BONE – Mendengarkan kisah-kisah legenda langsung dari penutur atau tetua adat dulunya merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat Bugis. Sayangnya, tradisi lisan yang kaya akan nilai moral ini kian memudar di tengah generasi yang lebih akrab dengan gawai dan media digital.
Merespons tantangan tersebut, Andi Amitya Resty Dwiyanti (Mitya) menghadirkan solusi pelestarian budaya yang segar lewat peluncuran Audio Visual Book – Suara dari Kedalaman Goa Mampu: Legenda Sijello To Mampu. Karya ini dijadwalkan akan rilis dan tersedia secara online pada akhir Juli 2026.
Karya inovatif ini mengangkat cerita rakyat Sijello To Mampu, sebuah legenda yang memiliki kaitan erat dengan keberadaan kawasan karst Goa Mampu di Kabupaten Bone. Tidak seperti bahan bacaan konvensional, Mitya merancang audio visual book ini agar pembaca dapat merasakan pengalaman literasi yang menyeluruh.
Di dalamnya, audiens akan disuguhkan perpaduan teks dengan bahasa yang komunikatif, ilustrasi visual tokoh dan suasana, dokumentasi foto Goa Mampu, hingga elemen audio (rekaman suara) yang menghidupkan kembali nuansa tradisi tutur Bugis.
Sebagai inisiator, Mitya menyadari bahwa pendekatan baru sangat dibutuhkan agar warisan leluhur tidak hilang tertelan zaman.

“Jika legenda ini tidak segera kita dokumentasikan dan olah ke dalam media yang sesuai dengan perkembangan zaman, risikonya cerita ini bisa mengalami pengaburan makna atau bahkan hilang sama sekali,” jelas Mitya.
“Tujuan utama audio visual book ini adalah menyediakan ruang edukasi yang menyenangkan. Lewat visual dan audio, pelajar SMP, SMA, mahasiswa, hingga masyarakat umum bisa membayangkan langsung bagaimana lanskap Goa Mampu dan meresapi pesan moral, adat, serta hubungan manusia dengan alam yang ada dalam ceritanya,” tambahnya.
Pengembangan audio visual book ini terealisasi berkat dukungan program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026. Melalui riset lapangan langsung ke Goa Mampu dan wawancara dengan para narasumber, karya ini dipastikan tetap berpijak kuat pada akar budaya aslinya.
Karya literasi digital ini diharapkan tidak hanya mendorong minat baca, tetapi juga mengangkat potensi Goa Mampu sebagai pariwisata budaya yang bermakna. Audio visual book “Suara dari Kedalaman Goa Mampu” dapat segera diakses dan dinikmati secara online pada akhir bulan Juli ini.

Tinggalkan Balasan