Pangkajene Kepuluan – Balai Besar POM di Makassar melaksanakan Bimbingan Teknis dan Penyuluhan Keamanan Pangan sebagai tahapan Program Prioritas Nasional (Pro PN) Badan POM Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas Tahun 2026 di Pasar Tanete – Kabupaten Pangkajene Kepulauan pada Rabu, 17 Juni 2026.
Kepala Pasar Tanete, Syahrul, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BBPOM di Makassar atas inisiatif program yang positif yang membantu meningkatkan kesadaran pentingnya keamanan pangan di lingkungan pasar untuk mendukung kesehatan masyarakat.
“Kami berterima kasih, melalui program ini membantu kami bagaimana menjaga dan meningkatkan keamanan serta kualitas produk pangan yang dijual di Pasar Tanete” ujar Syahrul
Kepala BBPOM di Makassar dalam hal ini diwakili PFM Ahli Madya Ahmad Lalo, dalam sambutannya menjelaskan tujuan dari bimtek ini adalah agar masyarakat bisa lebih peduli tentang pentingnya keamanan pangan khususnya para pedagang yang memegang peranan penting dalam memastikan keamanan pangan dijualnya
“Pasar Tanete menjadi salah satu lokus Pro PN Keamanan Pangan yang tahun ini dilaksanakan di Kabupaten Pangkep, melalui bimtek ini kami berharap kedepannya bapak dan ibu komunitas pasar yang hadir bisa menjadi pelopor keamanan pangan di pasar ini agar tercipta keamanan pangan yang lebih masif” ungkap Ahmad Lalo
Dalam paparannya Ahmad lalo menyampaikan materi tentang keamanan pangan dan ciri pangan yang mengandung bahan berbahaya serta 5 kunci keamanan pangan untuk membekali komunitas pasar dan juga petugas pasar sebagai dasar dalam penerapan keamanan pangan
PFM Ahli Muda BBPOM di Makassar, Aris Taoemesa sebagai narasumber memaparkan materi tentang pengelompokan jenis pangan dan aplikasi BPOM Mobile menjelaskan bahwa keamanan pangan seharusnya dipahami oleh seluruh masyarakat untuk bisa melindungi diri sendiri, selain menjadi tugas BPOM.
“Keamanan pangan merupakan tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tanggung jawab BPOM. Setiap hari kita pasti makan dan minum, jadi kita harus menjadi konsumen yang cerdas yang mampu melindungi diri sendiri dan keluarga yang kita sayangi dari pangan yang tidak aman” ujar Aris
“BPOM memiliki aplikasi yang sangat bermanfaat, yaitu BPOM Mobile, jangan lupa download ya, masyarakat bisa secara mandiri memastikan legalitas produk Obat dan Makanan, termasuk melaporkannya melalui aplikasi ini jika melihat adanya pelanggaran” lanjut Aris.
Selain dilakukan demo fitur dan penggunaan aplikasi BPOM Mobile, juga dilakukan pelatihan kepada 2 orang petugas Pasar Tanete dalam penggunaan rapid test kit untuk melakukan uji cepat pangan yang diindikasikan mengandung bahan berbahaya, sepertti Formalin, Boraks, Rhodamin B dan Methanil Yellow. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias, sesi diskusi antara narasumber dan peserta bimtek mengambarkan wujud komitmen penerapan keamanan pangan ke depannya di Pasar Tanete
Melalui kegiatan Bimtek Pasar Aman Berbasis Komunitas, diharapkan terbangun budaya keamanan pangan yang semakin kuat di lingkungan Pasar Tanete. Komitmen dan peran aktif komunitas pasar menjadi kunci dalam mewujudkan pasar yang tidak hanya ramai dan produktif, namun juga menyediakan pangan yang aman bagi kesehatan konsumen.

Tinggalkan Balasan