaman bertanding di level nasional diyakini akan menjadi bekal penting dalam menghadapi kompetisi yang lebih tinggi pada masa mendatang.

Turatea Horseback Archery sendiri terus berkembang sebagai komunitas yang tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter, disiplin, keberanian, dan kecintaan terhadap warisan budaya berkuda dan memanah. Kehadirannya menjadi salah satu wajah positif Kabupaten Jeneponto dalam membangun generasi muda yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.

Pelepasan kontingen berlangsung dalam suasana penuh haru dan semangat. Para pembina memberikan doa serta motivasi kepada seluruh atlet agar menjaga sportivitas, kekompakan, dan nama baik daerah selama mengikuti kompetisi.

Semangat itu terangkum dalam ungkapan berbahasa Makassar yang terus menggema sebagai penyemangat para atlet:

“Paentengi siri’na Tubaranina Jeneponto, kualeangi tallanga natoalia. Muri’ murina, para pembina Turatea Horseback Archery ajjari Pa’lapa Barambang para Atlet Turatea Horseback Archery Jeneponto.”

Ungkapan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap langkah para atlet bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi juga menjaga kehormatan, martabat, dan nama baik Turatea di mana pun mereka bertanding.

Partisipasi Kontingen Turatea Horseback Archery pada dua ajang bergengsi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa Kabupaten Jeneponto terus membangun tradisi olahraga berkuda dan memanah secara berkelanjutan. Dengan dukungan para pembina, keluarga, komunitas, dan masyarakat, diharapkan akan lahir semakin banyak atlet Turatea yang mampu mengukir prestasi di tingkat regional, nasional, hingga internasional serta memperkuat citra Jeneponto sebagai daerah yang melahirkan generasi tangguh, berkarakter, dan berdaya saing.

Dengan tekad yang kuat, doa para pembina, serta dukungan masyarakat, Kontingen Turatea Horseback Archery Kabupaten Jeneponto optimistis mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus memperkuat posisi Jeneponto sebagai salah satu daerah yang terus melahirkan atlet-atlet berkuda dan panahan yang membanggakan Indonesia. (*)