MAKASSAR, MATASULSEL.ID – Komitmen ekspor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) mencapai Rp450 miliar melalui penyelenggaraan Sulawesi Investment and Business Forum (SIBF) 2026.

Capaian ini menjadi peluang untuk memperluas pasar produk unggulan daerah di tengah perlambatan pertumbuhan ekspor Sulawesi.

 

Forum yang mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli internasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perdagangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan yang berkelanjutan.

 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, mengatakan penguatan investasi perlu berjalan beriringan dengan perluasan akses pasar ekspor. Menurutnya, kedua aspek tersebut penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Sulawesi.

 

“Perkembangan ini menunjukkan pentingnya menjaga momentum investasi sekaligus memperluas akses pasar ekspor untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi Sulawesi yang lebih tinggi dan berkelanjutan,” kata Rizki.

 

Ia optimistis, melalui SIBF 2026, peluang perdagangan internasional dapat semakin terbuka bagi UMKM sehingga komitmen ekspor yang terbentuk dapat ditindaklanjuti menjadi transaksi nyata.

 

“Kami optimis melalui forum ini komitmen Rp450 miliar ini akan terwujud,” ujar Rizki.

 

Investasi Tumbuh, Ekspor Justru Melambat

 

Rizki menjelaskan, perekonomian Sulawesi tumbuh sebesar 4,36 persen pada triwulan II 2026. Pada periode yang sama, pertumbuhan investasi meningkat dari 6,7 persen menjadi 8,1 persen.

 

Namun, kinerja ekspor menunjukkan perkembangan berbeda. Pertumbuhan ekspor Sulawesi melambat dari 8,3 persen menjadi 2,3 persen.

 

Perbedaan kinerja tersebut menjadi perhatian dalam upaya menjaga keseimbangan sumber pertumbuhan ekonomi. Peningkatan investasi perlu diikuti kemampuan pelaku usaha memperluas pasar, meningkatkan produksi, serta memperkuat daya saing produk di tingkat internasional.

 

Dalam konteks tersebut, pengembangan UMKM berorientasi ekspor menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

UMKM tidak hanya didorong untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga perlu memiliki kapasitas untuk menjangkau konsumen lintas negara.

 

Salah satu tantangan yang dihadapi pelaku UMKM adalah membangun koneksi dengan calon pembeli internasional, memahami kebutuhan pasar tujuan, serta memastikan produk memenuhi standar kualitas dan persyaratan perdagangan.

 

Karena itu, forum bisnis seperti SIBF menjadi sarana untuk mempertemukan potensi produk daerah dengan peluang pasar yang lebih luas.

 

SIBF Buka Peluang UMKM Menembus Pasar Global

 

Komitmen ekspor senilai Rp450 miliar dalam SIBF 2026 mencerminkan besarnya peluang yang dapat dikembangkan melalui kemitraan perdagangan internasional.

 

Keterhubungan antara UMKM dan pembeli dari berbagai negara diharapkan dapat membuka jalur pemasaran baru, memperluas jaringan distribusi, serta meningkatkan kesempatan produk unggulan Sulampua masuk ke pasar global.

 

Untuk menjaga keberlanjutan kerja sama tersebut, komitmen ekspor perlu diikuti tindak lanjut yang terukur, mulai dari negosiasi perdagangan, pemenuhan spesifikasi produk, kesiapan kapasitas produksi, hingga realisasi pengiriman.

 

Keberhasilan ekspor juga dapat memberikan dampak berantai terhadap perekonomian daerah, termasuk membuka peluang usaha, memperluas penyerapan tenaga kerja, dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.

 

Dengan demikian, capaian komitmen ekspor dalam SIBF 2026 tidak hanya menjadi indikator terbukanya peluang perdagangan, tetapi juga menjadi tantangan untuk memastikan kerja sama yang terjalin menghasilkan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

 

Perkuat Sinergi Investasi dan Perdagangan

 

Bank Indonesia memandang penguatan investasi dan ekspor perlu berjalan beriringan agar pertumbuhan ekonomi Sulawesi dapat terjaga dalam jangka panjang.

 

Investasi berperan memperkuat kapasitas produksi dan kegiatan usaha, sementara perluasan ekspor membuka peluang bagi produk yang dihasilkan untuk menjangkau pasar lebih besar. Keduanya saling mendukung dalam mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan daya saing daerah.

 

Melalui SIBF 2026, peluang kerja sama antara pelaku usaha, investor, dan mitra perdagangan diharapkan semakin berkembang.

Dukungan terhadap UMKM juga menjadi bagian penting agar pelaku usaha daerah dapat mengambil peran lebih besar dalam rantai nilai global.

 

Komitmen ekspor Rp450 miliar menjadi modal awal yang perlu dikawal melalui kolaborasi berbagai pihak.

Realisasi komitmen tersebut diharapkan dapat membantu memperluas pasar UMKM sekaligus memperkuat kontribusi perdagangan internasional terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi dan kawasan Sulampua.