MAKASSAR – Empat mahasiswa asal Makassar mendapat dukungan untuk menempuh pendidikan di Arab Saudi setelah Bosowa Peduli memberikan bantuan biaya penunjang pendidikan atau living cost selama mereka menjalani studi di College of Law and Islamic Sciences, Al-Madinah Al-Munawwarah.

 

Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Bosowa Peduli dalam memperluas akses pendidikan bagi generasi muda, termasuk mereka yang berhasil memperoleh kesempatan menuntut ilmu di luar negeri.

 

Bantuan yang disalurkan pada September 2026 itu bersumber dari dana zakat.

Dukungan tersebut diarahkan untuk membantu kebutuhan hidup sehari-hari para mahasiswa selama berada di Madinah, sehingga mereka dapat lebih fokus menjalani proses perkuliahan dan pengembangan keilmuan.

 

Program ini tidak sekadar dimaknai sebagai bantuan biaya pendidikan.

Bosowa Peduli melihat dukungan terhadap mahasiswa yang menempuh studi di luar negeri sebagai investasi jangka panjang untuk melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas keilmuan sekaligus karakter yang kuat.

 

Head of Bosowa Peduli, Hafit Timor Mas’ud, mengatakan dukungan kepada mahasiswa di Madinah menunjukkan bahwa implementasi program Bosowa Peduli telah menjangkau cakupan yang lebih luas.

 

“Dengan adanya bantuan tunjangan pendidikan untuk mahasiswa di Madinah ini, membuktikan bahwa implementasi program Bosowa Peduli tidak hanya menyasar skala regional Sulsel atau nasional, tapi bahkan global atau internasional,” kata Hafit.

 

Menurut dia, bantuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada manfaat yang dirasakan para penerima saat ini.

Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama berada di Madinah diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat setelah mereka menyelesaikan pendidikan.

 

“Saya berharap bantuan ini nantinya akan memberikan impact untuk Bosowa Peduli dan untuk umat di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

 

Dukungan tersebut menjadi penting mengingat keberhasilan memperoleh beasiswa pendidikan di luar negeri tidak serta-merta menghapus kebutuhan mahasiswa selama menjalani studi.

Biaya tempat tinggal, konsumsi, transportasi, hingga kebutuhan penunjang lainnya tetap menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi mahasiswa.

 

Karena itu, dukungan living cost diharapkan dapat memberikan ruang bagi para mahasiswa untuk lebih berkonsentrasi pada pendidikan.

 

Program ini juga mendapat apresiasi dari Ustaz Luqman. Ia menyampaikan terima kasih kepada Bosowa Peduli yang telah mengalokasikan dana sosial, khususnya dana zakat, untuk membantu mahasiswa yang berhasil lolos dan memperoleh kesempatan kuliah di Madinah.

 

“Ucapan terima kasih untuk segenap tim Bosowa Peduli yang telah mengalokasikan dana sosial, dana zakat, untuk membiayai beberapa mahasiswa yang lulus untuk kuliah di Madinah,” ungkapnya.

 

Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan para mahasiswa dalam menuntut ilmu sekaligus mempersiapkan diri agar kelak mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

 

“Dengan harapan nantinya mereka akan bisa memberikan manfaat untuk Bosowa Peduli dan umat,” lanjutnya.

 

Bagi Bosowa Peduli, pendidikan merupakan salah satu pintu penting untuk membangun kualitas generasi masa depan.

Dukungan kepada empat mahasiswa asal Makassar tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana dana zakat dapat diarahkan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan.

 

Studi di Madinah juga membuka kesempatan bagi para mahasiswa untuk memperdalam ilmu, khususnya bidang hukum dan ilmu-ilmu keislaman, dalam lingkungan akademik internasional.

 

Bosowa Peduli berharap ilmu yang diperoleh selama berada di Madinah nantinya tidak hanya menjadi bekal pribadi para mahasiswa.

Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diharapkan dapat kembali dan berkontribusi di tengah masyarakat Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan.

 

Keempat mahasiswa tersebut diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kedalaman ilmu, wawasan luas, serta kepedulian terhadap masyarakat.

Dalam jangka panjang, mereka juga diharapkan dapat mengambil peran dalam menyebarkan ilmu dan memberikan kontribusi bagi perkembangan pendidikan Islam di tanah air.

 

Bantuan ini pun menjadi gambaran bahwa dukungan terhadap pendidikan tidak selalu harus berhenti pada pemberian akses masuk ke perguruan tinggi.

Ketika kebutuhan penunjang selama proses belajar ikut diperhatikan, mahasiswa memiliki ruang yang lebih besar untuk mengembangkan potensi dan menyelesaikan pendidikannya.

 

Dari Makassar menuju Madinah, perjalanan empat mahasiswa ini kini mendapat dukungan tambahan.

Harapannya sederhana, ilmu yang mereka bawa pulang kelak jauh lebih besar daripada bantuan yang mereka terima hari ini.

 

Sebab, ketika pendidikan didukung, potensi punya ruang untuk tumbuh.