MAKASSAR – Program Mannennungeng yang diinisiasi Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UKM Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (KPI) Universitas Hasanuddin memperoleh dukungan dari Pemerintah Kecamatan Barebbo, jum’at(03/07/2026).
Dukungan tersebut disampaikan Camat Barebbo, Andi Yusuf, S.STP., M.Si., saat menerima audiensi tim pelaksana di Kantor Kecamatan Barebbo. Pertemuan itu menjadi bagian dari penguatan koordinasi menjelang pelaksanaan program pemberdayaan petani di Desa Kajaolaliddong.
Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Universitas Hasanuddin 2026, Fadel Muhammad S., memaparkan berbagai inovasi yang akan diterapkan dalam Program Mannennungeng. Ia menjelaskan bahwa program dirancang untuk meningkatkan kapasitas petani melalui pemanfaatan teknologi pertanian, penguatan kelompok tani, serta pendampingan yang berkesinambungan. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat agar mampu memberikan dampak yang lebih efektif.
Fadel menambahkan bahwa keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh kolaborasi seluruh pihak yang terlibat. Oleh sebab itu, dukungan pemerintah kecamatan menjadi salah satu elemen penting dalam memperkuat pelaksanaan program di lapangan. Ia berharap sinergi tersebut mampu menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kajaolaliddong.
Camat Barebbo, Andi Yusuf, S.STP., M.Si., menilai Program Mannennungeng merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa. Menurutnya, pendekatan yang menggabungkan inovasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Pemerintah Kecamatan Barebbo pun menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan selama pelaksanaan program berlangsung.
“Kami mengapresiasi semangat mahasiswa Universitas Hasanuddin yang menghadirkan inovasi bagi masyarakat. Pemerintah Kecamatan Barebbo siap mendukung agar program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi petani di Desa Kajaolaliddong,” kata Andi Yusuf.
Dosen pendamping PPK Ormawa UKM KPI Universitas Hasanuddin, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa audiensi menjadi momentum membangun komunikasi yang lebih erat dengan pemerintah daerah. Menurutnya, keberhasilan program pengabdian tidak hanya ditentukan oleh kualitas inovasi, tetapi juga oleh kuatnya dukungan dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat Program Mannennungeng bagi masyarakat.
Program Mannennungeng akan dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan yang meliputi pelatihan, pendampingan, dan implementasi teknologi pertanian cerdas bagi masyarakat Desa Kajaolaliddong. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu mempercepat terwujudnya sektor pertanian yang lebih produktif, adaptif, dan berdaya saing. Tim PPK Ormawa UKM KPI Universitas Hasanuddin optimistis program ini dapat menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa berbasis inovasi.

Tinggalkan Balasan