Sulawesi Selatan, matasulsel.id— Monitoring dan Evaluasi (Monev) Akhir Tahun penelitian Circular Economy (CE) 1.2 oleh Program Partnership for Australia–Indonesia Research (PAIR) Sulawesi menjadi momentum untuk memperkuat kualitas riset, kolaborasi multipihak, serta peluang keberlanjutan inovasi rumput laut di Desa Punaga, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Kamis, 15 Oktober 2026.

Kegiatan ini melibatkan tim peneliti, pemerintah Indonesia dan Australia, tim reviewer, serta mitra dampak untuk mengevaluasi capaian penelitian, mengidentifikasi tantangan pelaksanaan, dan merumuskan langkah tindak lanjut agar hasil riset dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.

Ketua Tim Peneliti, Dr. rer. nat. Elmi Nurhaidah Zainuddin, DES, memaparkan perkembangan penelitian CE 1.2, capaian kegiatan, kendala yang dihadapi, serta rencana tindak lanjut. Paparan tersebut menjadi bagian penting dalam menilai pelaksanaan riset sekaligus mengidentifikasi peluang penerapan hasil penelitian sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi daerah.

Monev ini melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia, tim reviewer, serta mitra dampak yang berperan menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan pembangunan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama tim reviewer, verifikasi bukti pendukung capaian penelitian, serta kunjungan lapangan. Melalui tahapan tersebut, para pemangku kepentingan berkesempatan mengamati kondisi aktual lokasi penelitian dan menggali pengalaman mitra penerima manfaat secara langsung.

Ratnasari, S.Pi., M.Si., selaku mitra dampak dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, turut memberikan perspektif pemerintah daerah mengenai relevansi penelitian dengan kebutuhan sektor kelautan dan perikanan, peluang pemanfaatan hasil riset, serta potensi keberlanjutan program di tingkat masyarakat.

Keterlibatan pemerintah daerah sebagai mitra dampak menjadi bagian penting dalam mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti pada pengembangan pengetahuan ilmiah, tetapi juga berpeluang diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Sinergi antara peneliti, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat nilai tambah komoditas kelautan dan perikanan sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Kunjungan lapangan di Desa Punaga juga menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memahami dinamika pelaksanaan penelitian dan pengalaman masyarakat di lokasi kegiatan. Masukan dari tim reviewer dan para pemangku kepentingan diharapkan menjadi bahan penyempurnaan penelitian serta dasar penyusunan langkah tindak lanjut yang lebih terarah.

Melalui Monev Akhir Tahun PAIR Sulawesi, kolaborasi antara peneliti, pemerintah, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mengembangkan inovasi ekonomi sirkular yang relevan dengan potensi wilayah pesisir.

Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar mendorong pemanfaatan hasil riset secara berkelanjutan, memperkuat sektor kelautan dan perikanan, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Sulawesi Selatan.(*)