Jeneponto, matasulsel id – Dalam upaya mendukung keberhasilan program pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif serta menurunkan angka masalah gizi seperti stunting, wasting, dan underweight pada anak, Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto menggelar kegiatan Pelatihan Konseling Menyusui.
Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Politeknik Kementerian Kesehatan (Poltekkes) Makassar, berlangsung mulai 17 hingga 22 Mei 2026 di Hotel Valentine, Jalan Pahlawan, Jeneponto, dan dibuka secara resmi oleh Bupati Jeneponto, H. Yasir Paris, SE., MM, pada Senin (18/5/2026).
Pelatihan ini dihadiri oleh 25 peserta yang merupakan tenaga kesehatan, terdiri dari bidan Puskesmas, bidan desa, serta nutrisionis. Mereka akan mendapatkan materi lengkap mulai dari kebijakan terkait ASI Eksklusif, manfaat ASI bagi ibu dan bayi, cara menyusui yang benar, penanganan berbagai masalah yang sering muncul saat menyusui, teknik konseling, hingga praktik pendampingan langsung kepada ibu menyusui.
Materi disampaikan oleh narasumber berkompeten dari Dinas Kesehatan, tenaga pelatih konselor ASI, serta perwakilan organisasi profesi.
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan landasan hukum yang kuat, antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif, Peraturan Daerah Kabupaten Jeneponto Nomor 9 Tahun 2017, serta berbagai peraturan menteri kesehatan terkait upaya kesehatan anak dan standar pelayanan minimal.
Pembiayaan kegiatan bersumber dari Anggaran Pusat DAK Non Fisik pada program Pelayanan Kesehatan Gizi Masyarakat tahun 2026.
Dalam sambutan pembukaannya, Bupati Jeneponto menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini sebagai langkah strategis peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.
“Peran konselor ASI sangatlah vital. Mereka tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga motivasi dan pendampingan agar setiap ibu hamil maupun menyusui memahami hak anaknya mendapatkan ASI, sehingga anak dapat tumbuh kembang secara optimal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati berharap para peserta dapat menyerap seluruh ilmu dan keterampilan yang diajarkan, serta menerapkannya secara profesional di tempat kerja masing-masing. Dengan begitu, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya ibu dan anak di pelosok desa. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait untuk memperkuat kerja sama lintas sektor, serta menciptakan lingkungan yang ramah dan mendukung penuh keberhasilan pemberian ASI Eksklusif.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Susyanti A Mansyur, menjelaskan bahwa tujuan utama pelatihan ini adalah mencetak tenaga konselor ASI yang handal dan berkompeten.
“Kami ingin memastikan setiap tenaga kesehatan yang mengikuti pelatihan ini memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk membimbing ibu menyusui mengatasi berbagai kendala, sehingga program ASI Eksklusif di Kabupaten Jeneponto dapat tercapai secara maksimal,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir tenaga-tenaga kesehatan berkualitas yang mampu menjadi garda terdepan dalam mewujudkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkualitas, menuju visi Jeneponto Bahagia. (*)

Tinggalkan Balasan