MAKASSAR – Keterbatasan bukan penghalang untuk menghasilkan karya. Semangat tersebut menjadi pesan utama PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Tabung Karya (Tanjung Bunga Berkarya) Vol. 5 yang melibatkan 45 perempuan penyandang disabilitas.

 

Mengusung tema “Jumputan Berwarna, Karya Bermakna”, kegiatan tersebut menghadirkan pelatihan membatik dengan teknik jumputan bagi para ibu anggota Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI).

 

Kegiatan berlangsung di Madrid Hall, Akkarena, Makassar, Senin (28/9/2026). Para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai teknik dasar membatik, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan langsung proses pembuatan batik jumputan dengan mengeksplorasi berbagai bentuk motif dan warna.

 

Melalui kegiatan ini, GMTD berupaya menciptakan ruang yang inklusif bagi perempuan penyandang disabilitas untuk mengembangkan kreativitas, memperoleh keterampilan baru, sekaligus mengekspresikan potensi diri melalui karya seni.

 

Keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif yang memiliki nilai ekonomi dan berpotensi mendukung perekonomian keluarga.

 

Pelatihan membatik tersebut dibawakan oleh Andi Tenri Uba dari Batik dan Tenun ISTI. Peserta diperkenalkan pada teknik dasar pembuatan batik jumputan, mulai dari membentuk motif melalui proses mengikat, melipat, dan menjumput kain hingga tahapan pewarnaan.

 

Proses tersebut menghasilkan motif yang beragam dan unik. Setiap peserta pun memiliki kesempatan untuk menentukan pola serta perpaduan warna sesuai dengan kreativitas masing-masing.

 

Tidak sekadar belajar membuat kain bermotif, kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta untuk bereksperimen sekaligus membangun kepercayaan diri dalam mengekspresikan gagasan melalui karya.

 

Setiap kain yang dihasilkan menjadi bagian dari proses belajar dan kreativitas peserta. Motif serta warna yang berbeda menunjukkan bagaimana teknik sederhana dapat menghasilkan karya personal dengan karakter yang beragam.

 

Chief Operating Officer Lippoland Makassar dan Manado, Jemmy Andreas Persang, mengatakan GMTD memandang program CSR bukan hanya sebagai bentuk pemberian bantuan kepada masyarakat.

 

Menurutnya, CSR juga harus mampu membuka ruang agar masyarakat dapat belajar, berkembang, dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

 

“Bagi GMTD, CSR bukan sekadar tentang memberikan bantuan, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Melalui Tabung Karya Vol. 5, kami ingin menunjukkan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, berkreasi, dan menghasilkan sesuatu yang bernilai,” ujar Jemmy.

 

Ia menilai keterlibatan anggota HWDI dalam Tabung Karya Vol. 5 menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan sosial yang semakin inklusif.

 

Jemmy menegaskan, keberagaman merupakan salah satu kekuatan yang perlu mendapat ruang dalam berbagai aktivitas pemberdayaan masyarakat.

 

“Kami percaya bahwa keberagaman adalah kekuatan. Karena itu, GMTD berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk perempuan penyandang disabilitas. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan hari ini, tetapi dapat menjadi pengalaman yang mendorong peserta untuk terus berkarya dan mengembangkan keterampilan secara berkelanjutan,” lanjutnya.

 

Dorong Pemberdayaan dan Inklusivitas

 

Tabung Karya Vol. 5 merupakan bagian dari komitmen GMTD dalam mengembangkan program CSR yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kapasitas individu.

 

Program tersebut juga ditempatkan dalam perspektif Environmental, Social, and Governance (ESG), terutama pada aspek sosial melalui penguatan inklusivitas, pengembangan keterampilan, serta penciptaan ruang partisipasi yang setara bagi penyandang disabilitas.

 

Tema “Jumputan Berwarna, Karya Bermakna” menjadi representasi dari upaya GMTD memadukan kreativitas, pembelajaran, dan nilai sosial dalam satu kegiatan pemberdayaan.

 

Teknik jumputan yang relatif sederhana memberikan ruang luas bagi peserta untuk mengeksplorasi motif dan warna. Proses mengikat, melipat, menjumput, kemudian mewarnai kain memungkinkan setiap peserta menghasilkan karya dengan karakter masing-masing.

 

Dengan pendekatan tersebut, kegiatan tidak berhenti pada transfer keterampilan, tetapi juga memberikan pengalaman kepada peserta untuk berani mencoba, bereksperimen, dan menghasilkan karya berdasarkan kreativitas sendiri.

 

GMTD berharap Tabung Karya Vol. 5 dapat memberikan pengalaman positif bagi seluruh peserta sekaligus memperkuat kolaborasi dengan komunitas penyandang disabilitas.

 

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus mengintegrasikan nilai-nilai inklusivitas dan pemberdayaan dalam pelaksanaan program CSR.

 

Sejalan dengan semangat keberlanjutan perusahaan melalui pilar Independen dalam kerangka kerja grup “Lippo Untuk Indonesia PASTI”, yang merupakan akronim dari Pintar, Asri, Sejahtera, Tangguh, dan Independen, GMTD berkomitmen melanjutkan berbagai program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

 

Program-program tersebut diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar kawasan pengembangan perusahaan, khususnya kawasan Tanjung Bunga, maupun masyarakat Kota Makassar secara lebih luas.

 

Melalui Tabung Karya, GMTD ingin membangun ruang yang memungkinkan masyarakat untuk belajar, berkarya, dan tumbuh bersama.

 

Bagi 45 perempuan penyandang disabilitas yang mengikuti pelatihan, kain jumputan yang dihasilkan bukan sekadar hasil praktik membatik. Di balik warna dan motif yang tercipta, terdapat pengalaman belajar, ruang berekspresi, serta peluang untuk mengembangkan keterampilan menjadi aktivitas yang lebih produktif.