JENEPONTO — Aroma rempah dan kuah kental yang menggugah selera langsung menyapa siapa saja yang melintas di Jalan Pelita, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Kamis (3/9/2026). Di sanalah Warung Gantala Jarang menggelar grand opening, menghadirkan kuliner ikonik Butta Turatea yang selama ini hanya bisa dinikmati di acara-acara khusus seperti pesta, ada Gantala Jarang, olahan daging kuda dengan cita rasa dan aroma yang khas.
Grand opening ini didatangi sejumlah kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pecinta kuliner lokal, hingga warga sekitar yang penasaran dengan warung baru yang mengusung identitas kuliner asli Jeneponto dan disajikan secara gratis. Warung ini merupakan milik Karlon Bharaduta dan Dahniar Massa, pasangan yang bertekad mengangkat Gantala Jarang dari sekadar “makanan acara” menjadi sajian harian yang mudah diakses masyarakat.
Apa Itu Gantala Jarang?
Gantala Jarang (sering juga disebut dalam konteks kuliner kuda Jeneponto) adalah sajian daging kuda yang dimasak dengan bumbu rempah kuat, menghasilkan kuah gurih, aromatik, dan rasa yang sulit ditemukan di olahan daging lain. Bagi masyarakat Turatea, hidangan ini bukan hanya soal rasa, melainkan bagian dari tradisi dan identitas budaya lokal.
Ciri khasnya terletak pada:
– Aroma rempah yang kuat dan berbeda dari coto/coto daging lain.
– Tekstur daging kuda yang padat namun empuk jika diolah tepat.
– Kuah kental berempah yang membuat nasi hangat dan ketupat “lenyap” dalam sekejap.
Di Jeneponto, budaya kuliner daging kuda memang lekat dengan kehidupan sehari-hari dan even adat, bahkan didukung oleh ekosistem peternakan kuda yang terkenal hingga level internasional (misalnya Pasar Kuda Tolo yang menjadi salah satu ikon).
Mengapa Warung Gantala Jarang Menarik?
– Kuliner ikonik yang “naik kelas”: Gantala Jarang biasanya identik dengan hajatan, kini hadir dalam format warung harian.
– Lokasi strategis: Jalan Pelita, Empoang, Binamu—mudah dijangkau warga Jeneponto dan pengunjung luar kota.
– Narasi lokal yang kuat: Dibawa oleh pemilik lokal (Karlon & Dahniar) yang ingin menjadikan Gantala Jarang sebagai duta kuliner Butta Turatea.
– Momen tepat: Grand opening di hari Kamis, 3 September 2026, menjadi titik awal destinasi kuliner baru di Jeneponto.
Potensi Jadi Destinasi Kuliner Baru Jeneponto
Dengan mengusung sajian yang sangat lokal namun punya daya tarik kuat bagi pencinta kuliner “berani”, Warung Gantala Jarang berpotensi menjadi:
– Spot wajib bagi wisatawan yang ingin mencoba kuliner autentik Jeneponto.
– Referensi kuliner daging kuda selain coto kuda dan konro kuda yang sudah lebih dulu populer.
– Penggerak ekonomi lokal, terutama bagi peternak dan pedagang daging kuda di sekitar Jeneponto. (*)

Tinggalkan Balasan