Gowa Sulsel,- Koalisi Gerakan Rakyat agendakan diskusi publik di Kab.Gowa Sulsel untuk menyambut Hari Tani Nasional, 06/09/2026
Ditengah situasi Krisis Ekonomi Politik yang sedang melanda Indonesia saat ini, Gerakan Rakyat disetiap wilayah menyambut Hari Tani dengan berbagai kegiatan khususnya di Gowa Sulawesi Selatan, senin(07/09/2026).
Askin Khulukiah, Ketua Sentral Gerakan Buruh Nusantara (SGBN Sulsel) Mengatakan seruan persatuan luas.
“Pentingnya relasi persatuan dari semua sektor gerakan untuk memperjuangan hak-hak pekerja, karena rezim oligarki sudah sangat begitu masif dengan istilah omon-omon maka hanya dengan persatuan gerakan rakyatlah semua ketidak Adilan ini bisa dilawan,” katanya.
Arsyad Arifin, S.H, perwakilan Jarnas NTT mengatakan pentingnya kesadaran kolektif.
“Aliansi KGR kedepan harus memiliki program perjuangan bersama untuk menjawab realitas penindasan kaum pekerja & rakyat lainnya. Hal mendasar yang harus dilakukan oleh semua unsur gerakan khususnya di Gowa ada membangun kesadaran dengan prinsip Kolektif,” ujarnya.
Asman Abdullah, selaku Ketua Kota K-SBSI Sulsel mengatakan Partai Buruh sebagai wadah persatuan.
“Gerakan buruh & gerakan rakyat secara luas senantiasa harus menyatu sebagai ruang kepentingan persatuan rakyat yang termarjinalkan. Partai buruh dalam hal ini adalah representasi dari kepentingan rakyat, partai ini lahir dari kontrakdiksi Ketidakadilan antara rezim penguasa, pengusaha & rakyat sehingga harapannya semua pekerja tidak alergi dengan politik dan mari bersatu,” pungkasnya.
Haidir, Mahasiswa UIN Makassar menegaskan persatuan mahasiswa & gerakan rakyat lainnya adalah kekuatan sosial.
“Perjuangan buruh tidak pernah berdiri sendiri. Ketika suara buruh bertemu dengan kekuatan gerakan rakyat, perjuangan tidak lagi sekadar menyuarakan keluhan, tetapi menjadi kekuatan sosial yang mendorong perubahan. Diskusi KGR hari ini menjadi ruang untuk menyatukan gagasan, memperkuat solidaritas, dan merumuskan langkah perjuangan yang lebih nyata,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua KPBI Sulsel Sartono Laodemutu, S.H saat ditemui rekan media di Sekretariat FSBPI-KPBI Gowa Sulsel mengatakan seruan aksi serentak diwilayah Sulsel di HTN 2026.
“KGR akan berkonsolidasi dengan semua element pergerakan disulsel untuk menyambut Hari Tani Nasional pada 24 September 2026 mendatang, tradisi perjuangan pergerakan rakyat adalah amanat undang-undang dasar 1945 yang harus terus dirawat & dikembangkan oleh setiap generasi bangsa,” ungkapnya.
Diskusi publik ini dihadiri oleh perwakilan dari Serikat Buruh/Pekerja antara lain KPBI Sulsel, SGBN Sulsel, K-SBSI Sulsel, FSBPI Gowa, Petani, Mahasiswa dan juga pekerja dari beberapa perusahaan.

Tinggalkan Balasan