MAKASSAR — Memulai bisnis kedai kopi tidak selalu harus diawali dengan pengalaman panjang di balik mesin espresso. Hal itu dibuktikan melalui Kursus Barista Makassar Batch 43 yang digelar Verso Barista Academy di Hotel Santika Makassar, 27–30 Agustus 2025.
Selama empat hari, sebanyak 15 peserta terpilih dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti pelatihan intensif yang tidak hanya membekali keterampilan meracik kopi, tetapi juga mempersiapkan peserta untuk memiliki keberanian dan kemampuan membangun usaha kedai kopi secara mandiri.
Peserta Batch 43 datang dari beragam daerah, mulai dari Sorong, Palopo, Makassar, Kolaka, Kendari, Surabaya hingga Sungguminasa, Gowa.
Keberagaman tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat dari berbagai wilayah untuk mengembangkan kompetensi sekaligus peluang usaha di industri kopi.
Kelas yang dibatasi hanya untuk 15 peserta tersebut berlangsung secara intensif dengan pendampingan langsung Haydier Sas, CEO dan Founder Verso Barista Academy.
Dengan pengalaman panjang di industri F&B dan minuman, Haydier turut memperkuat kualitas pembelajaran melalui kompetensinya sebagai Master Instruktur Head of Barista bersertifikasi BNSP RI.
Pengalaman tersebut juga dilengkapi rekam jejak Haydier sebagai World Mixologist Finalist pada periode 2016–2021.
Kompetensi dan pengalamannya menjadi salah satu kekuatan dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak berhenti pada aspek teknis seorang barista.
Mengusung kampanye #BUKANSEKEDARBARISTA, Verso Barista Academy merancang program ini sebagai proses pembentukan calon pelaku usaha kopi.
Peserta tidak hanya diarahkan untuk memahami cara mengolah dan menyajikan kopi, tetapi juga dibangun pola pikirnya agar mampu melihat industri kopi sebagai peluang bisnis.
Menariknya, sejumlah peserta Batch 43 datang tanpa pengalaman maupun pengetahuan dasar tentang dunia kopi. Dalam waktu empat hari, mereka mendapatkan pembelajaran secara terstruktur dan intensif untuk memahami berbagai aspek yang dibutuhkan dalam menjalankan kedai kopi.
Pendekatan tersebut membuat kursus ini memiliki orientasi yang lebih luas. Peserta tidak hanya diarahkan menjadi seseorang yang mampu bekerja di balik mesin kopi, tetapi juga dipersiapkan untuk memahami bagaimana keterampilan tersebut dapat dikembangkan menjadi sebuah usaha.
Transformasi dari pemula menjadi calon coffeepreneur inilah yang menjadi salah satu pesan utama Batch 43. Verso Barista Academy ingin membuktikan bahwa keterampilan barista dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kemandirian ekonomi, khususnya bagi mereka yang ingin terjun ke bisnis minuman.
Kesuksesan penyelenggaraan Batch 43 sekaligus mempertegas komitmen Verso Barista Academy dalam mencetak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan daya saing di industri kopi Indonesia.
Dengan pendekatan #BUKANSEKEDARBARISTA, akademi ini tidak sekadar mencetak peracik kopi, tetapi mendorong lahirnya generasi baru pelaku usaha yang mampu membawa keterampilan kopi dari ruang pelatihan menuju peluang bisnis nyata.
Ke depan, semakin banyaknya barista sekaligus coffeepreneur yang lahir dari pelatihan semacam ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan usaha mikro, membuka lapangan kerja, serta ikut menggerakkan industri kopi di berbagai daerah di Indonesia.

Tinggalkan Balasan