Matasulsel – Momen kebersamaan dua penggawa Timnas Spanyol, Ferran Torres dan Marcos Llorente, saat berlibur di Ibiza usai membawa negaranya menjuarai Piala Dunia 2026 justru memicu perdebatan di media sosial.

Foto keduanya yang saling berpelukan menuai beragam komentar, termasuk spekulasi dan cibiran dari sebagian warganet.
Di tengah ramainya perbincangan, Marcos Llorente akhirnya angkat bicara melalui sesi tanya jawab di Instagram.

Ia mendapat pertanyaan mengapa publik begitu heboh hanya karena Ferran Torres memeluknya. Llorente mengaku heran karena di tahun 2026 masih ada orang yang mempermasalahkan bentuk kasih sayang antarteman pria.

Menurutnya, kedekatan seperti itu bukan sesuatu yang seharusnya menjadi kontroversi.
“Saya heran bahwa di tahun 2026 masih saja ada perdebatan karena dua pria saling menunjukkan kasih sayang. Tapi kemudian saya melihat bagaimana keadaan orang-orang, jadi saya memahaminya,” tulis Llorente melalui question box di story instagramnya, Jumat (31 Juli 2026).

Gelandang Atletico Madrid itu juga menyampaikan pandangannya mengenai maskulinitas. Baginya, pria yang benar-benar percaya diri tidak akan takut menunjukkan rasa sayang kepada sahabatnya.

“Bagi saya, tidak ada yang lebih maskulin daripada seorang pria yang percaya diri dan tidak takut menunjukkan kasih sayang kepada teman prianya,” lanjutnya.

Tak lama setelah pernyataan itu diunggah, Ferran Torres turut membagikan ulang (repost) unggahan tersebut di Instagram Story miliknya. Tindakan itu dipandang sebagai bentuk dukungan terhadap pernyataan Llorente sekaligus penegasan bahwa keduanya hanya menjalin persahabatan yang erat.

Peristiwa ini kembali memunculkan diskusi mengenai cara masyarakat memandang ekspresi afeksi di antara laki-laki.

Sejumlah media di Spanyol menilai kontroversi tersebut menunjukkan bahwa stereotip mengenai maskulinitas masih melekat kuat, meski hubungan pertemanan dan ekspresi emosional seharusnya tidak selalu dikaitkan dengan orientasi seksual.