Jakarta, matasulsel.id — Potensi pembangunan industri pakan ternak di Kabupaten Jeneponto mulai menarik perhatian calon investor dalam kegiatan Market Sounding dan One-on-One Meeting yang diinisiasi Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.
Dari 14 proyek investasi daerah yang diundang, enam proyek terpilih mengikuti sesi Market Sounding dan One-on-One Meeting secara langsung, termasuk rencana pembangunan Industri Pakan Ternak Kabupaten Jeneponto.
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kabupaten Jeneponto untuk memperkenalkan potensi unggulan daerah sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan calon investor guna mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Dalam sesi Market Sounding, perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jeneponto, Idil Adhari, memaparkan potensi dan peluang investasi pembangunan industri pakan ternak di hadapan puluhan perwakilan perusahaan calon investor.
Paparan tersebut menyoroti ketersediaan bahan baku jagung, potensi pasar pakan ternak, serta posisi strategis Jeneponto sebagai salah satu daerah penghasil jagung unggulan di Sulawesi Selatan.
Idil menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Jeneponto telah melakukan kajian dan menyusun dokumen Investment Project Ready to Offer* (IPRO) sebagai dasar penawaran proyek kepada calon investor.
Dokumen tersebut memuat gambaran potensi investasi, kebutuhan pengembangan industri, serta peluang pasar yang dapat dikembangkan melalui pembangunan industri pakan ternak di daerah tersebut.
“Kami, Pemerintah Kabupaten Jeneponto, telah melakukan riset, menyusun dokumen IPRO, dan mengkaji peluang pasar pakan ternak di Sulawesi Selatan. Berdasarkan data tahun 2025, produksi jagung Kabupaten Jeneponto mencapai 391.077 ton yang tersebar di 11 kecamatan. Potensi ini menjadi salah satu modal utama untuk mendukung pembangunan industri pakan ternak di Jeneponto,” ungkap Idil, JF Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Pertama pada DPMPTSP Kabupaten Jeneponto.
Menurutnya, pembangunan industri pakan ternak di Jeneponto diharapkan dapat membuka peluang investasi baru sekaligus mendorong hilirisasi komoditas pertanian. Kehadiran industri ini juga berpotensi meningkatkan nilai tambah hasil panen jagung petani, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat keterkaitan sektor pertanian dengan industri pengolahan.
Selain itu, industri pakan ternak berpeluang mendukung rantai pasok bahan baku pakan di Sulawesi Selatan sehingga potensi pertanian daerah dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Ketertarikan terhadap proyek pembangunan industri pakan ternak berlanjut dalam sesi One-on-One Meeting. Setidaknya tiga calon investor, yakni PT Sunergy, FKS Group, dan KADIN Indonesia, menunjukkan ketertarikan untuk mendalami lebih lanjut peluang investasi tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, delegasi Kabupaten Jeneponto yang juga diwakili Ibrahim, JF Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya pada DPMPTSP Kabupaten Jeneponto, mempromosikan dua peluang investasi lainnya, yakni pembangunan industri garam dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
“Selain industri pakan ternak, Jeneponto juga memiliki potensi garam yang dapat diolah menjadi bahan baku berbagai industri. Kami juga memiliki potensi sumber daya air yang dapat dikembangkan melalui investasi Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM,” terang Ibrahim di hadapan calon investor.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah calon investor meminta salinan digital dokumen proyek investasi Kabupaten Jeneponto untuk dipelajari lebih lanjut. Mereka juga meminta tindak lanjut komunikasi serta fasilitasi pertemuan lanjutan guna mendalami peluang kerja sama dan prospek pengembangan proyek yang ditawarkan.
Respons tersebut membuka ruang bagi Pemerintah Kabupaten Jeneponto untuk melanjutkan penjajakan ke tahap pembahasan yang lebih mendalam. Namun, ketertarikan awal ini masih memerlukan tindak lanjut, termasuk pendalaman kelayakan proyek, pembahasan skema kerja sama, dan kesesuaian kebutuhan investasi.
Keterlibatan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan bersama PT SMI dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan proyek-proyek potensial daerah dengan calon investor, sekaligus membuka ruang komunikasi untuk mendalami kelayakan dan prospek pengembangan investasi.
Bagi Kabupaten Jeneponto, partisipasi dalam kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperluas jejaring investasi dan memperkenalkan peluang pengembangan industri berbasis potensi unggulan daerah, mulai dari komoditas jagung, garam, hingga pengembangan layanan penyediaan air minum.
Melalui promosi investasi yang terarah dan tindak lanjut berkesinambungan, Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui DPMPTSP terus mendorong pengembangan industri pengolahan dan hilirisasi komoditas lokal.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya daerah, memperluas kesempatan kerja, memperkuat perekonomian lokal, serta membuka peluang kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat Jeneponto.(*)

Tinggalkan Balasan