Berani Sehat dari Pulau Lae-Lae Makassar: Mewujudkan “Masyarakat Sehat, Indonesia Kuat”

Oleh: Hariadi

Pagi belum sepenuhnya terang ketika suara mesin perahu nelayan mulai terdengar dari pesisir Pulau Lae-Lae, Kota Makassar. Beberapa warga telah bersiap menjalani aktivitasnya masing-masing.

Ada nelayan yang memeriksa peralatan tangkap sebelum berlayar, ada ibu-ibu yang menyiapkan kebutuhan keluarga, dan ada anak-anak yang bersiap menuju sekolah dengan membawa harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Di balik kesederhanaan kehidupan masyarakat pulau tersebut, tersimpan sebuah perjuangan besar: mempertahankan kehidupan yang sehat di tengah tantangan lingkungan pesisir.

Bagi masyarakat Pulau Lae-Lae, laut bukan hanya hamparan air yang mengelilingi tempat tinggal mereka, tetapi sumber kehidupan yang memberikan penghidupan, pangan, dan identitas sosial.

Namun, laut yang menjadi sandaran hidup tersebut juga membutuhkan perhatian. Sampah plastik, perubahan lingkungan, keterbatasan akses layanan kesehatan, serta perubahan pola hidup menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

Dari sinilah muncul sebuah pesan penting: menjaga laut berarti menjaga kehidupan, dan menjaga kesehatan masyarakat berarti memperkuat bangsa.

Momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia menjadi waktu yang tepat untuk kembali merenungkan makna kemerdekaan.

Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang menghadirkan kehidupan yang layak bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Salah satu ukuran keberhasilan pembangunan bangsa adalah terciptanya masyarakat yang sehat.

Sebab, masyarakat yang sehat akan melahirkan generasi yang produktif, pendidikan yang berkualitas, ekonomi yang kuat, serta bangsa yang mampu menghadapi tantangan global.

Tema “Masyarakat Sehat, Indonesia Kuat” memiliki makna yang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat pesisir seperti Pulau Lae-Lae.

Kesehatan tidak hanya berkaitan dengan rumah sakit dan pengobatan, tetapi juga menyangkut lingkungan yang bersih, ketersediaan air bersih, pola hidup sehat, kepedulian sosial, serta keberlanjutan sumber daya alam.

Karena itu, semangat “Berani Sehat” perlu dimaknai sebagai keberanian masyarakat untuk menjaga diri, menjaga keluarga, dan menjaga lingkungan tempat mereka hidup.

Pulau Lae-Lae merupakan salah satu wilayah kepulauan yang berada dalam kawasan Kota Makassar dan menjadi bagian dari gugusan Kepulauan Spermonde. Kehidupan masyarakatnya sangat erat dengan laut.

Sebagian masyarakat menggantungkan kehidupan dari aktivitas perikanan, perdagangan kecil, dan berbagai usaha yang berkaitan dengan potensi wilayah pesisir.

Bagi seorang nelayan, kesehatan adalah modal utama untuk bekerja. Aktivitas melaut membutuhkan kekuatan fisik, ketahanan mental, serta kemampuan menghadapi kondisi alam yang tidak selalu mudah.

Nelayan yang sehat akan mampu menjalankan aktivitas ekonomi, memenuhi kebutuhan keluarga, dan berkontribusi terhadap kehidupan sosial masyarakat.

Namun, kehidupan masyarakat pesisir memiliki tantangan tersendiri. Akses terhadap fasilitas kesehatan, sanitasi, pengelolaan sampah, dan edukasi kesehatan masih membutuhkan perhatian berkelanjutan.

Wilayah kepulauan memiliki karakter geografis yang berbeda dengan wilayah daratan sehingga pelayanan publik harus dirancang dengan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pemerataan layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam mewujudkan keadilan sosial.

Kehadiran berbagai program pemerintah, termasuk penguatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan, menjadi langkah strategis agar masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir tetap memperoleh hak kesehatan yang sama.

Selain pelayanan kesehatan, faktor lingkungan juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Laut yang tercemar akan berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

Sampah plastik yang menumpuk di laut tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga dapat mengganggu keberlanjutan sumber pangan masyarakat pesisir.

Karena itu, menjaga laut harus menjadi gerakan bersama. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjaga kebersihan pantai, dan meningkatkan kesadaran lingkungan merupakan bentuk nyata dari perilaku hidup sehat.

Dalam konteks ini, masyarakat Pulau Lae-Lae menunjukkan nilai penting yang telah menjadi kekuatan bangsa Indonesia sejak dahulu, yaitu gotong royong.

Membersihkan lingkungan bersama, membantu warga yang mengalami kesulitan, serta menjaga hubungan sosial merupakan modal besar dalam membangun masyarakat yang sehat dan tangguh.

Budaya gotong royong membuktikan bahwa kesehatan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi tanggung jawab bersama.

Pemerintah menyediakan fasilitas dan kebijakan, sementara masyarakat memiliki peran aktif dalam menjaga keberlanjutan program tersebut.

Lebih jauh, membangun masyarakat sehat di wilayah pesisir berarti mempersiapkan masa depan bangsa. Anak-anak yang tumbuh sehat akan memiliki kesempatan belajar yang lebih baik.

Generasi muda pesisir yang memiliki kesadaran lingkungan akan mampu menjaga sumber daya laut. Masyarakat produktif yang sehat akan memperkuat perekonomian lokal.

Dari perspektif pembangunan nasional, wilayah kecil seperti Pulau Lae-Lae memiliki arti besar.

Kemajuan Indonesia tidak hanya diukur dari perkembangan kota besar, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat di pulau-pulau kecil dan wilayah pesisir.

Pulau Lae-Lae memberikan pelajaran bahwa kesehatan dan lingkungan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Laut yang sehat akan menghasilkan kehidupan yang sehat. Masyarakat yang sehat akan melahirkan bangsa yang kuat.

Pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

Berani sehat berarti berani menjaga kebersihan, berani memperbaiki pola hidup, berani menjaga lingkungan, dan berani membangun kepedulian terhadap sesama.

Dari Pulau Lae-Lae, kita belajar bahwa pembangunan Indonesia tidak hanya berada di pusat kota, tetapi juga tumbuh dari pulau-pulau kecil yang memiliki semangat besar untuk maju.

Setiap langkah kecil masyarakat dalam menjaga kesehatan dan lingkungan merupakan bagian dari perjuangan membangun bangsa.

Menjaga laut berarti menjaga kehidupan. Menjaga kesehatan berarti menjaga masa depan. Dan ketika seluruh masyarakat Indonesia memiliki keberanian untuk hidup sehat, maka cita-cita “Masyarakat Sehat, Indonesia Kuat” bukan hanya menjadi slogan, tetapi menjadi kenyataan.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Dari Pulau Lae-Lae untuk Indonesia, mari bersama berani sehat, menjaga laut, dan memperkuat kehidupan bangsa.

Referensi Pendukung

1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Jakarta.

3. Badan Pusat Statistik Kota Makassar. (2025). Kota Makassar dalam Angka 2025. Makassar: BPS Kota Makassar.

4. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (2022). Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Jakarta: KKP RI.

5. World Health Organization. (2021). Health Promotion and Healthy Settings. Geneva: WHO.

6. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2020). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.

7. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (2021). Kebijakan Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Berkelanjutan. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, KKP RI.

8. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2023). Pengelolaan Sampah Laut dan Upaya Pengurangan Sampah Plastik di Indonesia. Jakarta: KLHK RI.

 

#MasyarakatSehatIndonesiaKuat, #LombaKesehatanKomdigi2026, #HUT81RI