MAKASSAR — Lari bukan lagi sekadar olahraga. Pegadaian mengemasnya menjadi pengalaman yang memadukan gaya hidup sehat, edukasi keuangan, sekaligus investasi emas melalui Pegadaian Gold Run 2026 di Kota Makassar.

Menariknya, biaya pendaftaran peserta tidak sekadar menjadi tiket mengikuti perlombaan. Dana tersebut dikonversikan dalam bentuk emas, sehingga peserta mendapatkan manfaat lebih dari sekadar pengalaman berlari.

Deputi Operasional PT Pegadaian Kanwil VI Sulselbarra Maluku, Andi Syam, mengatakan peserta Gold Run dikenakan biaya pendaftaran Rp175 ribu untuk kategori 5K dan Rp250 ribu untuk kategori 10K. Setelah pembayaran dilakukan, biaya tersebut akan dikonversikan ke dalam bentuk emas.

“Biaya pendaftarannya itu dikonversi ke emas. Bayar Rp175 ribu untuk 5K dan Rp250 ribu untuk 10K. Setelah bayar, nantinya itu dikonversi ke bentuk emas,” ujar Andi Syam.

Konsep tersebut menjadi salah satu daya tarik utama Pegadaian Gold Run. Peserta tidak hanya memperoleh kesempatan mengikuti ajang lari, tetapi juga mendapatkan emas sebagai bagian dari benefit pendaftaran.

Bahkan, setiap peserta diwajibkan menginstal aplikasi Tring by Pegadaian sebagai bagian dari rangkaian pendaftaran. Melalui aplikasi tersebut, peserta sekaligus diperkenalkan dengan berbagai layanan digital Pegadaian.

“Setiap pendaftar mesti menginstal aplikasi Tring. Jadi sekalian event ini untuk daftar, gratis, bahkan dapat emas dan dapat lagi benefit lainnya. Jadi konsepnya gratis plus,” katanya.

Pegadaian Gold Run 2026 membuka dua kategori utama, yakni 5K dan 10K. Selain berdasarkan jarak tempuh, peserta juga akan dikelompokkan berdasarkan usia dan jenis kelamin.

Untuk kategori usia, Pegadaian menyiapkan kelas Master bagi peserta berusia di atas 40 tahun. Sementara berdasarkan jenis kelamin, kategori perlombaan juga dibedakan antara peserta laki-laki dan perempuan.

Tidak berhenti pada pengalaman berlari, para peserta juga berkesempatan membawa pulang hadiah berupa emas batangan.

Konsep hadiah tersebut sekaligus memperkuat pesan Pegadaian bahwa emas bukan hanya instrumen investasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari gaya hidup dan apresiasi terhadap masyarakat.

Rute perlombaan pun dirancang melewati sejumlah ikon Kota Makassar.

Untuk kategori 5K, peserta akan memulai perjalanan dari kawasan Lapangan Karebosi, kemudian melintasi Jalan Sudirman, Jalan Haji Bau, Jalan Hasanuddin, Jalan Ahmad Yani dan kembali ke titik awal di Karebosi.

Sementara peserta kategori 10K akan mendapatkan tantangan lebih panjang dengan rute yang mengarah hingga kawasan Center Point of Indonesia (CPI), melewati Jalan Penghibur dan kawasan bersejarah Benteng Rotterdam, sebelum akhirnya kembali ke Lapangan Karebosi.

Pemilihan sejumlah ruas jalan dan ikon kota tersebut membuat Gold Run tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menghadirkan pengalaman menikmati wajah Kota Makassar dari sudut yang berbeda.

Pegadaian menargetkan sedikitnya 1.500 peserta ambil bagian dalam gelaran tersebut.

Target itu diyakini dapat tercapai melihat antusiasme masyarakat yang dinilai sangat tinggi sejak informasi mengenai pelaksanaan Gold Run mulai disebarluaskan.

Tingginya minat masyarakat menjadi sinyal bahwa konsep olahraga yang dipadukan dengan edukasi dan literasi keuangan memiliki ruang yang besar untuk berkembang.

Melalui Gold Run, Pegadaian tidak hanya mengajak masyarakat bergerak dan menjaga kebugaran, tetapi juga mengenalkan kebiasaan finansial yang lebih produktif.

Peserta diajak mengenal emas sebagai instrumen investasi sekaligus memanfaatkan layanan digital Pegadaian melalui aplikasi Tring.

Dengan kombinasi olahraga, emas, teknologi digital, dan hadiah emas batangan, Pegadaian Gold Run 2026 diproyeksikan menjadi lebih dari sekadar lomba lari.

Event ini menjadi panggung untuk memperkenalkan cara baru menikmati olahraga sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi sejak dini.