JENEPONTO, matasulsel.id — Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) terus mematangkan langkah strategis dalam mendorong ekosistem inovasi di daerah.
Langkah ini diwujudkan melalui pelaksanaan bimbingan teknis yang digerakkan oleh Klinik Inovasi Daerah (KInD) bagi para inovator daerah di Ruang Tamarunang, Kantor Bappeda Kabupaten Jeneponto, pada Selasa (30/6/2026).
Bimtek yang diinisiasi lewat wadah Klinik Inovasi Daerah ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai keterwakilan inovator instansi perangkat daerah, kelurahan, satuan pendidikan, hingga fasilitas kesehatan seperti RSUD Lanto Daeng Pasewang dan RSUD Rumbia.
Kepala Bappeda Jeneponto, H. Alfian Afandy Syam, ST., MT., Ph.D, dalam sambutan pembukaannya menekankan bahwa bimbingan teknis kali ini dirancang agar lebih operasional dalam memfasilitasi para inovator yang siap berkompetisi.
“Bimtek hari ini melangkah ke tahap taktis. Melalui Klinik Inovasi Daerah (KInD), setiap peserta langsung dibagikan akun sistem untuk menginput profil inovasi beserta portofolio dokumen bukti dukung yang valid. Kami ingin memastikan persiapan para inovator menuju IGA 2026 berjalan optimal,” ujar Alfian Afandy.
Ia juga mengingatkan capaian historis Kabupaten Jeneponto yang sebelumnya berhasil meraih peringkat peningkatan inovasi tertinggi di Indonesia setelah sempat menyandang predikat sebagai kabupaten yang tidak inovatif.
Menindaklanjuti amanah dari Bupati Jeneponto, Paris Yasir, Alfian menegaskan target besar pada tahun 2026 ini.
“Tahun 2026 adalah momentum bagi kita untuk bergerak bersama membawa Kabupaten Jeneponto meraih predikat Kabupaten Sangat Inovatif. Ini adalah bukti konkret bahwa Jeneponto terus melaju demi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik yang prima,” pungkasnya.
Sementara itu, Rahman Ramlan selaku narasumber mengapresiasi komitmen penuh pemerintah daerah dalam memfasilitasi tata kelola pemerintahan yang kreatif melalui kehadiran Klinik Inovasi Daerah ini.
Menurutnya, keterlibatan aktif dari berbagai sektor menjadi indikator kuat bahwa inovasi di Jeneponto tidak sekadar mengejar pemenuhan indikator kompetisi, melainkan menyentuh langsung pada esensi perbaikan layanan masyarakat.
Keberlanjutan ekosistem kreatif ini tidak berhenti pada ajang IGA tingkat nasional saja.
Setelah penyelenggaraan penghargaan dari Kemendagri selesai, Bappeda Kabupaten Jeneponto melalui wadah KInD ini direncanakan akan kembali berkolaborasi dengan lembaga Pattiro Jeka untuk menggelar Kompetisi Inovasi Daerah (KIND) Tahun 2026 tingkat kabupaten.
Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, kompetisi lokal tersebut diharapkan mampu melahirkan lompatan besar secara kuantitas dan kualitas dalam menghadirkan ragam stimulan pelayanan publik yang efektif bagi warga Kabupaten Jeneponto. (*)

Tinggalkan Balasan