Jeneponto, matasulsel.id – Kabar membanggakan kembali hadir dari Kabupaten Jeneponto di dunia literasi dan perpustakaan. Sejumlah penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan provinsi Sulawesi Selatan Prof. Muhammad Jufri saat upacara HUT Perpustakaan Nasional di Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan.

Penghargaan ini diserahkan dalam rangkaian Upacara Kesadaran Nasional yang dirangkaikan dengan peringatan HUT Perpustakaan Nasional ke-46, Hari Kearsipan ke-55, serta Hari Buku Nasional Tahun 2026 di tingkat provinsi, dengan mengusung tema besar “Merawat Pustaka Memartabatkan Bangsa”. Senin (18/5/2026).

Prestasi yang diraih Jeneponto bukanlah angka sembarangan, melainkan bukti nyata kualitas dan komitmen tinggi dalam memajukan budaya literasi. Berdasarkan capaian tahun 2025, Jeneponto menempati peringkat Ketiga (III) Kabupaten/Kota dengan Nilai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Tertinggi, dan meraih peringkat Kedua (II) Kabupaten/Kota dalam Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) se-Provinsi Sulawesi Selatan.

Tak hanya berhenti di tingkat provinsi, nama Jeneponto juga harum di kancah nasional berkat keberhasilan meraih penghargaan Inovasi Promosi Layanan Perpustakaan Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2025.

Menanggapi torehan prestasi gemilang ini, Penjabat (PLT) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto, Taufik, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pejabat, staf dan seluruh elemen yang terlibat.

Ia menegaskan bahwa penghargaan ini adalah buah dari kerja keras, dedikasi, dan sinergi yang solid dalam menghadirkan layanan terbaik dan program literasi yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras kita semua tidak sia-sia. Penghargaan ini milik seluruh warga Jeneponto, dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mempertahankan bahkan meningkatkannya lagi di tahun-tahun mendatang,” ujar Taufik dengan penuh rasa syukur dan bangga.

Dalam kesempatan terpisah saat pembukaan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Sederajat, Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, SE., MM, turut memberikan apresiasi besar atas capaian yang membanggakan ini. Menurutnya, segudang prestasi di bidang literasi ini menjawab pandangan miring yang kerap mengidentikkan Jeneponto dengan keterbelakangan.

“Sudah saatnya pandangan itu kita buang jauh-jauh. Data dan prestasi berbicara lain. Jeneponto terus memberikan persembahan terbaik, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Capaian di bidang literasi ini bukan sekadar penghargaan semata, melainkan indikator nyata bahwa sumber daya manusia kita sedang tumbuh dan berkembang ke arah yang jauh lebih maju,” tegas Bupati Paris Yasir.

Lebih jauh, Bupati menyoroti adanya korelasi kuat antara kemajuan indeks literasi dan minat baca dengan indikator pembangunan daerah lainnya di tahun 2026 ini. Ia mencontohkan, peningkatan daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Jeneponto yang kini berada di peringkat kelima terbaik, serta perbaikan peringkat inovasi daerah, semuanya tidak terlepas dari meningkatnya kualitas SDM yang berakar dari budaya gemar membaca dan belajar.

“Ada hubungan yang sangat erat. Ketika budaya literasi tumbuh, pengetahuan bertambah, pola pikir terbuka, dan kreativitas berkembang. Itulah yang kemudian mendorong inovasi, meningkatkan ekonomi, dan akhirnya membawa kita menuju kesejahteraan. Prestasi literasi ini adalah pondasi kokoh bagi kemajuan Jeneponto yang lebih luas,” tambahnya.

Peringatan hari besar perpustakaan dan kearsipan tahun ini menjadi momen bersejarah bagi Jeneponto. Di bawah tema “Merawat Pustaka Memartabatkan Bangsa”, capaian ini menjadi motivasi kuat bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus merawat warisan pengetahuan, memajukan budaya baca, dan meyakini bahwa dengan literasi yang kuat, Jeneponto akan terus melaju pesat menuju visi besarnya, Mewujudkan masyarakat yang Sejahtera dan Bahagia. (*)