Jeneponto, matasulsel.id – Khitan Lem Nusantara menyatakan kesiapan penuh untuk turut berkontribusi dalam kegiatan Deklarasi Forum Scooteris Jeneponto (DEFOSIT) 2026. Kegiatan akbar ini akan berlangsung pada 13–14 Juni 2026 di Lapangan Jalan Lingkar, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.
Dalam rangkaian acara tersebut, Khitan Lem Nusantara berkolaborasi dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Jeneponto sebagai pelaksana utama kegiatan sunatan massal. Tim tenaga medis dan praktisi khitan yang terlibat berasal dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan, dan siap memberikan pelayanan terbaik secara khusus bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di daerah ini.
Imran Rosady, Ketua Khitan Lem Nusantara (KLN) Kabupaten Jeneponto sekaligus Ketua Bee Turatea, menjelaskan bahwa layanan ini menggunakan metode modern terkini yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan.
“Kami menerapkan teknik khitan aman, minim rasa sakit, dan rendah risiko trauma. Anak tidak merasakan nyeri karena menggunakan bius oles dan anestesi tanpa jarum suntik. Proses tindakan pun tidak memakai gunting, melainkan alat cetakan presisi sehingga berlangsung cepat, minim darah, dan tanpa jahitan,” ungkapnya.
Metode ini juga memiliki keunggulan dalam proses pemulihan. “Sebagai pengganti jahitan kami gunakan lem medis khusus, lalu dilapisi liquid bandage atau cairan pelindung anti air. Artinya, anak bisa langsung beraktivitas seperti biasa dan tidak perlu khawatir basah. Selain itu, proses ini juga tidak menggunakan perban konvensional, sehingga menghindari rasa takut saat membuka balutan,” tambah Imran.
Sebagai bentuk apresiasi, setiap peserta yang mengikuti sunatan massal akan mendapatkan paket tumbler yang disediakan oleh mitra, PT Indosat melalui layanan Telekomunikasi Tri.
Secara umum, biaya tindakan dengan metode ini dapat mencapai sekitar Rp1.500.000 per anak jika dilakukan secara mandiri. Namun dalam semangat mendukung visi “Jeneponto Bahagia” di DEFOSIT 2026, seluruh layanan diberikan secara cuma-cuma. Program ini menargetkan manfaat bagi 30 anak yang membutuhkan.
Kegiatan sosial ini sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian Bee Turatea, yang memiliki filosofi seperti lebah: senantiasa bergerak, terbang, dan menyebarkan manfaat serta kebaikan di tanah Butta Turatea.
“Harapan kami, anak-anak yang mengikuti khitan ini kelak tumbuh menjadi generasi yang saleh, berilmu, dan menjadi calon pemimpin serta tokoh masyarakat yang mampu menebarkan nilai-nilai kebaikan,” tutup Imran.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, DEFOSIT 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi komunitas, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Jeneponto. (*)

Tinggalkan Balasan