MAKASSAR – Kebanggaan seorang ayah tidak selalu diukur dari pencapaian dirinya sendiri, tetapi juga dari keberhasilan anaknya meraih cita-cita melalui perjuangan dan kerja keras.

Kebahagiaan itulah yang dirasakan Aiptu Irwansuarto, anggota Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polrestabes Makassar, bersama sang istri, Suryana, ketika melihat putra sulung mereka, Agusaryanto, menapaki jalan pengabdian kepada bangsa dan negara melalui pendidikan di Akademi Militer (Akmil) Magelang.

 

Perjalanan Agusaryanto menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga. Sebagai anak pertama dari lima bersaudara, ia tidak hanya membawa harapan kedua orang tuanya, tetapi juga diharapkan menjadi inspirasi bagi keempat adiknya dalam mengejar pendidikan dan mewujudkan cita-cita.

 

Bagi Irwansuarto, keberhasilan putranya merupakan buah dari proses panjang dalam membesarkan anak, menanamkan kedisiplinan, serta membangun karakter yang kuat sejak dini.

 

Sebagai anggota Polri berpangkat Bintara, Irwansuarto terbiasa menjalani tugas dengan mengedepankan disiplin, tanggung jawab, dan keteguhan hati. Nilai-nilai tersebut turut menjadi bekal yang ditanamkan kepada anak-anaknya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Bersama Suryana, ia berupaya memberikan pendidikan dan pendampingan agar anak-anak mereka tumbuh menjadi pribadi mandiri, memiliki semangat juang, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Dari Paskibraka Nasional Menuju Akademi Militer

 

Agusaryanto mengawali pendidikan formalnya di SD Paccerangkang. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 30 Makassar dan SMA Negeri 21 Makassar.

 

Salah satu pencapaian penting dalam perjalanan hidupnya terjadi pada 2023. Saat itu, Agusaryanto terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional mewakili Provinsi Sulawesi Selatan.

 

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pembentukan karakter dan kedisiplinannya.

Berada di lingkungan Paskibraka Nasional juga menjadi pengalaman yang memperkuat semangat kebangsaan, tanggung jawab, serta kesadaran akan pentingnya pengabdian.

 

Dari pengalaman itu, langkah Agusaryanto berlanjut menuju cita-cita berikutnya.

Kini, ia sedang menjalani pendidikan di Akademi Militer Magelang, sebuah tahapan yang menjadi bagian dari perjalanannya untuk meraih cita-cita sebagai perwira TNI Angkatan Darat.

 

Perjalanan tersebut tentu membutuhkan kesungguhan, ketekunan, dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan pendidikan.

Bagi keluarga, setiap tahapan yang dilalui Agusaryanto menjadi sumber kebahagiaan sekaligus pengingat bahwa cita-cita membutuhkan perjuangan yang tidak singkat.

 

Doa Orang Tua di Balik Perjuangan Anak

 

Di balik pencapaian seorang anak, terdapat dukungan keluarga yang kerap berjalan dalam diam. Doa, perhatian, pendidikan, dan keteladanan menjadi bagian dari proses panjang yang tidak selalu terlihat, tetapi memiliki arti penting dalam perjalanan menuju masa depan.

 

Irwansuarto menjalankan perannya sebagai ayah dengan berusaha memberikan teladan kedisiplinan dan tanggung jawab. Sementara itu, Suryana mendampingi anak-anaknya melalui kasih sayang, perhatian, dan dukungan seorang ibu.

 

Bagi keduanya, keberhasilan Agusaryanto bukan semata-mata tentang pencapaian pribadi.

Lebih dari itu, perjalanan tersebut merupakan hasil dari proses mendidik anak agar berani bermimpi, tekun berusaha, serta mampu menghadapi setiap tantangan.

 

Harapan mereka pun tidak berhenti pada keberhasilan putra sulungnya menempuh pendidikan militer.

Mereka ingin Agusaryanto menjalani seluruh tahapan pendidikan dengan baik, menjaga nama baik keluarga, dan kelak menjadi pribadi yang berintegritas serta bertanggung jawab dalam menjalankan tugas.

 

Sebagai anak sulung, Agusaryanto juga memiliki kesempatan untuk memberikan contoh kepada keempat adiknya.

Perjalanannya menunjukkan bahwa cita-cita dapat diperjuangkan melalui pendidikan, kedisiplinan, ketekunan, dan keberanian mengambil kesempatan.

 

Namun, bagi Irwansuarto dan Suryana, keberhasilan anak tidak hanya ditentukan oleh pangkat, jabatan, atau kedudukan yang kelak diraih. Karakter, kerendahan hati, dan kesanggupan menjalankan amanah dengan baik tetap menjadi hal yang utama.

 

Kebanggaan yang Tak Ternilai

 

Perjalanan Agusaryanto menjadi pengingat bahwa di balik langkah seorang anak menuju masa depan, ada peran orang tua yang tidak dapat dipisahkan.

Ada nilai-nilai kehidupan yang ditanamkan sejak kecil, dukungan yang terus diberikan, serta doa yang menyertai setiap tahapan perjuangan.

 

Bagi Aiptu Irwansuarto dan Suryana, melihat putra sulung mereka menempuh pendidikan di Akademi Militer Magelang merupakan kebanggaan yang tidak ternilai.

 

Kebahagiaan itu bukan sekadar karena Agusaryanto berhasil melangkah menuju cita-citanya, melainkan juga karena ia memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri dan mempersiapkan masa depan dalam jalur pengabdian kepada bangsa dan negara.

 

Kini, perjalanan Agusaryanto masih berlanjut. Pendidikan dan tantangan yang dihadapinya menjadi bagian dari proses untuk membentuk diri menjadi pribadi yang lebih matang dan bertanggung jawab.

 

Di mata kedua orang tuanya, setiap langkah tersebut adalah harapan yang tumbuh dari perjuangan panjang sebuah keluarga.

 

Sebab, bagi seorang ayah dan ibu, salah satu kebahagiaan terbesar adalah melihat anak yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang mampu berdiri di atas perjuangannya sendiri, meraih cita-cita, dan menemukan jalan pengabdiannya kepada bangsa dan negara.